×
×

Search in Mata Mata Musik

Tencent Holdings Berniat Akuisisi 10% Saham Universal Music Group

Posted on: 08/8/19 at 2:37 pm

Akuisisi ini diperkirakan akan memperkuat harapan Tencent untuk mengembangkan streaming musik di China.

Raksasa teknologi asal China, Tencent Holdings, sedang dalam pembicaraan awal untuk membeli 10 persen saham di Universal Music Group (UMG), label yang membawahi artis-artis ternama seperti Lady Gaga, Lana Del Rey dan Taylor Swift, menurut konglomerat media dari Prancis, Vivendi, pada hari Selasa (6/8).

“Jika terlaksana, transaksi ini akan menjadikan label musik tersebut bernilai sebesar €30 miliar ($33,6 miliar). Tencent Holdings akan memiliki opsi beli satu tahun untuk memperoleh tambahan 10 persen dengan harga dan ketentuan yang sama,” Menurut pihak Vivendi, induk perusahaan Universal Music Group.

Akuisisi ini diperkirakan akan memperkuat harapan Tencent, yang berbasis di Shenzhen, pada pertumbuhan streaming musik di China. Tencent Music Entertainment—cabang yang bergerak dalam bisnis streaming—telah memiliki perpustakaan musik terbesar di negara itu dengan lebih dari 20 juta lagu melalui kesepakatan lisensi dengan berbagai label musik besar baik di dalam maupun luar China, termasuk Sony Music Entertainment, UMG, Warner Music Group dan lainnya.

Pada bulan Desember 2018, Tencent menggelar penawaran umum perdana untuk Tencent Music Entertainment senilai $1,1 miliar di New York. Meski begitu, Tencent tetap terdaftar pemilik saham mayoritas dalam bisnis streaming musik TME.

“Vivendi dan Tencent juga secara bersamaan mempertimbangkan bidang-bidang kerja sama komersial strategis,” kata Vivendi dalam sebuah pernyataan. “Dalam konteks ini, Vivendi tertarik untuk mengeksplorasi kerja sama yang ditingkatkan yang dapat membantu UMG menangkap peluang pertumbuhan yang ditawarkan oleh digitalisasi dan pembukaan pasar baru.”

Tencent Holdings Berniat Akuisisi 10% Saham Universal Music Group
Vivendi, induk perusahaan Universal Music Group berencana menjual 50 persen sahamnya.

Pembicaraan tentang pembelian saham UMG ini terjadi dua tahun setelah Tencent menandatangani perjanjian lisensi dengan UMG untuk mendistribusikan karya bintang rekaman globalnya di ketiga platform streaming Tencent (QQ Music, Kugou dan Kuwo), dan lebih dari setahun setelah Vivendi—konglomerat yang berbasis di Paris—mengumumkan mereka akan menjajaki penjualan hingga 50 persen dari bisnisnya di UMG. Sebagaimana diketahui, UMG memiliki katalog musik yang sangat beragam, mulai dari Adele dan Bruce Springsteen hingga Justin Timberlake dan Jake White.

Transaksi ini harus terlebih dulu melalui uji kelayakan dan finalisasi dokumen hukum. Per Selasa (6/8) kemarin, saham Tencent tercatat turun 1 persen menjadi 337,20 dolar Hong Kong di negara itu. Vivendi mengatakan pihaknya akan melanjutkan proses penjualan saham minoritas tambahan di UMG kepada calon partner lainnya.

Pada paruh pertama tahun ini, Vivendi menyebutkan UMG melaporkan pendapatan sebesar €3,26 miliar, naik 18,6 persen berdasarkan mata uang konstan dari periode yang sama di 2018.

Vivendi mengungkapkan, penjualan terlaris UMG dalam enam bulan pertama tahun ini di antaranya berasal dari rilisan baru Ariana Grande, Billie Eilish dan King & Prince, serta soundtrack untuk film A Star is Born dan album dari Queen.

Sementara itu, EBITDA UMG mencapai €481 juta, naik 43,6 persen berdasarkan mata uang konstan.

Tencent, perusahaan media sosial dan permainan terbesar asal China, belakangan aktif mencari kemitraan dalam industri musik karena persaingan mereka dengan perusahaan-perusahaan seperti NetEase Cloud Music (yang didukung oleh perusahaan internet dan permainan utama di China, NetEase) dan Xiami Music (yang dimiliki oleh induk surat kabar South China Morning Post, Alibaba Group Holding).

China—pasar internet terbesar di dunia dengan lebih dari 800 juta pengguna—memiliki pasar musik online yang berkembang pesat, yang didorong oleh meningkatnya penggunaan internet dan kemauan untuk membayar biaya berlangganan musik di kalangan generasi muda.

Sementara rasio pembayaran rata-rata untuk platform musik online di China sebesar 5 persen masih jauh di belakang negara-negara lain dengan rasio 20 hingga 30 persen, generasi muda China—yang lebih terbiasa membayar untuk konten online—diperkirakan akan meningkatkan rasio pembayaran dan keseluruhan pengeluaran, menurut laporan CLSA pada September 2018.

Tahun lalu, Tencent bekerja sama dengan Sony untuk meluncurkan label baru untuk EDM di Asia, guna menangkap momentum popularitas EDM yang terus meningkat di daratan China dan wilayah tersebut.

Tencent Holdings sedang melakukan pendekatan untuk membeli 10% saham Universal Music Group.

Tencent Music juga bekerja sama dengan rekan globalnya, Spotify, melalui kesepakatan lintas pemegang saham yang ditandatangani pada tahun 2017, di mana kedua perusahaan mengambil saham minoritas satu sama lain. Tidak seperti Spotify, Tencent Music hanya memperoleh sebagian kecil pendapatannya dari paket berlangganan musik, dan sebaliknya sangat bergantung pada layanan yang populer di China seperti karaoke online dan live streaming.

Pada saat yang sama, Tencent adalah salah satu dari sedikit perusahaan teknologi China yang tidak dapat dihalangi untuk membuat kesepakatan seiring meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing terkait teknologi dan perdagangan dalam satu tahun terakhir.

Pada bulan Juli saja, Tencent, operator media sosial dan aplikasi pesan QQ dan WeChat, mengumumkan kemitraan dengan raksasa chip dari AS, Qualcomm, untuk menghadirkan jaringan 5G dan teknologi baru lainnya ke perangkat permainan, dan aliansi untuk bersama mengembangkan permainan dengan The Pokemon Company. Perusahaan yang didirikan oleh Pony Ma Huateng ini juga meningkatkan investasinya di perusahaan perbankan digital yang berbasis di Bengaluru, NiYO.

Keterangan Foto Utama: Tencent Holdings berniat akuisisi 10% saham Universal Music Group. (Foto: Google Images)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Hole Tarik Gugatan Rekaman yang Terbakar di Gudang UMG

Hole Tarik Gugatannya Untuk Universal Music Group!

UMG dilaporkan telah meyakinkan band yang digawangi oleh Courtney Love ini, kalau tidak ada rekaman master mereka yang musnah dalam kebakaran di 2008. Bulan

on Aug 22, 2019
Sejumlah Artis Tuntut UMG Terkait Rekaman yang Terbakar di 2008

Sejumlah Artis Tuntut UMG Terkait Rekaman yang Terbakar di 2008

Steve Earle juga ikut melayangkan gugatan terhadap UMG, menurut berita terbaru yang dilansir dari The New York Times. Pada 11 Juni lalu, The New York Times

on Jun 25, 2019
YouTube Remaster Video Nirvana, Beastie Boys dan Lainnya Secara Digital

YouTube Remaster Video Nirvana, Beastie Boys dan Lainnya Secara Digita...

YouTube Music dan Universal Music Group berencana meningkatkan kualitas 1.000 video musik. YouTube Music dan Universal Music Group mengumumkan inisiatif unt

on Jun 21, 2019
Rekaman Master Eminem ‘Selamat’ dari Kebakaran Studio Universal

Rekaman Master Eminem ‘Selamat’ dari Kebakaran Studio Universal

Rekaman milik band-band seperti Hole, Nirvana, Nine Inch Nails, dan banyak lainnya musnah dalam insiden kebakaran di 2008 itu. Sejumlah rekaman master dari

on Jun 16, 2019