×
×

Search in Mata Mata Musik

Stryper: Pengibar Metal Religius Paling Sukses

Posted on: 01/1/20 at 11:05 pm

Stryper 2019 (Foto: Frontiers Music)

Stryper seperti tidak pernah kropos termakan usia walau para punggawanya sudah jalan ke kepala enam. Dan tidak pernah lelah ‘berdakwah’ melalui lagu-lagu rohaninya yang dikemas secara cadas dari Glam Metal, Hard Rock hingga Heavy Metal dengan sentuhan pop-rock yang manis. Selain masih rajin tur ‘ngamen’ ke seantero berbagai benua, band kelahiran Orange County, California, Amerika Serikat ini juga produktif membuat karya-karya baru.

Pentolan Stryper Michael Sweet mengatakan bahwa ia telah menulis 11 lagu untuk album studio terbaru bandnya. Sebagai proyek lanjutan album rilisan 2018 mereka God Damn Evil ini akan direkam pada bulan Januari dan Februari 2020 dan dirilis pada musim panas nanti. Serta merupakan album pertama band heavy metal bernafaskan gospel ini dengan personil baru, yaitu mantan bassis Firehouse, Perry Richardson, yang bergabung dengan Stryper pada musim gugur 2017 sebagai pengganti bassis lama mereka, Tim Gaines.

Sebelumnya pada hari Senin, 30 Desember lalu, Michael Sweet muncul di akun Instagramnya menulis: “Sudah dimulai. Album ini telah ditulis dan siap meluncur. 11 lagu yang akan meluncur untuk 11. Kawan-kawan kami akan keluar seminggu dari hari ini. Ini akan menjadi album pertama kami bersama @perryrichardson777 dan saya tidak sabar untuk menunggu seluruh dunia mendengar kemampuan bass dan vokalnya. Kami lebih kuat dari sebelumnya, lebih baik dari sebelumnya dan lebih bertekad dari sebelumnya. @stryper terus membuktikan para pembenci dan kritik bahwa mereka salah tahun demi tahun. 36 tahun dan tetap menghitung. Kami diabaikan oleh industri sejak lama, namun kami terus bergerak dan berkembang dan tidak ada tanda-tanda bahwa kami akan melambat. Kami memiliki penggemar terbaik di dunia dan karenanya kami dapat terus merekam, tur, dan berkembang di dunia musik yang bergejolak ini. Kepada siapa pun yang sedang menggaruk-garuk kepala sambil mengatakan kepada diri mereka sendiri ‘Saya harap mereka bisa pergi saja’ – Kami tidak akan pergi ke mana pun. Juga, ini akan menjadi album terbaik kami. Apakah anda siap untuk ‘The Yellow & Attack’ pada tahun 2020? Itu akan datang…….”

September lalu, Michael Sweet mengatakan kepada The Metal Voiceabout tentang arah musikal album Stryper yang berikutnya: “Ini akan diselaraskan dengan album terakhir, tetapi akan melangkah lebih jauh. Kami akan melakukan beberapa hal di mana orang akan mendengarnya dan berkata, “Anda pasti bercanda,” itu akan mengejutkan dan membuat kaget banyak orang dengan cara yang sangat baik. Ini akan menjadi album metal – ini tidak akan menjadi album pop atau pop-rock atau glam metal dan semua istilah konyol itu. Ini akan menjadi album metal. Dan kita benar-benar akan menarik banyal gimmick dari kantong kami, kawan, dan mencoba untuk memukau pikiran orang”.

Dibentuk 36 tahun silam, Stryper dikenal sebagai band Christian Metal pertama yang menjadi mainstream. Berawal dengan nama Roxx Regime pada 1983 sebelum akhirnya mengganti menjadi Stryper yang namanya berasal dari Alkitab versi King James, Yesaya 53:5, yang menyatakan: “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita: kesejahteraan atas kedamaian kita ada pada dirinya; dan dengan garis-garisnya kita disembuhkan”. Dramer Robert Sweet pun membuat ‘backronym’ nama Stryper menjadi: “Salvation Through Redemption, Yielding peace, Encouragement and Righteousness”.

Sepanjang karirnya Stryper telah mengantongi 12 album studio, dan di antaranya paling sukses adalah To Hell With The Devil (1986) yang meraih status platinum yang terjual lebih dari 1 juta kopi dan In God We Trust (1988) berstatus gold yang terjual lebih dari 500 ribu kopi. Inilah era keemasan kuartet yang terdiri dari dua bersaudara Michael Sweet (vokal/gitar/piano) dan Robert Sweet (dram), Oz Fox (gitar/vokal), Perry Richardson (bass). Deretan lagu hits sepanjang masanya di antaranya adalah ‘Calling on You’, ‘Honestly’, ‘In God We Trust’, ‘I Believe in You’, ‘Always There For You’, ‘Together As One’, yang sempat merajai berbagai tangga lagu top dunia.

Stryper yang di era 80an dan 90an terkenal dengan artistik dan kostum khas kuning dan hitam bergaris sesuai judul album debutnya The Yellow and Black Attack (1984) adalah pengusung Christian metal yang paling sukses hingga hari ini walau P.O.D. sempat meraih kesuksesan yang sama melalui album Satelite (2001).

Masih segar di ingatan, pada saat Stryper mengguncang panggung Java Rockin’ Land 2010 di Pantai Carnaval Ancol, Jakarta di hari ke-3, 10 Oktober 2010 lalu yang nyatanya tidak hanya membekas dalam ingatan para fans dan penikmat konser tersebut, namun juga pada Stryper sendiri. Dalam merayakan menuju 30 tahun perjalanan karirnya, Stryper merilis sebuah DVD yang bertajuk ‘Live In Indonesia At Java Rockin’ Land’ pada 23 Oktober 2012 melalui MVD Entertaiment. Dari semua jadwal turnya, Stryper memilih konser di JRL 2010 sebagai yang terbaik untuk dijadikan DVD.

Stryper saat beraksi di Java Rockin’ Land 2010 (Foto: MVD Entertainment)

“Pertunjukan tersebut sangat di luar ekspektasi namun akhirnya masuk ke dalam salah satu jadwal tur kami. Tidak terbayangkan juga nantinya akan menjadi panggung yang seperti apa dan kami hanya melihatnya sebagai sebuah kesempatan untuk berbagi di negara yang mayoritasnya adalah orang Muslim. Java Rockin’ Land adalah salah satu momen terbaik kami. Saya rasa penggemar kami akan menikmatinya,” ungkap Michael Sweet.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Michael Sweet

Sebut 'WAP' Sampah, Michael Sweet (Stryper) Khawatir Cucunya Dengar La...

Michael Sweet / Cardi B. Michael Sweet, pentolan band heavy metal religius Styrper belum lama ini memberikan kritikan pedas kepada superstar rap Cardi B ata

on Sep 16, 2020
Michael Sweet

Michael Sweet (Stryper) Nggak Sabar Menunggu Spotify Akhirnya Musnah

Michael Sweet (Stryper). Pentolan Stryper, Michael Sweet adalah musisi terbaru yang mempermasalahkan saran CEO Spotify Daniel Ek yang mengatakan bahwa artis

on Aug 14, 2020