×
×

Search in Mata Mata Musik

Stoner Rocker Juggernaut Mengajak Kembali Ke EP “Masa Pertengahan”

Posted on: 10/26/20 at 10:00 am

Stoner Rocker Juggernaut Mengajak Kembali Ke EP "Masa Pertengahan"
Jaggernaut.

Setelah sebelas tahun, mini album Juggernaut dibangkitkan kembali oleh Rekam Jaya sebagai bagian dari program reissue dan dokumentasi arsip musik.

Baca juga: Unit Stoner Rock Suri Lepas Single Terbaru Mereka

Masa Pertengahan adalah tajuk mini album alias EP milik unit stoner rock/metal asal kota Malang, Juggernaut. EP ini sebelumnya pernah dirilis dalam format digital melalui netlabel ReloadYourStereo/Apokalip (2009) dan Megavoid (2012). Kedua arsip tersebut sudah raib ditelan gelombang pasang platform media dan api peradaban teknologi.

Merasa sayang jika karya rekaman tersebut hilang begitu saja dan hanya sempat dinikmati oleh segelintir orang, maka Rekam Jaya berinisiasi untuk merilis kembali Masa Pertengahan kepada publik luas. Masih dalam format digital melalui kanal Bandcamp, dan juga gratis seperti pertama kalinya dirilis sebelas tahun lalu.

Mini album Masa Pertengahan berisi lima buah lagu, yakni ‘Prajurit Perang’, ‘Kanibalisme ala Jawa’, ‘Jejak Langkah’, ‘Nyanyian Anak Rimba’, serta ‘Lagu Tentang Kotoran’. Tema utama dari mini album ini memang seputar peradaban pada abad pertengahan di wilayah Nusantara. Ternyata, kondisinya masih nggak jauh beda dengan masa modern saat ini yang juga penuh konflik, intrik politik, perebutan kekuasaaan, hingga perusakan alam.

Artwork cover EP Masa Pertengahan oleh Jaggernaut.
Artwork cover EP Masa Pertengahan oleh Jaggernaut.

Juggernaut sejatinya adalah tiga orang anggota dari grup band Skolastik, yaitu Dogolkill, Bayu Cahyo, dan Srik. Secara musikal, Juggernaut mengaku dipengaruhi oleh AC/DC, Led Zeppelin, Black Sabbath, Iron Maiden, Metallica, Guns N’ Roses, Candlemass, High On Fire, Mastodon, Sepultura, Deftones, Soulfly, hingga Rage Against The Machine.

Ketiga personil Juggernaut itu asli Arek Malang yang tinggal di perantauan. Dogolkill adalah seorang bapak muda dan karyawan di salah satu bank milik BUMN yang saat ini bertugas di Pekan Baru. Bayu Cahyo menjabat sebagai kepala sekolah di kawasan Freeport McMoran, Tembagapura Papua. Sedangkan Srik adalah seorang pegawai negeri sipil di kota Bondowoso, Jawa Timur.

Semangat bermusik dan produktifitas Juggernaut cukup menarik untuk dicermati. Tuntutan rumah tangga, profesi, serta tempat tinggal yang berjauhan nggak pernah menyurutkan niat trio itu untuk berkarya. Ini seperti obsesi berlebih dari karyawan bank, kepala sekolah, dan pegawai negeri yang hanya bisa bertemu paling banyak enam bulan sekali.

Materi musik untuk EP Masa Pertengahan direkam ketika mereka berkumpul pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2009 di studio AA dan 5Art Studio (Malang). Untuk proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Elek Taufiq. Dua kawan mereka dari band Sweet Memories, Norman dan Dicky, juga ikut mengisi vokal latar pada lagu ‘Prajurit Perang’. Ilustrasi sampul EP ini didesain oleh Norman Bahagia dan Dogolkill.

Sebelum itu, pada masa cuti lebaran tahun 2008, Juggernaut sempat merekam single ‘Prajurit Perang’ di AA Studio (Malang). Versi demo dari tembang tersebut pernah disebarkan secara bebas melalui situs web Apokalip.com sebagai perkenalan.

“Sejak awal kami sadar, Juggernaut mungkin hanya akan fokus bikin lagu di studio dan hampir tidak mungkin untuk tampil live!” kata Dogolkill, pada tahun 2009 silam. Ternyata mereka salah sangka. Pada 22 Maret 2015, Juggernaut tiba-tiba diajak manggung di Houtenhand Bar (Malang) dan tampil bersama Heast, Kief, Vrosk dan Gufo. Itu jadi panggung pertama dan satu-satunya pengalaman show Juggernaut sejauh ini. Entah esok hari…

Menariknya lagi, sejak merilis Masa Pertengahan, formasi Juggernaut menjadi sangat luwes dan nggak kaku. Ada beberapa kawan dekat yang kerap membantu proses bermusik Juggernaut, mereka adalah Noorman (C4), Yusron (Skolastik), dan MX Ibrahim (Skolastik). Mereka berenam sewaktu-waktu bisa berkumpul bersama di teras depan rumah salah satu personil atau studio rekaman untuk membahas proses bermusik Juggernaut selanjutnya.

Masa Pertengahan dirilis ulang secara spesial oleh Rekam Jaya melalui kanal Bandcamp sejak tanggal 17 Oktober 2020. Kemungkinan akan dirilis juga dalam format dan platform lainnya ke depan. Sekali lagi, proyek ini sekaligus sebagai bagian dari program reissue karya rekaman lawas dan dokumentasi arsip musik yang dilakoni Rekam Jaya.

Selamat datang di Masa Pertengahan dan semoga kita mampu memenangkan segala pertempuran. Salam dari para prajurit perang Juggernaut dan Rekam Jaya. Mari angkat pedang dan tombak!

Baca juga: Mastodon Sedang Bekerja Keras untuk Album Baru 2020

Dengarkan Masa Pertengahan EP melalui kanal Bandcamp Rekam Jaya:

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Deathgasm

    Studi Baru: Selera Musik Bisa Menentukan Kepribadian Seseorang

    Adegan ikonik film "Deathgasm" (2015). Artikel ini cukup menarik, terutama bagi lo yang sedang mencari pasangan tambatan hati alias pacar. Atau bahkan jodoh

    on Apr 6, 2021
    Tony Iommi

    Tony Iommi Beda Pendapat Dengan Gene Simmons Soal "Rock Is Dead"

    Tony Iommi. (Foto: Future / Olly Curtis). Selama bertahun-tahun, Gene Simmons dari KISS telah menyuarakan pendapatnya - dalam beberapa kesempatan berbeda -

    on Apr 2, 2021
    Gojira

    Gojira Rilis Single 'Amazonia' Sambil Galang Dana Untuk Suku Amazon

    Gojira. (Foto: Gabrielle Duplantier). Gojira telah meluncurkan single baru berjudul 'Amazonia' beserta video musiknya menjelang album mendatang mereka, Fort

    on Mar 27, 2021
    Metallica

    35 Tahun Metallica "Master Of Puppets", Album Terbaik Sepanjang Masa

    Metallica circa 1986. (Foto: Ross Halfin via Metallica.com). Bagi sebagian besar kritikus dan penggemar, Master of Puppets adalah album terbaik Metallica. S

    on Mar 4, 2021