×
×

Search in Mata Mata Musik

Taylor Swift dan Adiknya Diduga Bikin Band Palsu Untuk Serang Scooter Braun

Posted on: 05/28/20 at 7:00 am

Taylor Swift dan adiknya, Austin Swift. (Foto: Bruce Glikas/Bruce Glikas/Getty Images).

Taylor Swift selalu dikenal sebagai pakar media sosial yang cerdas, dari kampanye “lurker” Twitter-nya untuk merayakan “Swiftmas” (ketika dia menguntit akun para fans dan kemudian mengirimi mereka hadiah yang dipersonalisasi) hingga t-shirt “no its becky” yang mereferensikan sebuah meme Tumblr yang viral. Popstar itu juga sering mengisi video musiknya dengan berbagai easter egg (yang seperti tersembunyi di video) untuk ditemukan para Swifties (fanbase Taylor Swift).

Baca juga: Beyoncé, Taylor Swift dan Jennifer Lopez Akan Ikut Wisuda Virtual YouTube

Dan belakangan ini, Taylor Swift sering menggunakan platform-nya untuk meminta bantuan para pengikutnya dalam pertempuran abadinya melawan pimpinan label rekaman Taylor sebelumnya, Big Machine, yaitu Scott Borchetta, dan mitra barunya, Scooter Braun, yang merupakan manajernya Ariana Grande, Justin Bieber, dan musisi top lainnya.

Dan sekarang Taylor Swift benar-benar memberi fanbase-nya sesuatu untuk di-gosip-kan, dengan menciptakan band palsu (dengan vokalis utama diperani oleh adiknya sendiri, Austin Swift) dalam bentuk serangan lain yang sangat licik terhadap Scott Borchetta dan Scooter Braun.

Selama akhir pekan lalu, sebuah versi cover indie-folk yang menyeramkan dari lagu hit Taylor Swift ‘Look What You Made Me Do’ telah muncul dalam kredit pembukaan episode terbaru dari serial komedi detektif di stasiun TV BBC, Killing Eve, dikreditkan ke sebuah band yang sama sekali tidak dikenal bernama Jack Leopards & The Dolphin Club.

Taylor Swift bahkan menyetujui versi cover dari lagunya itu, saat memberi mereka dukungan di Twitter dan mengatakan bahwa dia “sangat menyukai” versi mereka. Tetapi para Swifties yang cerdik dengan cepat menyadari bahwa JL & TDC hanya memiliki satu lagu ini di Spotify, dan yang tercantum dalam kredit lagu itu adalah nama Nils Sjoberg – nama samaran yang digunakan Taylor Swift ketika dia bantu menulis lagu Rihanna, ‘This Is What You Came For’ dengan pacarnya saat itu (sekarang sudah mantan), Calvin Harris.

Para detektif online lainnya mencatat bahwa nama akun Twitter Austin Swift dulunya adalah “The Dolphin Club”, dan mengacu kepada sebuah artikel Daily Mail dari bulan Februari 2020 yang melaporkan bahwa Taylor Swift telah “memohon” kepada ketua penulis/produser eksekutif Killing Eve, Phoebe Waller-Bridge untuk menampilkan Austin Swift pada soundtrack serial TV tersebut. Beberapa penggemar juga mengamati bahwa artwork cover Jack Leopards & The Dolphin Club untuk lagu ‘Look What You Made Me Do’ menyerupai foto masa kecil yang terkenal dari Austin Swift.

Spekulasi yang terbesar dari semuanya, bagaimanapun, adalah bahwa Taylor Swift benar-benar membentuk Jack Leopards & The Dolphin Club sebagai bagian dari janjinya untuk merekam kembali seluruh katalog musik dahulunya karena dia telah berpisah dengan label Big Machine. Taylor Swift, yang saat ini menandatangani kontrak dengan Republic Records, menyuarakan niat itu tahun lalu, setelah dia mengetahui bahwa manajer musik ternama yang banyak koneksinya, Scooter Braun, seorang pria yang dia tuduh atas “tindakan mem-bully yang gigih dan manipulatif” selama bertahun-tahun, telah membeli Big Machine Label Group, sehingga memperoleh hak atas musik di enam album pertama Taylor Swift. Dia menggambarkan kesepakatan itu sebagai “skenario terburuknya”. Para penggemar berhipotesis bahwa dengan mengeluarkan “lagu cover”, Taylor Swift secara diam-diam mampu menyertakan musiknya ke serial Killing Eve tanpa Scooter Braun mengambil keuntungan darinya.

Baca juga: 8 Momen Terbaik Taylor Swift Selama ‘City of Lover Concert’

Bulan lalu, Taylor Swift turun ke media sosial untuk membentak Scott Borchetta dan Scooter Braun atas rencana Big Machine untuk mengeluarkan sebuah album live Taylor Swift, sebuah rilisan yang tampaknya tidak diketahuinya sampai para penggemar yang jeli memperingatkan idola mereka di media sosial, dan suatu tindakan yang Taylor Swift anggap sebagai “hanya kasus keserakahan lainnya yang tidak tahu malu pada saat krisis virus Corona”. Jika teori para Swifties benar, maka pelantun hit ‘Shake It Off’ itu sekarang bisa menguasai katalog musiknya dengan cara yang lumayan kreatif namun agak rumit.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

TikTok

Pemerintahan Donald Trump Pertimbangkan Akan Melarang TikTok di AS

Menurut Sekretaris Negara Mike Pompeo, Administrasi Pemerintahan Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk melarang penggunaan TikTok di Amerika Serikat (

on Jul 8, 2020
Melanie C

Melanie C Tampilkan 'Blame It On Me' Live Bareng BBC Concert Orchestra

Melanie C, member Spice Girl, penyanyi, penulis lagu dan bintang TV, tampil live dengan BBC Concert Orchestra sebagai bagian dari Radio 2 House Music. Dia

on Jul 8, 2020
Harry Styles

Harry Styles Siap Bacakan Cerita Sebelum Tidur Untuk Fans Lewat Calm A...

Harry Styles. (Foto: Dave Benett/Getty Images) Harry Styles telah bekerja sama dengan sebuah aplikasi meditasi bernama Calm untuk membuat narasi cerita sebe

on Jul 8, 2020
Juice WRLD & Halsey 'Life’s a Mess'.

Dari Album Anumerta Mendatang Juice WRLD, Lagu Duetnya Bareng Halsey D...

Juice WRLD. Sebuah lagu Juice WRLD baru yang menampilkan popstar Halsey, berjudul ‘Life's a Mess’, telah dirilis bersamaan dengan pengumuman bahwa album

on Jul 7, 2020