×
×

Search in Mata Mata Musik

Sethos “Unholy Legion”: Pukulan Mematikan Legiun Berkepala Jackal

Posted on: 09/10/20 at 9:00 am

Cover mini album Sethos Unholy Legion. (Gambar: Sadist Records).

SETHOS
Unholy Legion
(2020, Sadist)

Oleh Dharma Samyayogi

Fakta: EP Unholy Legion adalah karya perdana Sethos yang resmi dirilis oleh label rekaman. Sebelumnya, pasukan black metal yang terbentuk di gorong-gorong gelap Ujungberung, Bandung sejak 2017 ini hanya merilis demo Invisible Divinity (2017) dan single ‘Defying Unworthy Deity’ (2018). Sethos adalah kuintet misterius yang terdiri dari Daevas (vokal), Andi Lazuardi (gitar), Agung Prasetia (gitar), Maggot (bass) dan Wawan Setiawan (dram).

Baca juga: Saksikan Episode Baru Video Latihan Senam Yoga Dengan Tema Black Metal

Kelebihan: Terdapat 6 trek bernuansa angker yang bersemayam dalam EP berdurasi total 19 menit ini. Trek pembuka, ‘The Spells’, menyeruak dengan ambiens mencekam sebagai sambutan selamat datang ke dunia okultisme yang merupakan bagian dari kultur tradisional kuno sejak zaman nenek moyang kita. Kisah horor supranatural inilah yang diangkat dan diilustrasikan ke dalam komposisi musik dan lirik pada 4 lagu utamanya, yakni ‘Holy Treachery’, ‘The Beast’, ‘Divine Reaper’, dan ‘Drowned in Blood’. Setelah menyimak keempat lagu tersebut, Sethos menampilkan alur tempo yang berbeda-beda pada tiap lagu. Pada ‘Holy Treachery’ kita diajak pemanasan terlebih dahulu dengan bermain di voltase rendah dari awal sampai habis sebelum dihajar habis-habisan oleh ‘The Beast’ yang dominan ngebut dan dilanjutkan oleh ‘Divine Reaper’ dengan voltase sedang. Sedangkan ‘Divine Reaper’ lebih banyak memprovokasi headbanging dengan bagian akhir yang thrashy banget.

Semua lagu tersebut memiliki aransemen yang sederhana dengan penempatan tiap bagian musiknya yang proporsional. Kekuatan paling menonjol ada pada riffing yang menghantui di sepanjang album. Nggak hanya menyemburkan harmoni nada beratmosfer dingin nan kelam, namun sukses membawa hati kita mengawang-awang kemudian membantingnya hingga terpelanting ke dataran keras meninggalkan kesan yang membekas selamanya.

Kekurangan: Penggunaan drum programming di saat ada dramer orang betulan dalam formasi band.

Baca juga: Warkvlt “Horde”: Invasi Mencekam Gerombolan Penebar Kegelapan

Kesimpulan: Sethos adalah nama dewa kematian berwujud manusia berkepala Jackal (sejenis anjing) dalam mitologi Mesir. Meski menyandang nama sangar, Sethos memiliki kesederhanaan sikap bermusik yang tersirat dalam karya-karyanya yang memfokuskan ke hasil produk finalnya. EP ini sukses menjadi gerbang perjalanan spiritual-musikal Sethos menuju level yang lebih jahanam.

Verdict: 8

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Matt Hefy

    Matt Heafy Gandeng Nergal Dan Ihsahn Di Proyek Album Black Metal

    Matt Heafy tampil live bersama Trivium (Foto: Getty Images). Setelah merilis 9 album studio dan sedang berkutat juga dalam penggarapan album ke-10 yang berj

    on Sep 2, 2021
    Watain

    Watain Dikontrak Nuclear Blast Records Siapkan Album Baru 2022

    Watain 2021 (Foto: Facebook/Watain). Watain, pasukan black metal sensasional ini kembali muncul ke permukaan menebar hawa panas. Label rekaman rock/metal ra

    on Aug 5, 2021
    Cradle of Filth 2017

    Cradle Of Filth Ungkap Detail Album Baru & Rilis MV Single Berbahaya!

    Cradle of Filth tahun 2017 (Foto: Artūrs Bērziņš). Cradle of Filth (COF) telah mengungkapkan detail album ke-13 mereka, Existence Is Futile, yang akan d

    on Jul 31, 2021
    Ed Sheeran bad habbits

    Ed Sheeran Enggak Nolak Bikin Album Death Metal, Suka Cradle Of Filth

    Ed Sheeran di dalam video klip 'Bad Habits' (Foto: via YouTube). Ed Sheeran, sang bintang pop beken kebangsaan Inggris yang mengcover lagu metal terdengar s

    on Jul 15, 2021