×
×

Search in Mata Mata Musik

Spotify Hadirkan Fitur Live Stream: Virtual Event Dengan Songkick & Ticketmaster

Posted on: 09/16/20 at 8:30 am

Spotify Hadirkan Fitur Live Stream: Virtual Event Dengan Songkick & Ticketmaster
Spotify Virtual Event.

Spotify pada hari ini, 16 September 2020 resmi mengumumkan peluncuran fitur acara virtual, yang memungkinkan para penggemar musik terhubung untuk menyaksikan pertunjukan artis idolanya secara live streaming.

Baca juga: Michael Sweet (Stryper) Nggak Sabar Menunggu Spotify Akhirnya Musnah

Intergrasi ini menjadi penting untuk menjawab keresahan akibat hilangnya hiburan konser offline, yang harus tiarap selama pandemi kopad-kopid ora jelas ini berlangsung entah sampai kapan. Makanya disebut “ora jelas”.

“Dengan sebagian besar tur ditunda hingga 2021 dan digantikan konser online, Spotify ingin memudahkan para penggemar untuk tetap dapat terhubung secara virtual baik itu untuk artis yang kamu sukai atau yang baru kamu temukan untuk pertama kalinya,” kata Spotify, dilansir dari Techcrunch.

Pada fitur ini artis dapat membuat daftar kegiatan mereka secara streaming di Spotify pada platform apa pun seperti Twitch, Instagram Live, YouTube Live dan lain sebagainya. Acara virtual lainnya juga dapat dibagikan ke Spotify berkat kemitraannya dengan Songkick dan Ticketmaster.

Daftar konser live streaming ini tersedia pada pilihan ‘On tour’ yang bisa lo temukan pada profil artis, serta di hub konser Spotify.

Spotify Virtual Event.
Spotify Virtual Event.

Sementara itu, Bill Ashton selaku Managing Director Songkick melihat langkah ini sebagai peluang besar meskipun penggemar musik di seluruh dunia masih mendambakan pengalaman live menonton artis favorit mereka tampil.

“Kami melihat ini justru sebagai peluang besar, untuk membawa kemitraan kami dengan Sportify yang berkomitmen untuk bisa terus menghubungkan artis dengan penggemar mereka secara virtual, setidaknya selama masa pandemi ini,” kata Bill Ashton menjelaskan.

Pada kenyataanya para pekerja seni musik saat ini sangat terpukul, bahkan virtual konser berbayar sekalipun kabarnya belum bisa membantu mengimbangi sebagian besar pendapatan tur yang hilang. Penghentian enam bulan akibat protokoler Kesehatan Covid-19 menurut data World Economic Forum diperkirakan merugikan industri musik lebih dari US$ 10 miliar (sekitar Rp 148,4 triliun) dalam bentuk sponsor.

Industri musik global bernilai lebih dari US$ 50 miliar (sekitar Rp 742,3 triliun), dengan dua aliran pendapatan utama. Yang pertama, musik live, menghasilkan lebih dari 50 persen dari total pendapatan, dan sebagian besar berasal dari penjualan tiket.

Baca juga: CEO Spotify Kembali Tuai Kecaman Karena Tolak Tingkatkan Jumlah Royalti Musisi

Penjualan rekaman fisik, yang mewakili seperempat dari pendapatan musik rekaman musik, turun sekitar sepertiga, nggak mengherankan mengingat penutupan toko ritel yang terjadi selama pandemi kopad-kopid ora jelas.

New Normal Konsumsi Musik

Berdasarkan laporan perusahan layanan streaming Cina Tencent Music Entertainment (TME), hantaman virus Corona sejauh ini juga telah mengubah cara orang menikmati musik ke platform digital. Perubahan itu bisa dilihat ketika banyak konsumen kini lebih memanfaatkan aplikasi rumah di TV dan perangkat pintarnya. Suatu “new normal” bagi para penikmat musik di era yang serba menuntut serba beradaptasi dengan hal-hal dan kebiasaan-kebiasaan baru.

“Meskipun ada beberapa dampak pada layanan hiburan sosial, kami mulai melihat pemulihan yang moderat belakangan ini. Pada kuartal pertama tahun 2020, pendapatan langganan musik online meningkat 70% dari tahun ke tahun. Jumlah pengguna yang membayar musik online mencapai 42,7 juta, meningkat sebesar 50,4%,” tutur Tsai Chun Pan, Wakil Presiden Grup Departemen Kerjasama Konten TME.

Sportify juga mengungkapkan selama kuartal pertama tahun ini, ditemukan perubahan mendasar rutinitas konsumen, dengan menggambarkan perilaku mendengarkan musik seperti kebiasaan akhir pekan yang santai.

Memang berdasarkan data awal sempat terjadi penurunan streaming sebesar 7-9 persen di beberapa pasar, namun kini terus membaik. Pada saat yang bersamaan, justru permintaan untuk hiburan video musik digital cenderung meningkat yang mengindikasikan adanya perubahan perilaku masyarakat.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Facebook Mark Zuckerberg

Facebook Ancam Hapus Akun Yang Live Streaming Dengan Konten Berhak Cip...

Nyang si empunya Pesbuk, Mark Zuckerberg. (Foto: JD Lasica). Seperangkat pedoman baru yang dirilis oleh Facebook belum lama ini telah membuat band-band di s

on Sep 14, 2020
Jimin-Jennie-PSY

30 Peringkat Lagu Oleh Artis Solo K-Pop Yang Paling Sering Diputar Di ...

Foto: Jimin BTS (Babyitsu) / Jennie BLACKPINK (Scott Dudelson/Getty Images), PSY (via YouTube). Spotify telah menjadi salah satu platform musik streaming ya

on Sep 14, 2020
Midtown Carousel band

Single 'Happy Birthday' Jadi Kado Ulang Tahun Pop-Punk Dari Midtown Ca...

Midtown Carousel. Setelah merilis single terakhirnya, ​'Rose' ​pada Desember 2019 lalu, ​trio band "kord tiga jurus" ​asal Bandung, Midtown Carousel

on Sep 13, 2020
Soulnation Melomaniac September 2020

KIM!, KRLY, Teddy Adhitya Jadi Headliner Melomaniac 5 Soulnation Virtu...

Pastikan jadwal konser musik live virtual, Melomaniac 5th Episode: Soulnation Virtual Edition pada tanggal 5 September 2020 pukul 19.30 WIB  yang dipe

on Sep 4, 2020