×
×

Search in Mata Mata Musik

The Crystal Method Kembali dengan The Trip Home

Posted on: 09/29/18 at 11:00 am

Sumber: https://www.youredm.com/2018/09/28/the-crystal-method-return-with-the-trip-home/
Posted on September 28, 2018

25 tahun menghibur para pecinta musik, The Crystal Method luncurkan album terbarunya, meski tanpa salah satu personil pendirinya.

Oleh: Timmy Kusnierek. (Your EDM)

Artwork album studio keenam The Crystal Method. (Foto: Your EDM)

 

Dibentuk pada tahun 1993 oleh Scott Kirkland dan Ken Jordan, tidak terasa The Crystal Method telah menyajikan musik yang ekstensif kepada dunia selama lebih dari seperempat abad. Hari ini menandai peluncuran album studio keenam The Crystal Method, The Trip Home. Namun, ada sesuatu yang sangat istimewa dari hal ini; ini adalah perilisan album pertama sejak Ken Jordan hengkang di tahun 2017.

“The Raze” memulai LP ini dengan Le Castle Vania dalam bentuk kolaborasi yang mendalam dan sedikit membingungkan, yang menampilkan segala hal yang kita sukai dari The Crystal Method. “Holy Arp”, single pertama LP ini, tetap memompa semangat; meskipun lagu ini mungkin memiliki tingkat kesucian yang sedikit berbeda dengan hari Minggu ibumu, lagu ini tetap menjadi persembahan ilahi dengan sintesis yang sama.

Lagu favorit saya, “Ghost in the City” adalah lagu yang hidup dan tidak main-main. Aransemen bass yang luar biasa, topline yang menggoda dari Amy Kirkpatrick, dan melodi yang bertenaga semuanya menyatu menjadi kesempurnaan klasik yang kita semua kenal dan cintai.

Sepanjang album ini kita dipertemukan dengan osilasi mengambang, jeda hip-hop klasik yang diselingi dengan suasana hati yang berkelok, dan sisa kejayaan legenda tahun ’90-an yang menembus tirai ranah musik 2018.

“Carry On” adalah bantal bagi jiwa yang lelah,  menjadi jeda yang pas sebelum album ini memasuki tingkat intospeksi yang lebih tinggi. “Cabin Pressure” diproduksi oleh tangan-tangan ahli Matt Lange dan Justin Chancellor, memunculkan gambaran aksi kejar-kejaran pelaku kriminal di gang-gang Kota New York yang mengalir menjadi lagu ballad yang bersemangat dengan Franky Perez di “There’s a Difference”.

Bersiap menutup LP ini dengan akhir yang menyenangkan dengan “Hold on to Something”, sebelum mencapai lagu final “Let’s Go Home”. Lagu terakhir ini cocok didengar sambil berjalan di jalanan favoritmu saat larut malam, bergema melewati lampu-lampu jalanan seiring kenangan indah masa lalu berganti dengan mimpi masa depan. Putar albumnya di bawah ini.

 

 

Secara keseluruhan, The Trip Home menjadi tambahan yang luar biasa ke dalam daftar panjang diskografi The Crystal Method dengan nada sinematik yang pasti. Di tengah mendengarkan ke-12 lagunya, kamu mungkin mulai menyadari kalau otakmu telah disedot melalui lubang telingamu dan kamu lebih bersemangat dalam melangkah, orang lain tersenyum kepadamu, dan kamu akhirnya bisa merasakan segarnya angin musim gugur. Tenang, ini bukan awal dari demensia, melainkan sisa-sisa produksi yang benar-benar indah dari salah satu musisi terbaik genre ini. Sebagai nama panggung solo yang tidak begitu baru tercipta, wajar kalau Crystal Method milik Kirkland memiliki rasa yang sangat berbeda tanpa upaya produksi Jordan.

Jangan lupa, The Crystal Method masih menjalani tur Amerika Utaranya untuk merayakan The Trip Home, dan tiket serta tanggalnya bisa dilihat di sini.

 

Keterangan foto utama: The Crystal Method. (Foto: Rominator/Fan Art TV)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Martin Garrix

Martin Garrix Dianugerahi Best Electronic di Ajang MTV EMAs 2019

Tak lama setelah merilis single kolaborasi dengan Dean Lewis “Used to Love,” Martin Garrix memenangkan titel Best Electronic di acara penghargaan paling be

on Nov 5, 2019
Avicii

8 Tahun Lalu, Avicii Rilis Salah Satu Lagu Terbesar dalam Sejarah EDM

Tanggal 28 Oktober 2011, Avicii merilis single yang kemudian menjadi salah satu lagu paling monumental dalam sejarah EDM, "Levels."  Baca juga: Ayah Avic

on Oct 29, 2019
Marshmello

Marshmello Jadi Musisi dengan Subscriber Terbanyak Ketiga di YouTube

Minggu lalu, saluran YouTube Marshmello berhasil mencatat lebih dari 40 juta subscriber, menjadikannya musisi dengan subscriber terbanyak ketiga dan menggeser

on Oct 28, 2019
Martin Garrix

Martin Garrix Tergusur dari Puncak DJ Mag Top 100 2019

Tiga tahun berturut-turut dinobatkan sebagai DJ No. 1 dunia versi DJ Mag, posisi Martin Garrix sekarang digantikan oleh Dimitri Vegas & Like Mike. Baca

on Oct 22, 2019