×
×

Search in Mata Mata Musik

Taking Back Sunday – Louder Now

Di album ketiganya, Taking Back Sunday semakin berani mengambil risiko, meski hasilnya tidak sepenuhnya berhasil.

Oleh: Scott Heisel. (ALTPRESS)

Taking Back Sunday, Projekt Revolution tour di Mansfield, Massachusetts, 24 Agustus 2007. (Foto: Debs/Wikipedia)

Kalau Anda rajin mengikuti berita musik, Anda pasti tahu semua kabar tentang hampir bubarnya Taking Back Sunday dan perpecahan band ini, dengan keluarnya vokalis/gitaris John Nolan dan bassist Shaun Cooper yang mendirikan Straylight Run. Tapi yang mungkin tidak Anda ketahui adalah band lain yang ikut terseret dalam kekacauan ini: band emo-rock Philadelphia yang terlalu diremehkan, Breaking Pangea. Drumer BP Will Noon menjadi personil Camp Straylight, dan vokalis/gitaris Fred Mascherino direkrut oleh TBS. Dan sementara Where You Want To Be yang rilis di tahun 2004 menandai awal mula Mascherino sebagai debutan, Louder Now dengan mantap menjadi album miliknya, karena sangat jelas setelah hanya beberapa saat, dia kini menjadi suara penulisan lagu yang dominan di band ini.

Tentunya, ini bukan berarti suara-suara dari empat personil TBS lainnya—vokalis Adam Lazzara, gitaris Eddie Reyes, bassist Matt Rubano dan drumer Mark O’Connell—tidak terdengar lagi. Single pertama Louder Now, “Make Damn Sure,” berbau estetika musik pemicu amarah yang menjadikan TBS terkenal, dan lagu ballad akustik “Divine Intervention” (meskipun terdengar seperti lagu tenang Brand New) tidak diragukan lagi akan menggeser “New American Classic” milik Want To Be sebagai lagu dansa lambat baru favorit Anda. Tetapi untuk sebagian besar, gaya penulisan Mascherino yang lebih dewasa lebih menonjol. “Up Against (Blackout)” terdengar seperti lagu Breaking Pangea yang belum pernah dirilis; lagu penutup album, “I Let Let You Live,” mengingatkan pada lagu berdurasi 11 menit setengah dari BP, “Turning”; dan lirik untuk chorus “My Blue Heaven” sebenarnya diangkat langsung dari lagu BP “Wedding Dress.” Ironisnya, mereka juga menginspirasi beberapa vokal Lazzara yang paling kuat dan bersemangat di album ini.

Terkait lirik, lirik Lazzara—yang cenderung lebih bernarasi ketimbang di album terakhir—sama randomnya di album ini seperti pada album sebelumnya. Untuk setiap lagu bagus, seperti “Liar (It Takes One To Know One)” yang terinspirasi dari The Police—yang jelas menjadi lagu terbaik di Louder Now—ada pengisi verbal dari “Twenty-Twenty Surgery” atau “Miami,” yang keduanya menderita sindrom “Mari ulangi judul lagu berkali-kali untuk chorus-nya.” (“Miami” berisi elemen-elemen kuat yang berlawanan dari teatrikal gitar Eddie Van Halen yang tidak pada tempatnya.) Lagu-lagu midtempo seperti ini adalah di mana album ini menjadi goyah, dan ini menjadi lebih jelas saat TBS ‘memaksa’ di lagu “Spin” (yang terdengar seperti Circa Survive yang lebih gamblang dan dipercepat) atau “Error Operator” (yang direkam ulang dari soundtrack Fantastic Four). TBS cocok ketika mereka melaju cepat atau melambat; menggerutu di sela-sela lagu lah yang membuat album ini tidak sebagus semestinya.

Tetapi meskipun TBS belum menguasai seni mengambil titik tengah, mereka masih berani mengambil lompatan besar dalam bermusik di album ketiga mereka. Orang-orang mungkin bertanya-tanya bakal seperti apa suara band ini kalau Mascherino tidak pernah menggantikan Nolan; orang-orang itu adalah penggemar musik yang setara dengan mereka yang masuk perguruan tinggi, hanya untuk kembali ke setiap pertandingan sepak bola di sekolah menengah pada musim gugur berikutnya untuk menghidupkan kembali “tahun-tahun kejayaan” mereka, hanya karena mereka terlalu takut untuk memperluas wawasan mereka. Taking Back Sunday harus dipuji, bukan hanya karena memilih untuk tidak mengulangi pekerjaan lama mereka, tetapi karena benar-benar mencoba untuk berkembang secara artistik – dan mereka sebagian besar berhasil.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Ulasan album Flying Solo Milik Pamungkas

Flying Solo - Pamungkas

Pamungkas, si pemberi rasa tenteram. Oleh: Amien. Lebih kurang dua tahun ini, saya menyimak dan juga mendengarkan musisi -- solois atau pun band -- baru

on Jul 8, 2019

She Is Coming – Miley Cyrus

She Is Coming, manifesto 'seribu' kepribadian dari seorang mantan teen idol kesayangan Disney. Perempuan yang dilahirkan dengan nama Destiny Hope Cyrus ini

on Jun 10, 2019

Bipolar – Monkey To Millionaire

Warna lama yang manis dalam ‘tujuh dosa’ milik Monkey To Millionaire. Oleh: FEK. Beberapa tahun terakhir mereka memang agak jarang tampil secara live

on Feb 17, 2019
Keterangan: Sampul album Hourglass milik Niskala.

Hourglass - Niskala

Penggambaran putus asa dan harapan yang dibuat dengan indah secara abstrak oleh Niskala. Oleh: FEK.  Lagi-lagi Yogyakarta mengeluarkan musisi berbak

on Feb 11, 2019