×
×

Search in Mata Mata Musik

Studi Baru: Selera Musik Bisa Menentukan Kepribadian Seseorang

Posted on: 04/6/21 at 3:00 pm

Studi Baru: Selera Musik Bisa Menentukan Kepribadian Seseorang
Adegan ikonik film “Deathgasm” (2015).

Artikel ini cukup menarik, terutama bagi lo yang sedang mencari pasangan tambatan hati alias pacar. Atau bahkan jodoh ke jenjang yang lebih serius. Selain beberapa kriteria lo pribadi, paling umum yang ingin lo ketahui dari calon pasangan lo adalah apa zodiaknya. Apakah astrologi adalah sesuatu yang lo yakini atau enggak. Mau Pisces atau Sagitarius kek adalah bagian dari upaya lo untuk mendapatkan pengetahuan tentang siapa si doi secara pribadi.

Baca juga: Menurut Penelitian, Death Metal Bisa Bikin “Bahagia dan Damai”

Selain zodiak, mungkin lo ingin bertanya apakah doi adalah seseorang yang sifatnya lebih mendekati sifat anjing (easy going, agresif) atau kucing (pendiam, lembut). Suatu pertanyaan yang terkesan sembrono sih. Dan seharusnya enggak usah lo sampaikan pertanyaan semacam itu walaupun lo penasaran. Tetapi beda konteks dengan umpatan kesal, “Anjing lo!” yang bermakna brengsek… haha.

Meski termasuk kuno, pertanyaan soal kepribadian lainnya terkait dengan preferensi atau selera musik seseorang. Yup, berkat penelitian dan studi yang belum lama ini dilakukan, sekarang lo bisa mengetahui kepribadian seseorang dari selera musiknya. Pertanyaan-pertanyaan berikut ini mungkin bisa membantu menjawab pertanyaan lo. Apakah lo mungkin lebih cocok dengan seseorang karena kalian sama-sama menyukai heavy metal saat dinner bareng di restoran Lawless Burger milik anak-anak Seringai. Atau kurang cocok karena hanya satu dari kalian yang menyukai punk rock. Sedangkan satunya lagi penggila dangdut koplo.

Studi Preferensi Musik

Studi baru yang berjudul “Preferensi Musikal yang Berhubungan dengan Gaya Kognitif” ini menunjukkan hubungan antara preferensi musik dan kapasitas empati.

Penulis studi tersebut adalah David M. Greenberg (Department of Psychology, School of Biological Sciences, University of Cambridge, Cambridge, Inggris), Simon Baron-Cohen (Autism Research Centre, Department of Psychiatry, University of Cambridge, Cambridge, Inggris), David J. Stillwell (The Psychometrics Centre, Department of Psychology, University of Cambridge, Cambridge, Inggris), Michal Kosinski (Department of Computer Science, Stanford University, Stanford, California, Amerika Serikat), Peter J. Rentfrow (Department of Psychology, School of Biological Sciences, University of Cambridge, Cambridge, Inggris).

Mereka mendefinisikan empati sebagai “kemampuan untuk mengidentifikasi, memprediksi, dan merespons secara tepat keadaan mental orang lain”, dan menemukan bahwa penggemar musik lembut (R&B, soul, kontemporer dewasa, genre soft rock) cenderung lebih berempati.

Mereka juga menemukan bahwa penggemar genre yang lebih keras (punk rock, hard rock, heavy metal) lebih cenderung sistematis, atau pemikiran berbasis logika.

Penulis penelitian menyimpulkan bahwa preferensi musik mungkin tidak meningkatkan kapasitas empati seseorang.

“Penelitian ini mengidentifikasi jenis musik yang terkait dengan empati, namun, tidak meneliti apakah musik benar-benar dapat meningkatkan (atau mengunggulkan) empati. Artinya, hasil yang dilaporkan dalam karya ilimiah ini bersifat korelasional dan oleh karena itu penyebabnya tidak dapat disimpulkan. Namun, mengingat penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa pengelompokan jenis musik dapat meningkatkan empati dan perilaku prososial, masuk akal untuk berhipotesis bahwa jenis musik tertentu dapat meningkatkan empati lebih dari yang lain”.

Baca juga: Studi Baru: Pop 1980an & Heavy Metal Mampu Menurunkan Tekanan Darah & Anxiety

Untuk mengetahui tulisan studi ini secara lengkap, klik di sini.

Penulis, Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    The Warning - evolve

    THE WARNING, 3 Rocker Cantik Lagi-Lagi Sukses Meninggalkan Impresi

    Horeee… The Warning nongol lagi!Horeee… tidak banyak "PAUSE" walau masih trauma dengan pemblokiran video akibat penerapan perlindungan copyright yang b

    on Oct 23, 2021
    Lovebites

    LOVEBITES - Holy War (Live at Zepp DiverCity Tokyo 2020) GO-KILL!

    LOVEBITES, salah satu dari deretan band heavy metal Jepang terbaik yang semua anggotanya cewek. Tetapi penampilan mereka yang anggun bak tuan putri hanyala

    on Oct 19, 2021
    Max Portnoy

    Max Portnoy, Putra Mike Portnoy, Menjadi Dramer Baru Code Orange

    Foto: Max Portnoy (via Instagram). Max Portnoy, putra kandung dramer metal legendaris Mike Portnoy, sekarang resmi menjabat sebagai dramer Code Orange. Band

    on Oct 17, 2021
    Burgerkill

    Burgerkill Ft. Ahmad Dhani 'Satu Sisi', Kolaborasi Terepik Sepanjang M...

    Kenapa bisa dibilang kolaborasi paling epik? Yang pertama, karena kolaborasi ini menampilkan mesin metal nomor wahid Indonesia BURGERKILL (BK) dan salah sa

    on Oct 15, 2021