×
×

Search in Mata Mata Musik

Taylor Swift Kritik Habis Scooter Braun di Acara Women in Music 2019

Posted on: 12/14/19 at 7:53 am

Kisah perseteruan antara Taylor Swift dan Scooter Braun – manajer industri musik yang membeli label Big Machine dan hak atas rekaman master enam album pertama Taylor- telah berlangsung selama berbulan-bulan. Braun pernah mengeluarkan surat terbuka yang mengajak Taylor untuk ‘mengobrol langsung dan dengan penuh hormat’.

Baca juga: Taylor Swift Perdana Bawakan “Christmas Tree Farm” di Jingle Bell Ball

Dalam komentar pertamanya di publik tentang insiden tersebut sejak Braun memposting surat terbukanya, Taylor ‘berbicara langsung’ dengan Braun selama pidatonya saat menerima penghargaan Woman of the Decade di acara Women in Music 2019 yang diadakan Billboard. 

Taylor mengkritik “dunia ekuitas swasta yang tidak diatur undang-undang yang masuk dan membeli musik kita seolah itu adalah real estate – seolah itu adalah aplikasi atau koleksi sepatu.” Dia melanjutkan:

Ini terjadi begitu saja pada saya tanpa persetujuan, konsultasi atau izin saya. Setelah saya ditolak kesempatan untuk membeli musik saya langsung, seluruh katalog saya dijual ke perusahaan Scooter Braun Ithaca Holdings dalam kesepakatan yang mereka bilang didanai oleh keluarga Soro, 23 Capital, dan Carlyle Group. Namun, hingga sekarang, tidak satu pun dari investor ini yang mau repot-repot menghubungi saya atau tim saya langsung – untuk melakukan uji kelayakan mereka atas investasi mereka. Atas investasi mereka pada saya. [Atau] untuk bertanya bagaimana perasaan saya tentang pemilik baru seni saya, musik yang saya tulis, video yang saya buat, foto saya, tulisan tangan saya, desain album saya.

Baca juga: Film Dokumenter Taylor Swift Tayang Perdana di Sundance

Dan tentu saja, Scooter tidak pernah menghubungi saya atau tim saya untuk membahasnya sebelum penjualan atau bahkan saat penjualan itu diumumkan. Saya cukup yakin dia tahu persis bagaimana perasaan saya tentang hal itu, dan izinkan saya mengatakan, definisi hak istimewa pria yang toksik di industri [musik] adalah orang-orang yang bilang ‘tapi dia selalu baik kepada saya’ saat saya mengangkat kekhawatiran yang valid tentang para artis dan hak mereka untuk memiliki musik mereka. Dan pantas saja dia baik kepada kalian – kalau kamu berada di ruangan ini, kamu punya sesuatu yang dia butuhkan.

Kenyataannya adalah, ekuitas swasta itu memungkinkan orang ini untuk berpikir, menurut postingannya sendiri di media sosial, kalau dia bisa ‘membeli saya’. Tapi saya jelas tidak akan rela. Namun hal yang paling menakjubkan adalah mengetahui bahwa para wanita di industri ini lah yang mendukung saya dan menunjukkan dukungan yang paling vokal di salah satu masa tersulit, dan saya tidak akan pernah melupakan itu.

Taylor Swift sebelumnya mengumumkan rencana untuk merekam ulang enam album pertamanya untuk mendapatkan kembali hak utama terhadap album-album itu. Dalam wawancara dengan Billboard yang terbit awal minggu ini, Taylor mengungkapkan keinginan lamanya untuk memiliki master rekamannya.

Saya menghabiskan 10 tahun dalam hidup saya berusaha keras untuk membeli master rekaman saya langsung dan kemudian ditolak, dan saya hanya tidak ingin itu terjadi pada artis lain kalau saya bisa membantu dalam hal ini. Saya ingin setidaknya mengangkat tangan saya dan berkata, “Ini sesuatu yang seorang artis harusnya bisa dapatkan kembali selama masa kesepakatan mereka—bukan sebagai taktik negosiasi ulang—dan sesuatu yang para artis seharusnya mungkin berhak menolak untuk dibeli”. Saya bahkan rela membayar begitu banyak demi [musik lama saya]! Apa pun demi memiliki karya saya dengan opsi penjualan yang nyata, tapi hal itu tidak diberikan kepada saya.

Wawancara tersebut terjadi sebelum Braun memposting surat terbukanya. Dalam artikel yang sama, Billboard mengutip sumber yang mengklaim bahwa Braun terbuka untuk negosiasi dengan Taylor tentang penjualan master rekamannya.

Baca juga: Taylor Swift Ngobrol Banyak Hal di British Vogue Edisi Januari

Perseteruan antara Taylor dan Braun memuncak ketika Taylor mengumumkan rencana untuk membawakan beberapa lagu dari enam album pertamanya di AMA 2019 digagalkan oleh Big Machine dan Braun. Taylor akhirnya tetap membawakan lagu-lagu lamanya di acara, setelah Braun membantah pernah melarang Taylor menyanyikan lagu-lagu itu dan mengaku menerima ancaman pembunuhan sebagai akibat dari pernyataan publik Taylor.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Saska Diandra

Solois Saska Diandra Visualkan Amarah & Anxiety Lewat MV ‘Doa Dicuku...

Saskia Diandra. Nggak butuh waktu lama bagi Saska Diandra untuk kembali merilis MV (Music Video) untuk lagunya yang berjudul ‘Doa Dicukupkan’. Hanya sel

on Dec 3, 2020
Orkes Kedai Sarinah

Orkes Kedai Sarinah, Unit Pop Era Indonesia Lawas Lepas Single Anyar '...

Orkes Kedai Sarinah. Orkes Kedai Sarinah adalah grup musik dengan konsep retrospektif dari Bekasi yang membawakan nuansa pop era 1950-an dan 1960-an dengan

on Dec 2, 2020
Mahen

Bintang Muda Mahen Kembali Ber-Pop Mellow Dengan Single Baru 'Cinta Se...

Mahen. (Foto: Indo Semar Sakti). Penyanyi muda dan salah satu best new comer, Mahen, belakangan memang menjadi perbincangan para penikmat musik Indones

on Dec 1, 2020
Fahem

Fahem Tenggelam Dalam 'Pool Of Regrets', Single Ke-4 Menuju EP Mendata...

Dua ribu dua puluh mungkin memang “tahunnya” Fahem. Produktivitas dan konsistensi dirinya menghasilkan karya patut diacungi jempol. Terbukti dalam wakt

on Dec 1, 2020