×
×

Search in Mata Mata Musik

Slayer Rayakan ‘International Day Of Slayer’ Dengan Film ‘The Repentless Killogy’

Posted on: 06/8/20 at 9:30 am

Slayer, 2020. (Foto: Gene Ambo).

Sejak hari Sabtu, 6 Juni, untuk pertama kalinya sejak perilisan di teater dan DVD-nya bulan November 2019 lalu, film Slayer: The Repentless Killogy akan membuat debut Video On Demand mereka. Perilisan ini dilakukan dalam rangka merayakan “International Day Of SLAYER”, sebuah hari libur heavy metal tahunan yang memperingati musik tanpa kompromi, nyaring dan menantang dari band thrash metal ikonik dan legendaris, SLAYER.

Sejak hari raya khusus itu dimulai 18 tahun yang lalu, setiap tanggal 6 Juni, penggemar SLAYER telah mengadakan “Slay-out”, gerakan bolos kerja atau bolos sekolah serentak demi menghabiskan hari mendengarkan SLAYER dengan tingkat volume suara sekeras ledakan nuklir, di mobil mereka, di rumah, atau di tempat umum pilihan mereka.

Namun, tahun ini, untuk memastikan setiap penggemar SLAYER tetap bugar dan cadas, “International Day Of Slayer” dapat dihormati atau dirayakan dalam privasi dan kenyamanan rumah kalian sendiri – berubah jadi “Slay-In” nih. Sebagai bagian dari perayaan ini, film fitur SLAYER akan tayang perdana dengan harga khusus US$ 6,66 (Rp 93 ribu) untuk satu minggu, dengan 50% dari hasil keuntungannya disumbangkan atas nama SLAYER, Nuclear Blast dan Global Merchandising Services kepada badan amal Crew Nation milik Live Nation untuk membantu mendukung anggota kru touring musik live yang telah terkena dampak langsung sebagai akibat dari krisis Covid-19.

Baca Juga: Fakecivil “Resistensi Musik Bejat”: Thrash Sebagai Amplifier Kemarahan

Part One alias bagian pertama dari film Slayer: The Repentless Killogy ditulis dan disutradarai oleh BJ McDonnell, yang menyusun dan menyutradarai tiga video musik brutal SLAYER – ‘You Against You’, ‘Repentless’ dan ‘Pride In Prejudice’ – untuk album studio terakhir band thrash metal ini dari tahun 2015, Repentless. Film ini dibuka dengan tiga video musik yang dikumpulkan sebagai satu alur cerita kronologis, dan kemudian dipisahkan menjadi narasi masa kini yang ditulis dan difilmkan khusus untuk film spesial ini.

Part One dari film band thrash metal ini akan dibintangi banyak aktor yang muncul dalam seri video aslinya: Jason Trost (dari film Beats of Rage, Hatchet III), sebagai karakter Wyatt, Danny Trejo (Machete, From Dusk Til Dawn), Richard Speight (Band of Brothers, Supernatural), Derek Mears (Agents Of SHIELD), Jessica Pimentel (Orange Is The New Black), Tyler Mane (X-Men, Halloween II), Bill Moseley (The Devil’s Rejects, The Texas Chainsaw Massacre 2), Caroline Williams (The Texas Chainsaw Massacre 2, Sharknado 4), dan Sean Whalen (Twister, The People Under The Stairs).

Part Two akan menampilkan set live lengkap SLAYER yang mereka tampilkan di Los Angeles Forum di Amerika Serikat (AS) pada 5 Agustus 2017 dan disutradarai oleh Wayne Isham yang telah menyutradarai video musik untuk berbagai artis grade A termasuk METALLICA, FOO FIGHTERS, Michael Jackson, Kelly Clarkson dan Britney Spears. Dipersembahkan di depan salah satu produksi panggung musik paling eye-catching dalam karier band itu, SLAYER menampilkan lagu-lagu favorit penggemarnya termasuk ‘South Of Heaven’, ‘War Ensemble’, ‘Mandatory Suicide’, ‘Dead Skin Mask’, ‘Raining Blood’ dan ‘Angel Of Death’.

Untuk bagian fitur dari film Slayer: The Repentless Killogy, para anggota band – Tom Araya, Kerry King, Gary Holt dan Paul Bostaph – difilmkan saat mendiskusikan album Repentless, para penggemar band thrash metal ini, rasanya menjadi anggota “Big Four”, dan banyak lagi pada segmen A Prequel to Slaying….

SLAYEEEEEEEEEERRRRRRRRGGHHHH…!!!

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Metallica

    35 Tahun Metallica "Master Of Puppets", Album Terbaik Sepanjang Masa

    Metallica circa 1986. (Foto: Ross Halfin via Metallica.com). Bagi sebagian besar kritikus dan penggemar, Master of Puppets adalah album terbaik Metallica. S

    on Mar 4, 2021
    Industri Hiburan

    Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi Tentang Lumpuhnya Industri Hiburan

    JogjaROCKarta Festival, salah satu ikon industri hiburan kota Yogyakarta. (Foto: dok. Rajawali Indonesia). Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Setahun

    on Mar 3, 2021
    Irfan Sembiring

    Irfan "Rotor" Sembiring, Legenda Metal Indonesia Telah Berpulang Ke Si...

    Penampilan Irfan Sembiring, sesudah dan sebelum, masa kini dan masa lalu. Kabar duka tentang kepergian Irfan Sembiring, sang legenda musik extreme metal Ind

    on Feb 16, 2021
    Pantera era jadul

    Rex Brown Ogah Reissue 4 Album Awal Era Lawas Pantera: Itu Bukan Pante...

    Pantera di era 1980-an. Pantera memang sudah bubar sejak tahun 2003, namun warisan musiknya abadi. Tetapi enggak seperti band berstatus legendaris pada umum

    on Feb 8, 2021