×
×

Search in Mata Mata Musik

Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi Tentang Lumpuhnya Industri Hiburan

Posted on: 03/3/21 at 2:00 pm

Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi Tentang Lumpuhnya Industri Hiburan
JogjaROCKarta Festival, salah satu ikon industri hiburan kota Yogyakarta. (Foto: dok. Rajawali Indonesia).

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Setahun sudah sejak Presiden Jokowi mengumumkan wabah virus Corona sebagai bencana nasional di Indonesia. Sudah setahun juga industri hiburan dan kreatif Tanah Air mengalami kelumpuhan. Ibarat terkena stroke atau bagian tubuh diamputasi, kita tidak lagi dapat bergerak sebagaimana mestinya dan tidak mampu bekerja sebagai sumber nafkah kehidupan.

Baca juga: Whitesnake Mengundang Presiden Jokowi Ke Konsernya Di JogjaROCKarta

Rajawali Indonesia selaku promotor konser musik yang portofolionya cukup panjang dan spektakuler adalah termasuk yang terkena dampaknya. Beberapa jadwal gelaran konser mendatangnya seperti Dream Theater dan Prambanan Jazz terpaksa diundur dan ditangguhkan sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

Masih berkesan hingga kini, JogjaROCKarta Festival, yang digelar pada 1 Maret 2020 lalu di Stadion Kridosono, Yogyakarta dengan dua headliner legenda hard rock Scorpions dan Whitesnake adalah pergelaran terakhir promotor ini sebelum diumumkannya bencana nasional.

Oleh karena itu, Rajawali Indonesia telah menulis surat terbuka untuk Presiden Jokowi yang dipublikasikan melalui media-media. Berikut isi suratnya:

Yang mulia Bapak Presiden yang kami hormati,

Bulan ini, setahun lalu, Bapak Presiden Jokowi mengumumkan kasus COVID-19 pertama di Indonesia. Sejak itu, kehidupan kita tak pernah lagi sama. Kita terpaksa beradaptasi dengan mode pasif: bertahan dari virus dan kematian, dari keputusasaan dan pesimisme, hingga kekecewaan dan hasrat saling menyalahkan.

Setelah setahun berlalu, ternyata banyak yang mampu bertahan. Kita semua, yang berhasil bertahan sejauh ini, bisa menyaksikan dimulainya vaksinasi; dan dari sanalah kita bisa melihat terang. Penting untuk merespons momentum itu dengan langkah terukur. Caranya dengan menggerakkan sektornya sebagai bagian penyelesaian pandemi dan dampak-dampaknya.

Sejak Maret tahun lalu, hingga kini, kami menghentikan keramaian demi melindungi kesehatan masyarakat. Kini tibalah saatnya kami terlibat lebih aktif menyelesaikan pandemi lewat pengalaman, kapasitas dan jejaring yang kami miliki.

Ya, kami ingin memulai lagi, tapi kami sangat ingin memulainya dengan hati-hati. Tergesa-gesa akan membuat terang yang mulai tampak bisa padam kembali karena kecerobohan. Pengalaman melewati pahitnya bulan-bulan paling kritis pandemi menjadi bekal untuk menyikapi momentum dengan kepala dingin.

Hiburan memang penting, tapi kami sadar tak ada yang lebih penting selain keselamatan. Kami memang ingin sektor kami bisa berjalan kembali, namun kami tahu bahwa kami tidak boleh egois sehingga wajib mengintegrasikan kerja-kerja kami dengan agenda penyelesaian pandemi.

Kami memiliki jejaring persona yang punya kapasitas mempengaruhi pengikutnya untuk menyukseskan kampanye vaksinasi nasional. Reputasi dan pengalaman kami di bidang event (baik corporate, private hingga social event) dapat dimanfaatkan untuk merancang dan mengelola aktivasi kampanye vaksinasi. Seiring makin berlimpahnya pasokan vaksin, padu-padan antara event kecil, sedang dan besar dengan agenda vaksinasi masyarakat menjadi mungkin direalisasikan bersama.

Beri kami kepercayaan memutar lagi roda industri kreatif secara bertahap. Kami siap menjalankan CHSE, penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability (kelestarian lingkungan) yang telah disiapkan Kemenparekraf — dan kami bersedia diaudit setiap saat.

Reputasi kami selama ini salah satunya terbentuk oleh kenyamanan dan keselamatan penonton (publik) saat menikmati apa pun bentuk dan skala kegiatan kami. Dengan rendah hati kami menawarkan diri memanfaatkan pengalaman tersebut untuk mendukung agenda pemerintah menuntaskan pandemi dan dampak-dampaknya, baik dampak pada kesehatan masyarakat hingga pada seni dan budaya.

Tembusan Kepada :
• Yth. Bapak Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI
• Yth. Bapak Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
• Yth. Bapak Ketua Komisi X DPR RI
• Yth. Bapak Menteri Kesehatan RI
• Yth. Bapak Ketua Satgas Covid-19 Nasional

Baca juga: Sengatan SCORPIONS & WHITESNAKE Mengguncang JogjaROCKarta Festival 2020 Bag. 1

Demikian surat dari Rajawali Indonesia. Semoga berkenan dan menjadi bahan pertimbangan Bapak Presiden. Kami semua sudah rindu industri hiburan kembali menggeliat, terutama konser.

Sumber: Rajawali Indonesia
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Jokowi PP 56-2021

    Jokowi Teken PP Baru: Putar Lagu Di Tempat Umum Wajib Bayar Royalti

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken Peraturan Pemerintah tentang pengelolaan royalti hak cipta lagu dan musik. Dengan PP bernomor 56/2021 bisa memberikan

    on Apr 7, 2021
    Lacuna Coil

    Lacuna Coil & 100 Artis Italia Gelar Konser "Diam Bak Patung" Untuk Un...

    Lacuna Coil "Silent Strike". (Foto: via YouTube). Lacuna Coil dan lebih dari 100 artis musik Italia lainnya melakukan unjuk rasa dengan aksi mogok tanpa per

    on Mar 2, 2021
    Live Nation

    Saham Live Nation Capai Titik Tertinggi Saat Pendapatannya Capai Titik...

    Live Nation Entertainment baru-baru ini mempublikasikan hasil laporan finansial tutup tahun 2020 mereka. Pendapatannya menurun 92% pada kuartal keempat dib

    on Feb 26, 2021
    Konser

    Uji Konser Tanpa Social Distancing Primavera Sound Hasilkan 0% Terinfe...

    PRIMA-CoV. (Foto: via Primavera Sound). Pakar penyakit menular Dr. Anthony Fauci berharap konser di Amerika Serikat (AS) bisa kembali digelar pada musim gug

    on Jan 19, 2021