×
×

Search in Mata Mata Musik

Taking Back Sunday – Tidal Wave

Posted on: 09/30/18 at 1:00 pm

Berbeda dari album-album sebelumnya, Tidal Wave lebih banyak menghadirkan pengaruh Americana.

Oleh: William Eguizabal. (The Young Folks)

Kembali dengan album ketujuh mereka yang dirilis pada September 2016, Take Back Sunday dari New Jersey mengadopsi gaya yang sangat berbeda dari karya mereka sebelumnya di Tidal Wave. Dari lagu pembukanya saja, “Death Wolf,” Anda bisa tahu kalau album ini akan berbeda. Di mana biasanya gitaris John Nolan dan vokalis Adam Lazzara sama-sama mengisi bagian vokal, di lagu satu ini Lazzara beraksi solo. Meski begitu, ini adalah pembuka yang bagus jika semata-mata karena lagu ini mewakili perubahan suara.

Selanjutnya, ada “Tidal Wave” yang terdengar lebih cocok berada di album Against Me! daripada di album TBS. Ada nuansa grungy blues di lagu ini yang juga cukup memukau dalam aransemennya. Dari riff yang dibuka drum, ada nuansa rock yang belum pernah terlihat dilakukan Taking Back Sunday sebelumnya, di mana bassist Shaun Cooper menempatkan beberapa sentuhan yang unik dalam lagu ini. Saya harus mundur dan memastikan bahwa Brian Fallon tidak memiliki sangkut paut dalam pembuatan lagu ini karena itu akan cocok dengan karya brillian The Gaslight Anthem.

“You Can’t Look Back” terasa kurang imajinatif dan sentuhan akustik Nolan membuktikan fakta bahwa orang-orang ini berada di bawah pengaruh selama satu setengah dekade ini. Secara lirik, lagu ini hampir memberi kesan band ini berbicara sendiri. Tetapi dalam tiga puluh detik terakhir, kita sekilas melihat harmoni zaman dulu yang sebelumnya mendefinisikan band ini.

“Fences” melayang keluar masuk dan menampilkan upaya yang sangat besar dalam penulisan lagu yang bagus. “All Excess” adalah lagu yang dreamy. Jenis lagu yang hanya akan berani ditulis oleh Taking Back Sunday yang dulu, yang menciptakan lebih banyak pop indie ke dalam paket emo-sentris mereka sebelumnya. Lazzara berkarya dalam permainan eksistensial “If you are, so am I (Kalau Anda begitu, saya juga)” di lagu “I Felt It Too.” Lagu ini dipenuhi permainan gitar yang bergerak lambat dan introspeksi yang secara brilian dibalut dalam penyesalan yang terendam alkohol dari masa lalu. Jelas band-band ini sudah dewasa dan sekarang mereka memiliki lebih banyak hal untuk ditangani daripada di album sebelumnya.

Di “Call Come Running,” Eddie Reyes dan John Nolan punya kesempatan untuk bersinar, dan melakukan shredding di atas bagian synth yang terpisah dari monoton. Dengan tema air dan Tidal Wave sebagai judul album, hal ini seharusnya tidak mengejutkan. Dengan itu, “Holy Water” berbicara tentang menembak selurus panah tetapi sama seperti yang lain, lagu ini menawarkan pemulihan untuk para penggemar lama, dengan menghadirkan suara dari era Louder Now dengan pengaruh Americana baru ini. Di “In the Middle of It All,” deretan irama klasik dari Cooper dan Mark O’Connell disandingkan dengan ketukan bassline yang secara apik jatuh senada dengan drum sampai O’Connell mengisi lagu dengan ketukan berisi snare yang luar biasa.

Ketika suara Adam Lazzara memecah di sepanjang “We Don’t Go In There,” dia membiarkan kita masuk dan kemudian gitarnya menyusul dan membawa kita melewati cerita ini. Di penghujung album, kita diperkenalkan dengan “Homecoming” yang melanjutkan pengaruh Americana dan tema introspektif yang terus disentuh di sini. “I’ll Find a Way to Make It What You Want” adalah penutup yang bagus, sehingga tidak terlalu adil rasanya.

Lambat, dreamy, dan dengan aransemen piano yang bikin ketagihan, sekilas “Where You Wanna Be” benar-benar tampak di sini jika apa yang Anda inginkan adalah menjadi dewasa.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Jason Ranti

Ulasan Album: Sekilas Info - Jason Ranti

“Iwan fals tak perlu cemas lagi karena (dirinya) telah teregenerasi,” cetus seorang warganet di kolom komentar Youtube. Baca Juga: 3 Musisi 3 Kota Berka

on Sep 3, 2019
Jamie Aditya

Ulasan Album: LMNOPOP! - Jamie Aditya

Do you have soul? Oleh: Rio Tantomo. Terakhir kali saya berbincang dengan Jamie Aditya, dia mengaku mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (

on Sep 2, 2019

Ulasan Album: Grayscale-Diskoteq

Diskoteq, pertama mengetahui mereka lewat seorang teman. Dalam bayangan saya, Diskoteq adalah band elektronic disco yang sarat dengan keribetan perkabelan sana

on Aug 20, 2019
Ulasan Album" The Sailor-Rich Brian

Ulasan Album: The Sailor-Rich Brian

Rich Brian atau Brian Imanuel Soewarno di tahun ke-19 hidupnya; melepas ‘Chigga’-nya dan tidak lagi mencari kontroversi demi jumlah klik di Youtube. Ol

on Aug 14, 2019