×
×

Search in Mata Mata Musik

Sharkbite Siap Rilis ‘Relocate The Fate’ Album Baru Hardcore Bertaring

Posted on: 04/10/20 at 11:30 am

Sharkbite, band Malang City Hardcore (MCHC). (Foto: Disaster Records).

Sharkbite adalah band hardcore kelahiran kota Malang yang mengawali karier mereka di tahun 2009. Nama mereka terinspirasi dari sebuah insiden di pesisir pantai Amerika bagian barat.

Bagi fans Sharkbite, sepak terjang mereka sepertinya sudah tidak perlu diragukan lagi. Band ini secara konsisten mengeluarkan karya-karya dan yang paling terakhir adalah ‘Shallow Proof’​. Single terbaru yang diambil dari album penuh mereka mendatang tersebut telah resmi dirilis via Collab Asia dan Disaster Records di berbagai kanal digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan masih banyak lagi.

Rizky Ananda Arif (vokal), Paschalis Dion Prilihananto (gitar), Santonio August Suryo (bass), dan Bogi Satyagama (dram) mengungkapkan bahwa ‘Shallow Proof’ berisikan tentang fenomena omong kosong di lingkungan sekitar yang membawa dampak negatif pada kehidupan.

“Inspirasinya diambil dari pengalaman personal, tapi kemudian ditarik dari sudut pandang band yang akhirnya dituangkan pada single ini,” ungkap Sharkbite lewat siaran persnya.

Band yang telah mengantongi satu album penuh dan satu EP ini juga mencurahkan bahwa isu-isu negatif tentang mereka akan selalu ada. Justru mereka menjadikannya motivasi untuk berkarya dan menganggap isu miring itu ada sebagai bentuk rasa peduli.

‘Shallow Proof’ adalah kali pertama Sharkbite menelurkan rilisan di bawah naungan Disaster Records yang berafiliasi dengan clothing brand terkemuka, Maternal Disaster. Berbekal dokumentasi showcase “Living by The Proof”, executive producer dari Sharkbite yakni Rizky Sandiaribaya (owner Distortionmerch & Gr8day Music) menjajaki kerjasama dengan pihak Disaster Records yang disambut positif. Kerja sama kedua pihak lantas berlanjut hingga kelahiran single ‘Shallow Proof’ ini.

Apabila menilik lebih jauh rilisan-rilisan terbaru dari Sharkbite, tema dan eksplorasi musik di era kali ini menjadi lebih luas.

“Kami mulai memikirkan audience range, pushing capacity personil dan tim produksi, serta balancing quantity dan quality dalam segi musik. Singkatnya, kami ingin menjangkau tidak hanya penikmat musik hardcore saja,” lanjut Sharkbite.

Tidak hanya dirilis sebagai single saja, ‘Shallow Proof’ juga dikabarkan di tengah proses visualisasi dalam bentuk video klip. Mengikuti jejak klip-klip terdahulu yang telah dirilis dari EP Future is Bleak, klip ini nantinya juga akan menambah koleksi audio visual dari band asal Malang yang pernah mengalami perubahan personil ini.

Pendengar setia Sharkbite juga akan dimanjakan oleh rilisan single lain dari mereka di beberapa bulan ke depan sebelum album penuhnya yang berjudul Relocate The Fate dirilis.

Sambil menunggu perilisan album baru tersebut, mari headbanging bersama bungkaman omong kosong ala Sharkbite lewat ‘Shallow Proof’ di video yang satu ini.

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Averments

    Averments, Buktikan Taring Scene Hardcore Malang Via Single 'Betrayal'

    Averments, mungkin nama ini sudah enggak asing lagi bagi teman-teman mereka (ya iyalah, hehe). Namun nama band post-hardcore ini terdengar baru di scene mu

    on May 17, 2021
    Rage Against The Machine

    Rage Against The Machine Suarakan Solidaritas Untuk Rakyat Palestina

    RATM (Foto: Robin Harper). Rage Against The Machine (RATM) menyuarakan solidaritasnya kepada rakyat Palestina menyusul serangan udara mematikan Israel yang

    on May 14, 2021
    Madball

    Konser Madball Dipadati 2.000 Orang Dikecam, Promotor: Omong Kosong!

    Madball. (Foto: Nuclear Blast Records). Sekitar 2.000 orang berdesak-desakan sambil slam dance dan moshing saat menyaksikan mini festival musik hardcore yan

    on Apr 28, 2021
    Band yang Diboikot Disney

    15 Band Cadas Yang Diboikot Oleh Walt Disney Karena Alasan Yang Ironis

    Bagaikan molekul kimiawi yang berbeda, raksasa korporat Disney dan musik cadas bisa dibilang nggak diciptakan untuk saling bertemu dan bersatu, karena selama i

    on Mar 13, 2021