×
×

Search in Mata Mata Musik

Sepultura “Quadra”: Agresif Tapi Juga Eksploratif

Posted on: 02/16/20 at 11:30 am

Sepultura - Quadra.
Cover album ‘Quadra’ oleh Sepultura. (Gambar: Nuclear Blast Records).

SEPULTURA
Quadra
(2020, Nuclear Blast)

Oleh Dharma Samyayogi

Fakta: Dalam rentang karier lebih dari tiga dekade, Sepultura tetap memiliki sound unik di antara band-band thrash metal seangkatannya. Peleburan antara groove metal, thrash metal dan death metal dari kuartet veteran Brazil ini menjadi bahan bakar mereka membuat rekaman unik yang menampar telinga dengan keganasan musikal yang eksentrik. Dari album ikonik tahun 1996, Roots mereka hingga ke album-album berkonsep menarik mereka bersama vokalis Derrick Green, Sepultura telah berusaha untuk menanamkan permainan agresif dengan wawasan yang eklektik di dalam komposisinya.

Baca juga: Derrick Green (Sepultura): Layanan Streaming Musik Membunuh Penjualan Rekaman Fisik

Album studio ke-15 band, Quadra, menyajikan koleksi lagu yang menangkap berbagai sound dan gaya Sepultura. Meskipun beberapa komposisi lagu di sini tidak menonjol dibandingkan dengan yang lain, album ini masih menampilkan kreativitas band yang memukau.

Kelebihan: Terdiri dari 12 lagu, Quadra dipecah menjadi empat bagian: yang pertama menangkap sound thrash ikonik band; yang kedua mencakup gaya album lawas seperti Roots; yang ketiga mengambil inspirasi dari lagu ‘Iceberg Dances’ dari album sebelumnya, Machine Messiah (meskipun bagian ini tidak sepenuhnya instrumental); dan bagian keempat lebih condong ke lagu melodius yang bertempo lambat. Dengan kemiripan instrumentasi yang muncul di seluruh album, sebagian besar bagian yang disebutkan di atas membawa angin segar ke dalam kemajuan rekaman album ini. Secara khusus, bagian Quadra yang terakhir membuat presentasi yang sangat berbeda dibandingkan dengan bagian awal dan tengah rekaman, yang memberikan daya tarik yang benar-benar baru seperti ‘Fear, Pain, Chaos, and Suffering’ (yang menampilkan vokal Emmily Barreto dari Far from Alaska).

Highlight album dari awal hingga akhir adalah permainan gitar Andreas Kisser yang luar biasa. Om yang satu ini merupakan komponen terkuat di album ini secara keseluruhan. Dari gergaji riff jahat yang digeber di ‘Isolation’ hingga petikan akustik ciamik di instrumentalia ‘Guardians of Earth’ dan ‘Quadra’, Andreas Kisser membawa nyawa untuk setiap potongan lagu. Dari sisi dram, Eloy Casagrande juga terdengar impresif. Tidak hanya powerful dan ganas, isiannya selalu “nakal” namun tepat, baik lagu yang bertempo cepat seperti ‘Isolation’ maupun yang lambat seperti ‘Ali’ atau ‘Raging Void’. Kemudian nomor instrumentalia ‘The Pentagram’ menyuguhkan komposisi thrash yang nyerempet progressive dan “go-kill” dari awal sampai akhir. Dan di sektor vokal, Derrick Green tidak hanya asal teriak, dia memiliki pattern yang pas di tiap lagu, bahkan di bagian lagu ‘Autem’ dan ‘Agony of Defeat’, intonasinya seperti Phil Anselmo (Pantera).

Kekurangan: Meskipun dua lagu terakhir di album ini yang bertempo lambat, yakni ‘Agony of Defeat’ dan ‘Fear, Pain, Chaos, and Suffering’ memiliki daya tarik tersendiri, namun kemungkinan akan sulit diterima bagi fans Sepultura yang terbiasa dengan pakem thrash metal yang agresif.

Baca juga: Sepultura Tampil Brutal di Single Baru ‘Last Time’

Kesimpulan: Seperti semua band legendaris lainnya, mustahil bagi Sepultura untuk membuat album baru sehebat Beneath the Remains atau Arise, era kedigdayaan ‘90an bersama Cavalera bersaudara. Sepultura ‘Mark IV’ bersama Derrick dan Eloy memang sepenuhnya ‘ruh’ lain. Secara keseluruhan, Quadra patut dipuji karena Sepultura mengeksplorasi dan menghadirkan berbagai variasi yang efektif di sepanjang album. Selain bagian tengah dengan elemen thrash yang konstan, Quadra juga memiliki komposisi yang bergeser dari thrash namun mampu berpadu akur. Yang pasti band ini banyak sekali memamerkan intrikasi teknikal yang “top notch”. Quadra adalah salah satu rilisan terkuat dari raksasa metal Brazil ini dan rilisan yang akan dinikmati sebagian besar fans Sepultura, dari era Cavalera maupun setelahnya.

Verdict: 8,5

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Alex Skolnick

WTF! Alex Skolnick (Testament) Ternyata Bisa Nge-Rap Dan Sudah Merilis...

Alex Skolnick (Testament). (Foto: Kid Logic Media). Gitaris virtuoso Testament, Alex Skolnick sejak lama dianggap sebagai salah satu gitaris thrash metal te

on Oct 14, 2020
Kuasa

Selain Eksplorasi Secara Massif, Album KAUSA "Una In Perpetuum" Bertam...

Sebagai band yang berbasis heavy metal dan punk rock, KAUSA termasuk band yang gemar berpetualang secara musikal. Dan kini mereka menganalogikan diri merek

on Oct 13, 2020
Riley Gale

Nama Riley Gale (Power Trip) Dipakai Oleh Perpustakaan dan Restoran Bu...

Riley Gale saat Power Trip tampil di festival akbar di Jerman, Rock am Ring, 2019. (Foto: Andreas Lawen/Wikimedia Commons). Meninggalnya pentolan dan vokali

on Oct 3, 2020
Cliff Burton

Legenda Cliff Burton Akan Terus Hidup Di Hati Fans Metallica Selamanya

Foto yang menjadi cover depan buku otobiografi "To Live Is to Die: The Life and Death of Metallica's Cliff Burton" oleh penulis Joel McIver dan dipublikasikan

on Sep 28, 2020