×
×

Search in Mata Mata Musik

Tame Impala Harus 'Insecure' Dalam Proses Kreatif Album Barunya, ‘The Slow Rush’

Posted on: 02/12/20 at 4:00 pm

KEVIN PARKER (TAME IMPALA)
Pentolan Tame Impala, Kevin Parker (Foto: Chuff Media).

Band rock psikedelik Tame Impala telah mengumumkan jadwal Listening Party di Australia untuk album studio keempat mereka yang sangat dinanti-nantikan, The Slow Rush.

Para penggemar Tame Impala dapat menjadi yang pertama untuk mendengar album baru tersebut pada 12 Februari di Civic Underground Sydney dan Globe Alley Melbourne. Pintu untuk kedua acara tersebut akan dibuka pada pukul 10 malam waktu setempat. Acara ini juga akan dibatasi untuk pengunjung berusia 18 tahun ke atas. Lihatlah detailnya di bawah ini.

Baca Juga: Hip Hop Mania Siap-Siap ‘Naik Haji’ Di Flavs Festival 2020. Ada Tyga, Lil Pump & Stormzy!

Jadwal acara di kota Melbourne dan Sydney bergabung dengan Listening Party yang sebelumnya telah diumumkan di kampung halaman sang penemu Tame Impala, Kevin Parker, di Fremantle. Acara itu akan berlangsung di Aardvark Bar pada 13 Februari, sehari menjelang perilisan album. Untuk lebih jelasnya, lihat tweet di bawah ini.

The Slow Rush adalah album studio pertama Tame Impala sejak album tahun 2015 mereka, Currents. Tame Impala album The Slow Rush yang ditunggu-tunggu ini menampilkan singel-singel yang sebelumnya telah dirilis seperti ‘Borderline’, ‘It Might Be Time’ dan ‘Lost in Yesterday’ (yang video musiknya telah dirilis pada akhir bulan lalu).

Sama halnya dengan album yang akan dirilis oleh seorang artis dengan reputasi sebesar Tame Impala, para penggemar sangat tertarik untuk melihat apa yang akan hadir dalam album dan bagaimana album itu terbentuk. Untungnya, berdasarkan wawancara Apple Music bersama sang otak di balik Tame Impala, Kevin Parker, para penggemar yang berdedikasi dapat berspekulasi lebih jauh mengenai apa yang akan disajikan oleh The Slow Rush.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan Zane Lowe dari Apple Music, Kevin Parker mencatat bahwa dengan nongkrong bersama salah satu rapper terbaik generasi ini, Travis Scott. Rapper ini lantas mengajak Kevin pergi keluar untuk berbelanja sambil ‘giting (mabuk setelah menghisap ganja -Ed) yang mana telah membantu memengaruhi sebagian besar proses kreatifnya untuk album terbaru ini.

Kevin Parker mengatakan kepada Zane Lowe bahwa bekerja dengan Travis Scott untuk album ini terasa luar biasa dan ia menambahkan bahwa “dia sangat tertarik dengan banyak ide. Jika dia memiliki ide atau jika seseorang memiliki ide, dia akan tertarik, dan dia akan langsung melakukannya. Dia tidak membuang waktu untuk meragukan dirinya sendiri atau meragukan hal-hal lain. Yang pastinya sangat berharga, karena kamu membutuhkan ‘percikan’ keyakinan seperti itu”.

Sedangkan untuk berbelanja sambil ‘giting’ tersebut, Kevin Parker mengakui bahwa album ini memaksanya untuk meninggalkan zona nyamannya dengan mengatakan dia akan “melakukan apa pun yang membuat saya terinspirasi, apa pun yang menghampiri saya, yang menyebabkan ‘kilat petir’ itu”.

“Bahkan dengan album ini, saya melakukan hal-hal yang membuat saya tidak nyaman hanya demi menjadi kreatif karena saya adalah orang yang paling kreatif ketika saya merasa tidak nyaman,” ujar Kevin Parker. Dan karena berada di depan umum ketika ‘giting’ disebut sebagai sesuatu yang dibenci oleh Kevin Parker, katanya, dia akan “sengaja giting dan pergi ke toko-toko”, dan menjelaskan bahwa “awal dari salah satu lagu (dalam album) berasal dari kejadian itu”.

Kevin Parker juga menjelaskan dalam wawancara lain baru-baru ini, bahwa album baru Tame Impala telah menyebabkan suasana yang sedikit kreatif. “Sebenarnya pada sisi kreatif lah ketika saya merasa seperti, ‘Oh sial, saya tidak bisa melakukan ini’ atau ‘Saya tidak akan pernah sampai ke titik di mana saya bahagia dengan album ini.’ Meskipun sisi kreatif itu adalah keahlian terbaik saya, itulah satu-satunya saat di mana saya seperti, ‘Aargh! Persetan dengan ini!'”.

Sebelumnya pada 11 Februari, Tame Impala menambahkan pertunjukan kedua pada tur Australia mereka yang akan datang di Melbourne, karena banyaknya permintaan. Tame Impala juga mengumumkan bahwa mereka akan tampil di Rod Laver Arena untuk malam kedua pada 24 April, setelah konser 23 April mereka terjual habis. Tiket untuk tanggal yang baru akan mulai dijual pada hari Jumat (14 Februari) mulai pukul 14:00 waktu setempat dan seterusnya.

Selain Melbourne, Tame Impala juga akan bermain di Brisbane, Sydney, Adelaide dan Perth. Sementara itu, satu-satunya konser di Selandia Baru dalam tur Tame Impala ini akan diadakan di Spark Arena di Auckland.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Coachella

20 Tahun Coachella Festival: Dari RATM Hingga Ke BLACKPINK

Film dokumenter untuk memperingati dua dekade salah satu festival seni dan musik terbesar dan prestisius di Amerika Serikat (AS), Coachella Valley Music an

on May 1, 2020
Kevin Parker

Kevin Parker (Tame Impala), dan Lainnya Tampil di Konser Amal Hari Vet...

Tame Impala saat tampil di Austin City Limits 2019. (Foto: Amy Price). Tanggal 25 April menandakan Hari Raya Anzac, yang pada dasarnya adalah semacam Hari V

on Apr 27, 2020
The Streets

The Streets Rilis Video dan Lagu Baru Yang Unik Bersama Tame Impala

Mike Skinner dan Kevin Parker. (Foto: Twitter). Unit alternative hip-hop asal Inggris, The Streets, telah kembali dengan ‘Call My Phone Thinking I’m Doi

on Apr 14, 2020
Fuji Rock Festival 2020

Festival Fuji Rock Umumkan Tame Impala dan The Strokes Sebagai Headlin...

Fuji Rock Festival 2020 (Foto: Instagram.com/@fujirock_jp). Fuji Rock Festival 2020 edisi ke 24, acara musik rock musim panas tertua di Jepang, telah mengum

on Mar 20, 2020