×
×

Search in Mata Mata Musik

Logo “Smiley Face” Nirvana Milik Kurt Cobain Kini Diklaim Oleh Orang Lain

Posted on: 09/26/20 at 3:00 pm

Logo "Smiley Face" Nirvana Milik Kurt Cobain Kini Diklaim Oleh Orang Lain
Seorang model pakai t-shirt Nirvana “Smiley Face”. (Foto: Melodie Jeng).

Bagi yang belum tahu, ternyata selama dua tahun terakhir ini, Nirvana telah terlibat dalam gugatan hak cipta atas logo “smiley face” mereka.

Pada Desember 2018, Nirvana mengambil tindakan hukum terhadap Marc Jacobs. Gugatan tersebut menyatakan bahwa koleksi desain pakaian grunge desainer fesyen tersebut menjiplak logo Nirvana. Marc Jacobs akhirnya meminta agar gugatan itu dibatalkan, namun hal itu terus berlanjut selama hampir dua tahun.

Baca juga: 50 Album Terfavorit Dalam Jurnal Sang Legenda Grunge, Kurt Cobain

Logo wajah tersenyum ikonik Nirvana itu digunakan di beberapa item dalam koleksi “Bootleg Redux Grunge” Marc Jacobs termasuk t-shirt, sweater, dan sepasang kaus kaki. Setiap item mengganti tulisan Nirvana klasik di bagian atas dengan “HEAVEN” menggunakan font yang sangat mirip. Selain itu, masing-masing mata pada bagian wajah tersenyum telah diedit untuk mencerminkan “M” dan “J” untuk Marc Jacobs, bukan “X”.

Marc Jacobs sebelumnya mengakui bahwa desainnya “terinspirasi oleh t-shirt konser Nirvana antik dari tahun 1990-an”. Merek tersebut mengklaim bahwa desain mereka cukup unik karena telah didesain ulang untuk menyertakan logo klasik “M” dan “J” dari Marc Jacobs.

Nirvana telah memiliki merek dagang untuk logo tersebut sejak 1992. Kurt Cobain dulu dilaporkan membuatnya untuk brosur konser era Nevermind 1991. Namun, pada November 2019 lalu, Marc Jacobs mengajukan gugatan balik terhadap pendaftaran hak cipta Nirvana. Menurut dokumen tersebut, Marc Jacobs mengklaim pendaftaran tersebut “nggak valid dan nggak bisa dilaksanakan”.

Nah sekarang, giliran seorang seniman grafis asal California yang mengklaim bahwa doi lah yang mendesain logo wajah tersenyum itu, bukan Kurt Cobain. Robert Fisher, seorang desainer grafis lepas, mengajukan mosi pada 13 September untuk campur tangan dalam litigasi federal yang sedang berlangsung. Doi mengklaim bahwa doi adalah pencipta logo “smiley face” Nirvana.

Menurut Billboard, Robert Fisher mengatakan bahwa doi bekerja sebagai art director di Geffern Records ketika doi mendengar kabar Nirvana dikontrak label rekaman tersebut. Robert Fisher mengaku dirinya sudah menjadi penggemar Nirvana pada saat itu. Akhirnya, doi mulai mengerjakan desain album yang akan datang dengan mereka.

Baca juga: Gitar Kurt Cobain di Konser MTV Unplugged Dilelang Laku Rp 85 Miliar

Robert Fisher mengaku pernah berkolaborasi dengan Nirvana selama beberapa bulan di sampul album Nevermind. Doi dikabarkan menunjukkan gambar bayi telanjang berenang yang akhirnya menjadi ikon artwork album tersebut.

Setelah itu, Robert Fisher menyatakan bahwa doi menjadi “orang yang tepat bagi Nirvana untuk hampir semua kebutuhan desain grafisnya”. Hubungannya dengan Nirvana dilaporkan berlanjut setelah kematian Kurt Cobain pada 1994 dan setelah doi meninggalkan Geffen Records pada 1999.

Pada tahun 1991, Robert Fisher dilaporkan didekati untuk membuat desain t-shirt. Doi menyatakan bahwa doi “mulai bermain-main dengan variasi dari wajah tersenyum yang doi gambar di tahun terakhirnya di Otis College, ketika kultur acid sedang berada di puncaknya”. Akhirnya, doi diduga mendesain logo kuning wajah tersenyum itu setelah serangkaian draf lainnya.

Robert Fisher mengatakan desainnya persis seperti yang diajukan untuk hak cipta oleh Nirvana. Selain itu, doi nggak pernah menjadi karyawan resmi Nirvana, Inc. dan nggak pernah membuat perjanjian dengan band. Oleh karena itu, pekerjaannya nggak bisa dianggap sebagai pekerjaan untuk disewa.

Menurut pengacara Robert Fisher, Inge De Bruyn, doi baru mengetahui belum lama ini bahwa Kurt Cobain dikreditkan untuk pembuatan logo wajah tersenyum itu.

“Dia juga nggak menyadari bahwa, pada 1993, Nirvana, Inc. mendaftarkan hak cipta untuk desain t-shirt “Happy Face”, menyebut dirinya sebagai penciptanya,” kata Inge De Bruyn. “Robert selalu menjadi orang yang agak tertutup dan nggak memakai hasil yang dicapainya dalam keyakinannya. Meskipun demikian, ada garis yang jelas antara orang-orang yang berspekulasi tentang asal-usul dan kepenulisan karyanya, dan kesalahan tersebut diatribusikan kepada orang lain. Kebanyakan orang kreatif akan keberatan dengan itu. Seniman berhak mendapatkan penghargaan yang layak atas karyanya. Seringkali, hanya itu yang mereka dapatkan”.

Mengikuti semua masalah ini, Bert H. Deixler, pengacara Nirvana LLC, mengatakan kepada Los Angeles Times bahwa klaim Robert Fisher “tidak berdasar secara faktual dan hukum”. Selain itu, mereka akan “keras” menantang saat gugatan berlanjut.

Apa pendapat lo tentang gugatan logo Nirvana? Beri tahu kami di kolom komentar di bawah ya.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    BIAS

    Alt-Rocker Bias Angkat Kesetaraan Gender Via Single 'Selir Pemberontak...

    Bias. (Foto: dok. Bias). Semua orang enggak wajib jadi Feminis, tapi semua orang wajib jadi Humanis. Kesetaraan, keharmonisan, dan simbiosis mutualisme anta

    on Feb 1, 2021
    Mark Slaughter

    Mark Slaughter: Grunge Nggak Bunuh Hard Rock ‘90-an Tapi Orang-Orang...

    Mark Slaughter. (Foto: Thom Hazaert). Setelah Gilby Clarke, giliran vokalis band veteran hard rock Slaughter, Mark Slaughter yang baru-baru ini berbincang-b

    on Jan 25, 2021
    Pearl Jam

    Pearl Jam Beri Ancaman Ke Band Tribute Pearl Jam Asal Inggris Supaya G...

    Pearl Jamm, band tribute to Pearl Jam asal Inggris. (Foto: Facebook/Legal Jam). Band tribute Pearl Jam asal Inggris, Pearl Jamm telah mengubah namanya menja

    on Jan 21, 2021
    Vicky Cornell

    Janda Alm. Chris Cornell Menegaskan Album Final Soundgarden Akan Diril...

    Soundgarden. (Foto: Michael Lavine). Jandanya Chris Cornell, Vicky Cornell telah menyatakan bahwa semua musik almarhum suami dan vokalis Soundgarden itu yan

    on Dec 16, 2020