×
×

Search in Mata Mata Musik

Simon Wright Bahas Hengkangnya Dari AC/DC

Posted on: 01/7/19 at 11:21 pm

Simon Wright mengatakan kehilangan antusiasme untuk banyak hal.

Oleh: Redaksi Blabbermouth.

Drumer Simon Wright, yang saat ini bermain di DIO DISCIPLES dan juga dikenal dengan karyanya di AC/DC, DIO, RHINO BUCKET dan UFO, baru-baru ini hadir di sesi podcast “Talking Metal”. Dengarkan obrolannya di sini. Berikut cuplikan wawancara dengan Wright (transkrip oleh BLABBERMOUTH.NET).

Soal kenangannya di sesi rekaman album AC/DC Fly On The Wall (1985):

Simon: “Oh, ya, itu sangat luar biasa. Kami mulai di Swiss, di kota Montreux, seperti di lagu DEEP PURPLE ‘Smoke On The Water’, kasinonya terbakar. Jujur saja, kota itu sangat fenomenal. Tapi kami akhirnya merasa nyaman dan mulai bikin lagu dan memeriksa beberapa hal dan memperbaiki yang lainnya. Itu masa yang menyenangkan. Seperti hampir tidak ada tekanan. Cara kerja mereka agak santai dan mengikuti arus saja. Dan itu luar biasa. Kami sedang di bagian gedung kasino yang juga menjadi studio rekaman, dan itu adalah bangunan bundar yang besar. Dan drumnya terdengar besar di dalam sana.

Baca Juga: Dame Dash Buka Suara Soal Keretakan Hubungan dengan JAY-Z

“Album Fly On The Wall lucu, bagi saya. Banyak orang yang membicarakan album itu ke saya dan mengatakan album itu agak terabaikan. Dan saya pikir saat album itu keluar, itu sedang musimnya. AC/DC sudah punya Back In Black dan For Those About To Rock, yang merupakan album yang besar, dan sejujurnya saya rasa Anda tidak bisa terus-terusan merilis album seperti itu. Dan grunge juga mulai populer—tidak ada yang salah dengan itu. Tapi saya pikir iklim musik sedang berubah. Konser-konser yang kami lakukan di tur itu masih sangat laris dan sukses. Kami melakukan semua hal seperti bagaimana band ini melakukan segalanya. Tapi saya rasa sulit untuk mempertahankan momentum itu, dengan album-album besar yang laris tersebut. Tetapi pada akhirnya, banyak orang yang setuju dan mulai suka dengan album itu. Album itu sedikit terdengar berbeda, memang—produksinya berubah; bukan lagi ‘Mutt’ Lange. Tapi menurut saya itu album yang bagus.”

Soal rekaman tiga lagu baru—“Who Made Who” dan lagu instrumental “D.T.” dan “Chase The Ace”—untuk album soundtrack AC/DC Who Made Who (1986) yang mengiringi film ciptaan Stephen King, Maximum Overdrive:

Simon: “Mereka pesan studio di Bahama— Compass Point—di mana mereka merekam sebagian album Back In Black, saya rasa, kalau tidak semuanya; saya tidak yakin. Tapi mereka sudah pernah ke sana sebelumnya. Lagi, itu urusan bisnis. Menurut saya lagu [‘WhoMade Who’] sangat bagus, dengan ritme yang luar biasa dan nuansa yang bagus dan chorus yang menarik. Lagu itu sangat keren. Tapi untuk lagu-lagu instrumental di film itu agak sedikit aneh. Mereka memasang TV di studio untuk kami mainkan, dan Angus [Young] kemudian melakukan beberapa blues lick. Album ini agak berantakan. Saya berharap kami bisa melakukan album biasa tanpa ada hubungannya dengan film. Tapi itu bukan keputusan saya. Ada banyak hal di band itu yang bukan keputusan saya. Jadi saya ikut saja… Sementara untuk filmnya, saya tidak yakin. [Tertawa] [Film itu] semacam film cult klasik, saya rasa aman mengatakan demikian. [Tertawa]”

Soal kepergiannya dari AC/DC dan bergabung dengan DIO:

Simon: “Itu terjadi sekitar tahun 1990. Ini mungkin terdengar sedikit gila, tapi saya benar-benar kehilangan antusiasme saya untuk banyak hal. Anda tidak bisa seperti itu kalau Anda anak band—Anda harus bisa memberi 110 persen—dan antusiasme saya menjadi sedikit sombong, dan itu tidak adil buat mereka, dan pastinya tidak adil buat para fans dan orang-orang yang datang ke konser kami. Jadi saya mulai berpikir, ‘Saya harus pindah dari sini.’ Dan untungnya, melalui teman dari temannya teman, atau apa pun itu, saya bisa bertemu dengan Ronnie [James Dio]. Kami latihan bareng beberapa kali. Terutama untuk album baru yang waktu itu dia kerjakan, yang berjudul Lock Up The Wolves. Saya langsung ikut sesi rekaman, sebelum kami melakukan konser apa pun. Dan kami melakukan itu. Dan semuanya berjalan dengan baik. Saya sudah pernah bertemu Ronnie beberapa kali sebelumnya, dan menurut saya dia adalah orang yang pintar, lucu, dan cerdas. Dan saya suka cara dia bernyanyi, tentunya, bersama [BLACK] SABBATH dan RAINBOW dan bandnya sendiri. Dan semuanya berjalan dengan baik. Ya, itu masa-masa yang indah.”

Wright bertahan di AC/DC selama enam tahun. Sebagai drumer yang belum banyak dikenal yang sempat menjadi bagian dari band metal asal Manchester, Inggris A II Z, dia bergabung dengan AC/DC saat itu untuk tur “Flick Of The Switch” dan manggung bersama para rocker dari Australia tersebut sepanjang tahun ’80-an sebelum pindah ke DIO di 1989.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Loudness

Eksklusif: Mata Mata Musik Ngobrol Bareng dengan Loudness

Band heavy metal legendaris asal Jepang, Loudness, baru saja mampir ke Jakarta untuk menggelar konser di Hard Rock Café Jakarta pada hari Selasa kemarin (12/1

on Nov 14, 2019

Vokalis Lamb Of God Bahas Kondisi Musik di 2019

Menurut vokalis Lamb of God, Randy Blythe, “Kalau kamu duduk di belakang komputer untuk mencela dan menghakimi orang lain, itu bertentangan dengan segala ses

on Oct 21, 2019
Zico

Zico Mengaku Pernah Alami Rambut Rontok Karena Stres

Zico buka-bukaan tentang musik dan kekhawatirannya saat menjadi tamu di acara Kim Shin Young‘s Hope Song At Noon pada 8 Oktober kemarin. Baca juga: Crush

on Oct 10, 2019
Kygo Avicii

Kygo: Avicii Adalah Alasan Mengapa Saya Mulai Membuat Musik

Di dalam wawancara yang dilangsungkan baru-baru ini di Las Vegas, Kygo membahas tentang perjalanan karier musik miliknya sampai inspirasi yang ia dapatkan dari

on Oct 7, 2019