×
×

Search in Mata Mata Musik

Stererophonics dan Lewis Capaldi Dikritik Karena Tetap Konser di Tengah Wabah Corona

Posted on: 03/21/20 at 6:02 am

Stereophonics
Stereophonics (Foto: Instagram.com/@stereophonicsofficial).

Stereophonics menuai protes dan cacian karena menggelar konser di tengah merebaknya himbauan untuk menghindari keramaian demi mencegah menyebarnya wabah COVID-19. Mereka menggelar konser Cardiff’s Motorsport Arena yang merupakan bagian dari Kind 2020 Tour.

Gambar dan video yang dibagikan di media sosial dari akun Twitter resmi band ini menggambarkan bagaimana penggemar memutuskan untuk menghadiri pertunjukan dalam jumlah mereka, meskipun acara pengumpulan massal besar lainnya dibatalkan. Namun tak sedikit yang memberikan komentar dengan kemarahan dan mengatakan bahwa keputusan band untuk melanjutkan tur dan konser sebagai bentuk tidak bertanggung jawab dan egois.

Menanggapi cercaan dan kritikan yang diterima, juru bicara Stereophonics angkat bicara. Mereka mengatakan bahwa konser ini tidak melanggar hukum karena belum ada larangan dari pihak pemerintah.

Baca juga: Lewis Capaldi Jadi Pemenang Utama di Brit Awards 2020 yang Didominasi Musik Rap

“Pemerintah Inggris pada fase ini mengatakan belum memerlukan adanya larangan pertemuan publik berskala besar. Atas pedoman itu, kami melanjutkan tiga pertunjukan terakhir dari tur Inggris kami yang berlangsung Jum’at, Sabtu dan Minggu sebagaimana acara lainnya di industri hiburan,” ujarnya seperti dikutip dalam pernyataan yang mereka keluarkan.

Lewis Capaldi
Lewis Capaldi (Foto: Instagram.com@lewiscapaldi).

Tak hanya Stereophonics yang tetap menggelar konser di tengah wabah virus Corona, Lewis Capaldi tetap menggelar konsernya di Aberdeen, Inggris pada 15 Maret 2020. Seperti dikutip dari NME, tiket konser yang digelar di P&J Live habis terjual dengan jumlah penonton kurang lebih 11.000 orang.

Konser ini menuai kritikan keras karena nekat digelar di tengah wabah virus Corona. Juru bicara penyanyi berusia 23 tahun ini bersikeras bahwa konsernya di Skotlandia pada hari Minggu berjalan sesuai rencana dengan kepatuhan penuh serta saran pemerintah tentang membatasi pertemuan massa, untuk mengangkat ketegangan pada pekerja darurat.

“Pertunjukan terakhir dari tur arena Inggris Lewis di Aberdeen pada hari Minggu 15 Maret berjalan sesuai dengan dokumen penasehat tentang pertemuan massa yang dikeluarkan oleh pemerintah Skotlandia pada jam 1 siang pada hari yang sama,” ujarnya.

“Dokumen tersebut menyatakan bahwa saran tersebut berlaku mulai Senin 16 Maret dan tidak diharapkan berdampak signifikan pada penyebaran Covid-19, dan ini bukan tujuannya, tetapi bertujuan untuk mengurangi tekanan pada layanan publik, termasuk layanan darurat,” lanjutnya.

Dalam konser tersebut Lewsi Capaldi juga mengingatkan kepada para penonton untuk mencuci tangan.

“Kita bisa saja terkena Corona. Maka cucilah tanganmu, Aberdeen. Cucilah tanganmu,” ujarnya.

Penerjemah: Fajar Nugroho
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Konser

    Uji Konser Tanpa Social Distancing Primavera Sound Hasilkan 0% Terinfe...

    PRIMA-CoV. (Foto: via Primavera Sound). Pakar penyakit menular Dr. Anthony Fauci berharap konser di Amerika Serikat (AS) bisa kembali digelar pada musim gug

    on Jan 19, 2021
    Konser

    Pakar Penyakit Menular Dr. Fauci Optimis Konser Kembali Digelar Pada T...

    Dr. Fauci. (Foto: dok. Consequence of Sound). Pada konferensi virtual yang diselenggarakan oleh Association of Performing Arts Professionals, Dr. Anthony Fa

    on Jan 12, 2021
    Boss Metal Zone

    Diagram Efek Gitar Metal Zone Dirumorkan Sebagai Chip 5G Dalam Vaksin ...

    "5G chip diagram" dan pedal efek Boss Metal Zone. Kita telah memasuki era di mana realitas yang nggak masuk akal adalah hal yang masuk akal. Hal yang non-lo

    on Jan 6, 2021
    SOS Fest

    Fitur Foo Fighters & Lainnya, SOS Fest Raup Rp 28 Miliar Untuk Bantu V...

    SOS Fest. Seiring dengan berlanjutnya Laporan Tahunan, kita akan melihat beberapa perubahan pada musik live di tahun 2020 di mana sebagian besar dunia berst

    on Dec 30, 2020