<-- Google Tag Manager -->
×
×

Search in Mata Mata Musik

The Libertines Bicara tentang Kendal Calling 2018, Hotel ‘Albion Rooms’ dan Album Berikutnya

Posted on: 09/1/18 at 6:41 pm

Dengan The Libertines memimpin nama-nama di line up Kendal Calling 2018, kami bertemu dengan band ini untuk berbincang tentang rencana musim panas, perkembangan hotel dan bocoran dari album mereka berikutnya. Baca wawancara kami dengan drumer Gary Powell di bawah ini.

Oleh Andrew Trendell (NME)

The Libertines akan hadir sebagai penampil utama di Kendal Calling 2018 bersama Catfish & The Bottlemen dan Run DMC. Selain itu, di acara tersebut juga akan hadir Hacienda Classical, James, Ocean Colour Scene, Shed Seven, The Sherlocks, White Lies, Idris Elba, Fun Lovin’ Criminal, Declan McKenna, Marmozets, Tom Grennan, Pale Waves, Peter Hook & The Light, Yonaka dan masih banyak lagi.

“Kami sangat ingin bermain di acara-acara ini,” kata Powell kepada NME. “Saya dan Carl pernah main di Kendal Calling dengan Dirty Pretty Things di 2005 atau 2006. Saya ingat seseorang menerobos festival dan memanggil saya Mark Morrison, yang mana saya tidak terlalu senang karena dia agak jelek, tapi akan menyenangkan bisa kembali ke festival asli Inggris. Festival ini sudah melalui badai dan masih bertahan kuat. Plus line up-nya keren tahun ini. Siapa yang butuh Glastonbury?”

Kendal Calling akan digelar di Lowther Deer Park, Lake District dari tanggal 26-29 Juli. Lihat line up lengkapnya di sini.

Hai Gary. Sekarang sedang sibuk apa?

“Saya sedang menulis musik untuk kampanye pakaian dalam. Saya juga sedang menulis untuk kampanye Fred Perry. Selain itu, saya memilah spesifikasi studio untuk Albion Rooms dan menjalani hidup seperti biasa. Belakangan ini sangat menyibukkan. Hanya karena kami tidak manggung dan tampil di acara-acara dengan The Libertines, tidak pernah ada yang namanya istirahat. Selalu ada sesuatu yang terjadi. Selalu ada hal lain lagi.

“Ini bukan melulu soal kami muncul di hadapan publik. Kebanyakan dari itu kami hanya menyelesaikan proyek musik yang orang tidak benar-benar tahu. Hal ini semakin memperbesar peluang kami untuk memiliki karier yang lebih panjang di dunia musik. Saya suka berada di The Libertines, tapi saya suka kenyataan bahwa band ini memberikan saya kemampuan untuk melakukan hal-hal lain. Itu membuat saya berpikir lebih baik untuk kembali ke The Libertines, dan saya harap itu juga berlaku buat yang lainnya.”

Apa dinamikanya sudah berubah dari terpisah begitu lama sampai kembali bekerja bareng sekarang?

“Di satu sisi ya, tapi di sisi lain tidak. Banyak yang mengatakan, usiamu saat kamu dikontrak adalah seberapa lama kamu bertahan di band tersebut. Kami masih membuat lelucon yang sama yang kami buat 20 tahun lalu. Kami masih menyalahkan satu sama lain dan berdebat tentang hal yang sama yang kami sebenarnya akan lakukan 20 tahun lalu. Itulah dinamika dan tingkat kenyamanan kami. Saat kami melihat satu sama lain, kami tahu ada semacam kewarasan dalam cara kami berbicara dengan satu sama lain.

“Dari segi kehidupan pada umumnya, kami semua sudah sedikit lebih tua dan punya anak. Banyak yang telah terjadi pada kami, dan tidak benar kalau saya bilang kami belum berubah sama sekali. Saya pastinya sudah melunak, Carl sudah melunak, bahkan Peter sudah melunak di satu sisi. Saya berani bilang John mungkin adalah ‘orang Denmark’ yang paling tulen sedunia yang bukan berasal dari Denmark. Dia adalah definisi dari lunak.”

Bagaimana perkembangan album terbaru kalian?

“Peter terus menulis, itulah yang dia lakukan. Dia menulis beberapa puisi dengan seorang perempuan di Margate dan melakukan rekaman dengan beberapa orang lain di sana. Saya sendiri juga menulis beberapa hal. John mengirim sesuatu beberapa minggu lalu dan itu juga keren. Carl selalu proaktif tentang apa pun yang dia kerjakan. Ada banyak hal yang terjadi, kami hanya perlu untuk akhirnya kembali bersama, jadi kami bisa benar-benar menentukan arah mana yang kami tuju. Seharusnya tidak terlalu sulit, karena kami mendekati segalanya dari sudut pandang The Libertines. Kami hanya perlu memastikan kami mendorong segalanya ke arah tersebut.

“Hal baiknya dari hiatus ini adalah bahwa kami telah melunak dan kami dapat saling mendengarkan satu sama lain dan menerima kritik yang membangun tanpa malah bertengkar. Kalau sesuatu itu jelek, kami bisa berterus terang tanpa ada salah paham. Kalau temanmu tidak bisa mengatakan itu padamu, lalu siapa yang bisa? Itu harusnya menjadi dikotomi yang menarik untuk benar-benar menempatkan semua ini bersama.”

Jadi kalian belum merekam apa pun sejauh ini? Kira-kira akan terdengar seperti apa?

“Ya, masih belum. Pete dan Carl sudah kembali bersama dan mereka sedang menulis bersama. Tapi John sedang berada di Denmark dan saya di sini menulis dan mencoba menjalankan label rekaman. Bagi kami, kualitas itu yang utama. Seharusnya sangat mudah bagi kami untuk minum-minum sedikit, menyatukan semuanya dan jadilah.”

The Libertines Bicara tentang Kendal Calling 2018, Hotel ‘Albion Rooms’ dan Album Berikutnya-2

Gary Powell saat tampil bersama The Libertines. (Foto: Getty Images)

Apa kalian pernah membicarakan ke mana arah yang kalian tuju untuk membuat album berikutnya ini sangat berbeda dari Anthems For Doomed Youth?

“Hanya sebentar. Saya menyarankan untuk membuatnya sedikit lebih personal, dan menjadikannya persilangan antara dinamika romantis dan realistis.  Jadi kami melihatnya dari saat ini dan membuatnya sedikit lebih tulus dan sedikit kurang bertingkah. Ada begitu banyak hal yang terjadi. Di album terakhir kami punya lagu yang berjudul “Heart Of The Matter”, dan tidak ada yang sebenarnya sampai ke inti masalah dari apa yang terjadi pada kami saat itu. Saya pikir sekarang adalah waktu yang tepat bagi kami untuk menjadi agak retrospektif dan melihat dari semua hal yang telah kami lalui. Kami seharusnya bisa menatap mata satu sama lain dengan kejujuran dan membuat sesuatu dari hati.

“Saya juga pikir akan menarik untuk bisa meluruskan beberapa hal dan membuatnya mungkin sedikit kurang dibesar-besarkan seperti waktu dulu. Mungkin temponya dibuat sedikit lebih cepat dari yang seharusnya. Itu adalah salah satu kecemasan terbesar saya dengan album terakhir. Tempo dan segala sesuatunya terasa sedikit mudah diprediksi. [Album terakhir] itu tidak benar-benar mengejutkan dan tidak terasa begitu ‘wah’. Semuanya terdengar bagus dan saya suka liriknya tapi tidak ada yang membuat saya takjub. Saya ingin merasakan sensasi ‘wah, saya tidak menduga hal itu, kalian benar-benar membuat saya takjub’. Tidak ada yang melakukan itu dan akan bagus kalau kami bisa menemukan pendekatan baru untuk hal itu: lebih realistis, lebih romantis dan lebih dinamis.”

Dan peran apa yang akan dimainkan hotel dan studio kalian (The Albion Rooms) di Margate dalam semua ini?

“Ini akan menjadi sangat instrumental. Ini akan seperti kembali ke masa lalu saat Albion Rooms milik Pete Carl di Bethnal Green masih ada; mengundang orang-orang sekitar untuk berkumpul. [Hotel] ini adalah tempat utama dan kiblat untuk usaha kreatif mereka dan membuka telinga orang lain terhadap apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka.

“Jelas kami tidak bisa melakukan itu sekarang karena Pete lebih banyak berada di mata publik daripada sebelumnya jadi akan ada kepentingan pers kalau dia mengundang orang-orang ke rumahnya. Itu bisa membuat heboh para fans. Ditambah kita semua sudah berkeluarga. Tidak mungkin saya membiarkan banyak orang mendatangi rumah saya setelah tengah malam dengan bir dan rokok untuk berpesta. Itu tidak akan terjadi, hari-hari itu sudah lewat. Tapi kami ingin punya tempat di mana kami bisa membuka diri dan menjadi terbuka dan jujur dengan orang-orang di sekitar kami.

“Saya ingat waktu itu, tertawa saat polisi datang ke rumah dan semua orang langsung cemas dan takut dan ingin kabur. Itu lucu sekali. Akan sangat bagus kalau kami bisa menjajaki kembali semangat yang sama itu dan memasukkannya ke dalam semacam rekaman. Siapa yang tahu?”

The Libertines Bicara tentang Kendal Calling 2018, Hotel ‘Albion Rooms’ dan Album Berikutnya-3

The Libertines di zaman dulu. (Foto: Getty Images)

Jadi ini akan menjadi hal yang sangat imersif bagi kalian dan para fans?

“Ya, dan yang lainnya. Ini bukan hanya tentang kami dan orang-orang yang berada di dunia The Libertines. Ini tentang orang-orang dengan pikiran terbuka dan sikap ingin tahu. Akan ada orang-orang yang datang yang mungkin tidak pernah tertarik dengan The Libertines yang datang dan melihat-lihat. Mereka boleh datang dan tidak suka dengan apa pun yang kami lakukan dan apa pun yang kami perjuangkan, tapi paling tidak mereka datang untuk mengetahui semua itu untuk diri mereka sendiri ketimbang mendengarkan retorika dari orang lain dan membuat asumsi sendiri. Ini adalah kanvas terbuka bagi orang-orang untuk datang dan mengambil keputusannya sendiri.”

Kira-kira bagaimana struktur bangunannya secara umum?

“Akan ada studio, bar, hotel yang semua orang bisa kunjungi. Tempat ini akan menjadi pusat kreatif bagi semua orang untuk datangi, kami ingin melakukan hal-hal untuk kaum muda di area ini yang ingin ikut terlibat secara kreatif. Ini akan menjadi studio residensial bagi band-band untuk datangi dan melakukan rekaman. Atau, kalau kamu ingin datang untuk bersenang-senang selama beberapa malam, kamu bisa melakukan itu juga. Ada kebijakan buka pintu untuk melakukan apa pun yang kamu lakukan, selama kami pikir itu oke. Kalau tidak oke, kamu tidak boleh masuk.”

Dan hotel ini akan ada selamanya?

“Ya, hotel ini akan terus ada. Ini tidak seperti restoran pop-up. Kami bekerja keras membangun ini, khususnya Carl. Carl terus bekerja sangat keras, hari demi hari, untuk memastikan kalau para surveyor dan agen dan pembangun studio telah dipesan. Carl adalah mesinnya. Dia ingin melakukan sesuatu agar kami semua bisa kembali ke masa yang indah dulu di mana kami berkreasi dan bersama-sama.”

Menurutmu kapan hotel ini akan dibuka?

“Saya rasa akan dibuka pada awal tahun depan. Kami perlu melakukan rekaman dan ada banyak hal lain yang perlu dikerjakan jadi menurut saya awal tahun depan hotel ini akan beroperasi. Tapi saya pernah salah sebelumnya dan saya berani bilang saya akan salah lagi.”

 

Posted on Feb 7, 2018 7:31 pm

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Loudness

Eksklusif: Mata Mata Musik Ngobrol Bareng dengan Loudness

Band heavy metal legendaris asal Jepang, Loudness, baru saja mampir ke Jakarta untuk menggelar konser di Hard Rock Café Jakarta pada hari Selasa kemarin (12/1

on Nov 14, 2019

Vokalis Lamb Of God Bahas Kondisi Musik di 2019

Menurut vokalis Lamb of God, Randy Blythe, “Kalau kamu duduk di belakang komputer untuk mencela dan menghakimi orang lain, itu bertentangan dengan segala ses

on Oct 21, 2019
Zico

Zico Mengaku Pernah Alami Rambut Rontok Karena Stres

Zico buka-bukaan tentang musik dan kekhawatirannya saat menjadi tamu di acara Kim Shin Young‘s Hope Song At Noon pada 8 Oktober kemarin. Baca juga: Crush

on Oct 10, 2019
Pete Doherty

Sering Ngebut, Pete Doherty Dilarang Nyetir Selama 6 Bulan

Personil The Libertines ini juga dikenai denda sebesar Rp160 juta! Pete Doherty dijatuhi larangan mengemudi selama enam bulan setelah berkali-kali tertang

on Oct 8, 2019