×
×

Search in Mata Mata Musik

The Linda Lindas, Kuartet Punk Remaja Putri Yang Dunia Perlu Ketahui!

Posted on: 05/21/21 at 11:00 am

The Linda Lindas, Kuartet Punk Remaja Putri Yang Dunia Perlu Ketahui!
The Linda Lindas (Foto: via YouTube).

The Linda Lindas, mungkin masih terdengar asing di telinga lo, tetapi mulai sekarang dijamin enggak lagi. Saat ini kita memang enggak hidup di era yang cerah, sebaliknya serba penuh rintangan dan tantangan. Tetapi sisi baiknya, jadi banyak musik keren yang muncul dari kegelapan yang tidak kunjung terang ini. Salah satunya The Linda Lindas, sekelompok gadis remaja dan pra-remaja yang menggunakan medium punk rock sebagai pengeras suara keresahan dan protes terhadap ketidakadilan.

Baca juga: Glenn Danzig: Ledakan Punk Tidak Bisa Terjadi Di Tengah ‘Cancel Culture’

Pada 4 Mei 2021 lalu (waktu setempat), The Linda Lindas menyita perhatian netizen global melalui konser live streaming di YouTube yang digelar di Perpustakaan Umum di Los Angeles (LA Public Library), Amerika Serikat (AS). Dalam set list-nya, mereka membawakan lagu baru yang berjudul ‘Racist Sexist Boys’ sebagai respons diskriminasi rasial yang dialami dua member band ini, Mila dan Eloise. Rekaman live lagu ini kemudian viral di media sosial, dan tersedia di gerai musik digital. Dengarkan di sini.

Lagu ‘Racist Sexist Boys’ ditulis oleh Mila dan Eloise setelah seorang anak laki-laki merundung Mila selama sekolah. “Beberapa saat sebelum kami mengalami lockdown, seorang anak laki-laki di kelasku mendatangiku dan mengatakan bahwa ayahnya menyuruh dia untuk menjauh dari orang-orang China,” kata Mila sebelum memulai performanya di pertunjukan LA Public Library. “Setelah aku mengatakan kepadanya bahwa aku adalah orang China, dia menjauhi aku. Eloise dan saya menulis lagu ini berdasarkan pengalaman itu,” imbuhnya.

Eloise menambahkan seraya menggeram, “Jadi ini tentang dia dan semua anak laki-laki rasis dan seksis di dunia ini!” Setelah aba-aba klasik, “One, two, three, four!” ala Ramones, mereka mengentak penuh distorsi dengan Eloise memegang kendali utama di depan mikrofon.

The Linda Lindas Mewakili Multi Ras

Band ini mengalir darah setengah Asia dan setengah Latin. Lucia (gitar, 14 tahun), Mila (dram, 10 tahun), Eloise (bass, 13 tahun), dan Bela (gitar, 16 tahun). Mereka mendeskripsikan diri mereka sebagai kumpulan saudara perempuan, sepupu, dan sahabat yang main musik bersama. Masing-masing dari mereka juga menyanyi walau peran vokalis utama lebih banyak dijalani oleh Eloise dan Lucia. The Linda Lindas menyalurkan semangat punk orisinal, power pop, dan new wave melalui telinga, mata, dan pikiran masa kini. Mereka pertama kali bermain bersama sebagai bagian dari band amatir pilihan Kristin Kontrol (vokalis Dum Dum Girls) untuk festival musik perempuan Girlschool LA pada Januari 2018. Di mana mereka bergabung dengan Bobb dan Bethany dari Best Coast dan Karen O (vokalis Yeah Yeah Yeahs). Di festival musim panas itu, Bela meminta Lucia, Eloise, dan Mila untuk mendukungnya di beberapa lagu di pertunjukan Hi-Hat. Dan dari situlah lahir band ‘garage punk’ ini.

Membuka Konser Idolanya, Bikini Kill

Meski di usia belia, keempat gadis berbakat ini sudah makan asam garam di scene punk Los Angeles. Dua tahun lalu mereka pertama kali dikenal di internet lewat video lagu cover ‘Rebel Girl’ dari Bikini Kill. Popularitas video mereka sampai membuat Bikini Kill kepincut. Yang lantas para rocker muda ini membuka konser idola mereka pada bulan April 2019. Hal itu pun berlanjut menarik perhatian sutradara Amy Poehler. Setelah itu mereka ditawari menyumbangkan musik untuk film Netflix terbaru Poehler, Moxie. Yakni dua lagu cover ‘Rebel Girl’-nya Bikini Kill dan ‘Big Mouth’-nya The Muffs. Gaya musik dan estetika punk The Linda Lindas yang meledak-ledak mengingatkan ke Riot grrrl. Gerakan subkultur punk feminis yang mencuat di era 1990-an.

Nama The Linda Lindas mulai diresmikan sejak mereka memainkan konser amal “Save Music in Chinatown” di musim gugur 2019 lalu. Di festival musik ini mereka berbagi panggung dengan band-band punk senior seperti The Dils, The Gears, Alley Cats, dan Phranc. Mereka juga bermain dengan Alice Bag, bergabung dengan Best Coast dan Money Mark di penggalangan dana politik DIY, membuka konser peluncuran album Bleached yang tiketnya terjual habis. Dan dipilih langsung oleh band legendaris dari kolektif Riot grrrl yang tersohor, Bikini Kill untuk membuka salah satu konser mereka di Hollywood Palladium dalam rangkaian tur reuninya. Mereka menutup tahun 2019 dengan pertunjukan di Viva Pomona Festival dan Dia De Los Muertos Festival di Self-Help Graphics LA.

Tahun lalu, The Linda Lindas menulis dan membawakan lagu orisinal berjudul ‘Claudia Kishi’ untuk The Claudia Kishi Club, sebuah film dokumenter yang ditayangkan perdana di Netflix pada 3 Juli. Dengarkan di sini, bray.

Anti-Asian Hate

Konser The Linda Lindas di LA Public Library digelar untuk memperingati bulan AAPI (Asian American and Pacific Islander alias Asia Amerika dan Kepulauan Pasifik). Kejahatan yang berakar dari sentimen kebencian Anti-Asia alias Anti-Asian Hate memang telah meningkat sejak dimulainya pandemi, yang coba diatasi oleh Presiden Joe Biden pada 20 Mei dengan penandatanganan Undang-Undang Kejahatan Kebencian Covid-19.

Di beberapa media besar, sejumlah artis rock dan metal Asia dan AAPI menceritakan pengalaman rasisme mereka dan berbagi pemikiran dan perasaan mereka tentang meningkatnya kekerasan terhadap orang-orang Asia dan keturunan AAPI. Beberapa musisi mengungkapkan ingatan intens menghadapi prasangka buruk semasa anak-anak, beberapa semasa remaja, dan pengalaman serupa lainnya yang tidak terhitung. Di antara artis tersebut ada Herman Li (Dragonforce), Mike Shinoda (Linkin Park), Freddy Lim (Chthonic), dan Kimberly Goss (Sinergy).

Baca juga: Wuhan Calling: Bagaimana Kota Ini Menjadi Episentrum Punk Rock Di Cina

Untuk selengkapnya melihat aksi performa dan wawancara mereka di pertunjukan LA Public Library, lo tonton deh di bawah ini. Setelah menonton ini, kami langsung nge-fan, enggak tahu kalau lo, gaes.

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Ramones

    Ramones 'I Wanna Be Sedated' Digubah Tenacious D Buat Kampanye Vaksin

    Jack Black / Kyle Gass / Amy Lee, via YouTube Ramones lagu-lagunya memang asyik buat di-cover. Contohnya Kyle Gass dari Tenacious D yang telah menggubah sal

    on Jun 5, 2021
    Sum 41

    Sum 41 Dedikasikan Single Buat Istri Sang Vokalis Yang Nyaris Bunuh Di...

    Sum 41 (Foto: Ashley Osborn). Sum 41 merilis versi terbaru dari single 'Catching Fire' mereka, kali ini fitur rapper nothing,nowhere. Deryck Whibley, vokali

    on May 31, 2021
    Konser Punk

    Konser Punk Di AS Jual Tiket $18 Buat Tervaksinasi, $1000 Yang Belum

    Crowd di sebuah Punk Rock Show (Foto: Melinda Oswandel). Konser punk yang satu ini termasuk hal yang baru. Seorang promotor konser di Florida, Amerika Serik

    on May 30, 2021
    Punks Reformasi

    Punks Reformasi Rilis Lagu 'Bali Bersama JRX' Jelang Bebasnya JRX

    Punks Reformasi (Foto: Instagram/punksreformasi). Apa yang dialami I Gede Ary Astina alias Jerinx atau JRX, penggebuk dram legenda punk rock Indonesia Super

    on May 23, 2021