×
×

Search in Mata Mata Musik

Soundgarden Tuntut Janda Chris Cornell Atas Tuduhan Korupsi Uang Konser Amal

Posted on: 05/8/20 at 7:00 am

Soundgarden. (Foto: Getty Images).

Anggota dari band grunge legendaris Soundgarden yang masih hidup telah membalas gugatan dari janda almarhum Chris Cornell, Vicky Cornell, dengan menuduh bahwa dia telah menggunakan dana dari konser amal 2019 mereka untuk “keperluan pribadinya” sendiri. Mereka juga berpendapat bahwa Vicky Cornell telah mengambil alih akun media sosial Soundgarden tanpa izin, dan sebelumnya mereka juga telah menanggapi klaimnya atas hak lagu-lagu band yang belum dirilis yang direncanakan untuk album Soundgarden baru.

Kembali pada bulan Desember lalu, Vicky Cornell menggugat anggota Soundgarden, dengan menuduh bahwa mereka berusaha mengklaim kepemilikan atas tujuh lagu Soundgarden yang belum dirilis dan menahan royalti darinya karena perselisihan tersebut. Band ini bersikeras bahwa lagu-lagu itu dimaksudkan untuk album Soundgarden yang baru, tetapi Vicky Cornell mengklaim bahwa tidak ada perjanjian formal yang dibuat antara Chris Cornell dan teman-teman bandnya tentang tujuan yang dimaksud.

Baca juga: Istri Chris Cornell Gugat Soundgarden Atas Royalti & Hak Cipta

Dalam gugatan balik mereka, diajukan pada Rabu (6 Mei) lalu, dan diterbitkan oleh Rolling Stone, anggota Soundgarden Matt Cameron, Kim Thayil, dan Ben Shepherd tidak hanya menanggapi klaim itu, tetapi juga memungut sejumlah tuduhan serius lainnya terhadap Vicky Cornell. Salah satu yang paling menyolok adalah bahwa dia telah menggunakan hasil keuntungan dari konser all-star pada Januari 2019 lalu, I Am the Highway: A Tribute to Chris Cornell, untuk “keperluan pribadi dirinya sendiri dan keluarganya,” terlepas dari tujuan acara tersebut yang berniat mengumpulkan uang untuk organisasi amal Chris and Vicky Cornell Foundation.

Kim Thayil dan Ben Shepherd (Soundgarden) saat tampil di I Am The Highway: Tribute To Chris Cornell, tahun 2019 lalu. (Foto Oleh Kevin Mazur/Getty Images).

Para anggota Soundgarden mengatakan bahwa mereka tampil secara gratis dengan pengetahuan bahwa semua hasilnya akan disumbangkan, dan bahwa konser itu telah menghasilkan jutaan dolar. Mereka menuntut Vicky Cornell atas “bujukan palsu” dan menuduh bahwa “Vicky Cornell tidak memiliki niat untuk menggunakan sebagian atau semua pendapatan dari konser tribute untuk Chris Cornell untuk tujuan amal”. Para musisi Soundgarden itu sekarang mencari “kompensasi ganti rugi yang sewajarnya” untuk penampilan mereka.

Pengacara Vicky Cornell, Marty Singer, telah menanggapi gugatan itu, dengan mengklaim bahwa anggota Soundgarden telah dibayar US$ 78 ribu (Rp 1,1 miliar) untuk penampilan mereka, dan bahwa “setiap sen dari uang yang dihasilkan oleh konser telah dialokasikan dan dipertanggungjawabkan secara tepat”.

Soundergarden juga mengklaim bahwa Vicky Cornell telah mengambil alih akun media sosial band tanpa izin. Menurut gugatan mereka, Vicky telah “menghapus komentar penggemar dan secara personal telah memposting gambar dan komentar ke halaman media sosial band yang dapat diakses secara publik. Beberapa dari postingan tersebut oleh Vicky Cornell dimaksudkan untuk merendahkan citra band dan anggota band yang masih hidup”.

Baca juga: Soundgarden ‘Sangat Mungkin’ Rilis Album Baru dengan Vokal Chris Cornell

Mengenai tujuh lagu yang belum dirilis, anggota Soundgarden berpendapat bahwa Vicky sangat menyadari bahwa trek vokal Chris Cornell pada dasarnya selalu ditujukan untuk album Soundgarden baru, dan bukan untuk karya solo atau proyek lainnya. Gugatan balik mereka menuduh bahwa Vicky mengajukan keluhan itu dengan “tujuan memeras Soundgarden agar mereka menyerahkan hak yang secara legal dia tidak berhak peroleh, dan memaksa Soundgarden untuk secara prematur mendistribusikan royalti musik Soundgarden kepadanya”.

Selain itu, Soundgarden juga telah merilis data percakapan email antara Matt Cameron dan Vicky Cornell, di mana Cameron meminta akses ke file trek vokal Chris Cornell, yang ada di laptop yang dikembalikan oleh band ke Vicky setelah kematian suaminya. Sebagai gantinya, Vicky tampaknya mengakui bahwa dia ingin melihat Soundgarden merilis lagu-lagu itu untuk para penggemar, tetapi bersikeras bahwa dia harus ikut serta dalam proses pemilihan produser yang band ingin garap untuk proyek tersebut. Yang ditanggapi oleh Matt Cameron sebagai berikut:

“Kami tidak memiliki masalah dengan menyertakan kamu/Ron/label dengan rencana pemasaran setelah musik baru telah selesai, tetapi kami harus menyelesaikan musiknya terlebih dahulu. Kami ingin mendapat kesempatan untuk menggunakan vokal Chris Cornell dari berbagai demo-nya untuk merakit lagu baru. Tiga dari lagu yang aku tulis bersama, 1 lagu yang ditulis bersama Ben Sheperd, Chris Cornell menulis 2 lagu secara full, Kim Thayil ikut menulis 1 lagu. Mungkin ada lebih banyak vokal/lagu sudah jadi yang terkubur di suatu tempat di dalam file itu, kami tidak akan tahu sampai kami mendengarkannya. Aku telah menyediakan Peter dengan daftar produser yang akan aku hubungi untuk proyek tersebut. Tampaknya kamu tidak tahu siapa Butch Vig, tetapi dia sangat cocok untuk hal seperti ini, dalam merakit ulang lagu dari materi sumbernya. Chris Cornell selalu merekam demo yang luar biasa, sangat beruntung bagi kami, vokal demo-nya sangat sempurna untuk lagu-lagu baru ini. Kita hanya perlu menemukan trek vokalnya dari file demo/komputernya. Kamu menggabungkan banyak topik yang tidak berhubungan dalam email kamu. Kami tidak akan pernah melakukan apa pun untuk menodai warisan Chris Cornell, warisan yang kami merasa sangat terhormat telah menjadi bagian darinya”.

Sesuai email Matt Cameron, sepertinya Soundgarden mengincar Butch Vig (produser album Nirvana Nevermind) sebagai produser yang ideal untuk album baru mereka. Gugatan balik lengkapnya menawarkan lebih banyak rincian tentang materi Soundgarden yang belum dirilis, dan hal-hal lainnya. Silakan dilihat secara lengkap di ujung artikel ini.

Dalam Instagram Stories-nya, Vicky Cornell menanggapi balasan Soundgarden itu, dengan menyatakan:

“Seperti yang dikatakan oleh Chris tersayangku, ‘Mereka telah mencapai titik terendah yang benar-benar baru’. Yang sangat mudah disangkal… Saat kamu menyerang yayasan kami, kamu menyerang warisan suamiku. Yayasan ini tidak ada hubungannya dengan masalah siapa yang memiliki rekaman vokal Chris Cornell. Tuduhan mereka adalah usaha yang disengaja untuk tidak hanya merusak kredibilitasku, tetapi juga yayasan yang aku dan suamiku telah ciptakan dan semua yang KAMI telah perjuangkan”.

Chris Cornell meninggal dunia pada 18 Mei 2017, setelah konser Soundgarden di Detroit, Amerika Serikat (AS). Penyebab resmi kematiannya adalah bunuh diri dengan cara menggantung diri.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    The Smile

    The Smile, Band 2 Personel Radiohead, Siap Rilis Album: "Bukan Rock"

    The Smile (ki-ka: Tom Skinner, Jonny Greenwood, dan Thom Yorke). The Smile adalah band baru bentukan dua personel Radiohead, Thom Yorke dan Jonny Greenwood.

    on Jul 26, 2021
    Coheed and Cambria

    Coheed and Cambria Beri Gambaran Album Baru Via Single 'Shoulders'

    Coheed and Cambria (Foto: Jimmy Fontaine). Coheed dan Cambria kembali dengan single baru yang berjudul 'Shoulders'. Musik baru pertama mereka sejak lagu kej

    on Jul 22, 2021
    Kuburan Band

    Kuburan Digamit BNN Karena Lagu 'Jauhi Narkoba Utamakan Keluarga'

    Kyubyuran band (Foto: dok. band). Kuburan kembali pasca kolaborasi Rocket Rockers X Kuburan dengan single 'KRNY' pada awal 2021 lalu. Masih di momentum dua

    on Jul 12, 2021
    Dave Grohl Nirvana Disko

    Dave Grohl Blak-Blakan Soal Isian Dram Nirvana "Nevermind" Ngejiplak

    Dave Grohl (Foto: via From Cradle to Stage (Paramount+)). Dave Grohl mengungkapkan secara blak-blakan bahwa doi menjiplak dari musik disko lawas dan R&B

    on Jul 5, 2021