×
×

Search in Mata Mata Musik

Terrorizer Kembali Bergabung Dengan Earache Records Setelah 32 Tahun

Posted on: 08/9/21 at 10:00 am

Legenda Grindcore Terrorizer Kembali Bergabung Dengan Earache Records Setelah 32 Tahun
Pose Terrorizer circa 2018 (Foto: dok. Terrorizer).

Terrorizer, nama yang melegenda di scene ekstrem metal internasional, tidak terkecuali di Indonesia. Selain Napalm Death, band inilah yang menyandang gelar sepanjang masa sebagai “The Godfathers of Grindcore”. Tidak lain adalah karena mahakarya debut tahun 1989 mereka yang dirilis oleh Earache Records, World Downfall. Sering kali disebut sebagai album keramat grindcore yang telah menjadi bibit unggul regenerasi grindcore di muka Bumi.

Baca juga: Obvurt, Band Death Metal Kanada Konser Edukasi Pada Anak-Anak SD

Baru-baru ini ikon grindcore Amerika Serikat (AS) ini mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kontrak kesepakatan baru berskala seluruh dunia dengan Earache Records.

Sejarah Terrorizer dan Earache Records

Sebelum dramer Pete Sandoval merekam album pertama Morbid Angel, Altars Of Madness (1989), doi tampil di dua demo dan satu album dengan band aslinya, Terrorizer. Hingga hari ini, debut full-length World Downfall masih dianggap sebagai puncak kejayaan death metal dan grindcore. Menampilkan sederet lagu hits seperti ‘Dead Shall Rise’, ‘Fear of Napalm’, ‘After World Obliteration’, dan lain-lain. Mengekshibisi permainan dram “blitzkrieg” sarat blast beat dan riff ganas yang memorable oleh mendiang gitaris Jesse Pintado (Napalm Death), cabikan bassis David Vincent (Morbid Angel) dan mantan vokalis Oscar Garcia (Nausea).

Selama dua puluh tiga tahun berikutnya, Sandoval mengambil waktu antara album Morbid Angel untuk terus bekerja dengan Terrorizer. Doi merekam dua album penuh berikutnya yang jaraknya cukup panjang dengan World Downfall. Yakni, Darker Days Ahead tahun 2006 melaui Century Media Records dan Hordes Of Zombies tahun 2012 melalui Season of Mist. Enam tahun kemudian setelah berkelana tur secara ekstensif, Terrorizer merilis album Caustic Attack tahun 2018 melalui The End Records. Artwork album terakhir ini digarap oleh ilustrator beken Indonesia, Timbul Cahyono.

Komentar Dua Kolaborator Lawas

Pendiri dan direktur pelaksana Earache Records, Digby Pearson berkomentar: “Terrorizer adalah salah satu band gelombang pertama yang saya tangani dan merupakan pionir grindcore sejati, ketika hanya segelintir musisi yang memainkan musik ekstrem metal. Band ini bertahan terlalu singkat karena dua anggota dengan cepat bergabung dengan band lain (Napalm Death dan Morbid Angel) yang keduanya mulai melakukan tur dunia dan tidak pernah melihat ke belakang. Bekerja dengan Terrorizer sekali lagi, pada tahun 2021… Akhirnya… Saatnya mereka menjadi pusat panggung di dunia grindcore yang mereka bantu ciptakan”.

Dramer Pete Sandoval turut berkomentar: “Bagi gue, ini bukan hanya momen yang menyenangkan dan antusias dalam hidup gue untuk sekali lagi bekerja dengan Dig Pearson, Al dan staf Earache lainnya. Tetapi entah bagaimana juga membawa kembali kenangan yang kuat dan enggak terlupakan dari awal 1990-an dan seterusnya. Kami enggak akan pernah melupakan album klasik seperti ‘World Downfall’ TERRORIZER dan ‘Altars Of Madness’ dan ‘Blessed Are The Sick’ MORBID ANGEL, yang membantu kami tumbuh secara musikal dan mental, serta membantu membentuk dan mempersiapkan jalan untuk banyak band muda baru lainnya untuk diikuti dan sukses. Kami melakukannya bersama dengan Earache! Jadi gue menantikan rilisan TERRORIZER baru yang kuat dan megah dan untuk hubungan yang positif, hebat, dan sukses dengan Earache. Terima kasih teman-teman!”

Dua Amunisi Baru

Vokalis dan bassis Sam Molina menambahkan: “Kami sangat menghargai kesempatan untuk menandatangani kontrak dengan Earache Records dan sangat menantikan hubungan kerja yang sukses dengan label yang memegang sejarah luar biasa yang dimiliki Earache di industri musik”.

Gitaris Lee Harrison menimpali: “Banyak hal yang terjadi dengan markas TERRORIZER dan kami senang melaporkan penandatanganan baru dengan Earache Records. Kami tahu Digby dan Al sangat mendukung apa yang kami lakukan dan menantikan hal-hal besar datang di masa depan. Sangat menyenangkan memiliki tim yang kuat di belakang kami untuk rekaman berikutnya. Menantikan untuk bertemu semua penggemar di jalan ketika kami keluar dan mendukung albumnya rilis”.

Baca juga: Madball Menolak Konser Di Mana Pun Yang Wajibkan Paspor Vaksin

Formasi Terrorizer teranyar terdiri dari Pete Sandoval (dram) yang merupakan satu-satunya personel orisinal bersama gitaris Lee Harrison yang lebih dikenal sebagai dramer veteran death metal Florida, AS Monstrosity. Serta bassis/vokalis Sam Molina, yang juga mantan vokalis Monstrosity.

Penulis, Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Jeff Becerra (Possessed)

    Jeff Becerra (Possessed) Bisa Kembali Berjalan Setelah 30 Tahun Lumpuh

    Jeff Becerra duduk di kursi roda (Foto: Miikka Skaffari/Getty Images). Jeff Becerra, sang frontman Possessed, yang dianggap sebagai band death metal pertama

    on Sep 20, 2021
    Deeds Of Flesh

    Deeds Of Flesh Rombak Formasi & Akan Tampil Di Hellfest 2022

    Formasi terkini Deeds Of Flesh. Salah satu laskar death metal angkatan lawas, Deeds Of Flesh mengumumkan dramer awal mereka, Mike Hamilton, akan kembali ber

    on Sep 15, 2021
    Suffocation

    Suffocation Rayakan Perpisahan Dengan Frank Mullen Via Album Konser

    Suffocation circa 2017 (Foto: Nylo de Meijer). Suffocation telah sukses menciptakan template untuk genre brutal death metal di awal 1990-an. Album-album sem

    on Sep 13, 2021
    Hypocrisy

    Hypocrisy Rilis Single Utama Dari "Worship", Album Baru Setelah 8 Tahu...

    Trio Hypocrisy circa 2013 (Foto: dok. Nuclear Blast). Hypocrisy merupakan salah satu dedengkot death metal kebangsaan Swedia. Dibentuk pada Oktober 1991 ole

    on Sep 11, 2021