×
×

Search in Mata Mata Musik

Ulasan Album: The Sailor-Rich Brian

Posted on: 08/14/19 at 8:00 am

Rich Brian atau Brian Imanuel Soewarno di tahun ke-19 hidupnya; melepas ‘Chigga’-nya dan tidak lagi mencari kontroversi demi jumlah klik di Youtube.

Oleh: wlbrt.

Billboard album The Sailor milik Rich Brian
Rich Brian tersenyum di depan billboard album keduanya, The Sailor di Times Square, New York.

Semua sudah tahu kisah seorang Brian Imanuel yang berangkat ke Amerika Serikat di umur 17 tahun untuk mengejar mimpinya. Awalnya Rich Brian tidak langsung mendapatkan restu orang tuanya ketika pertama kali menyinggung keinginannya tersebut. Tapi hasil memang tidak akan pernah mengkhianati kerja keras dan tekad seseorang!

Berjarak kurang lebih setahun dari album studio perdananya, Rich Brian kembali dengan The Sailor di penghujung Juli kemarin.

The Sailor menampilkan beberapa materi terbaik dari perjalanan bermusik seorang Rich Brian hingga saat ini. Obsesinya, hidup jauh dari rumah, pencarian jati diri lewat hubungan emosional dan bahkan mungkin juga secara seksual, menjadi tema besar di album studio keduanya ini. Perubahan yang cukup signifikan. Mengingat materi “Dat $tick” yang memiliki kesan ‘main-main’.

Secara keseluruhan, The Sailor datang dengan produksi yang termasuk matang. Sebagian besar proses rekamannya dilakukan di New York, bersama dengan Bekon and The Donuts sebagai Produser, album ini kaya akan detail. Contohnya bisa didengarkan lewat elemen string dan permainan orkestra yang banyak mewarnai The Sailor! Seperti ada lapisan tambahan di album ini, meskipun masih terdapat sedikit kekurangan, seperti di bagian lirik.

Dengan flow per bar yang kadang terasa kikuk, membuat beberapa liriknya menjadi terlalu panjang dan beresiko memberikan rasa bosan. Rasanya jadi tidak selaras dengan energi besar yang dimiliki beberapa lagu di The Sailor, seperti “Rapapapa” yang menampilkan RZA dan “100 Degrees.”

Bahkan dengan catatan yang disebutkan di atas, The Sailor tetap menjadi salah satu persembahan mengesankan di tahun 2019. Rich Brian membuktikan bahwa dia adalah salah satu ‘suara’ baru yang layak diperhatikan dan diperhitungkan. Dan pintu masih terbuka lebar untuk seorang Rich Brian tumbuh semakin besar!

“Yellow”

Sejak perilisan “Yellow”, ditambah dengan video musiknya yang secara artistik mengena kepada inti single tersebut, Rich Brian langsung menjadi pusat perhatian dan ekspektasi publik terhadap The Sailor melejit tinggi pada saat itu. 

Di bagian pertama single ini, Rich Brian ingin menggambarkan rasa sesak yang timbul ketika sedang menghadapi pergulatan dalam proses pencarian jati diri. Tema itulah yang akhirnya menjadi kekuatan utama “Yellow”, banyak orang langsung merasa related ketika mendengarnya. Dan sebagian besar pergulatan akan berujung dengan kemenangan yang layak. Rich Brian tentu tidak melupakan hal tersebut di bagian kedua single ini. Rasanya tidak berlebihan kalau The Sailor disebut sebagai salah satu kemenangan Rich Brian untuk saat ini.

Salah satu kecemasan yang ditunjukannya di “Yellow” adalah penggalan lirik yang mengacu pada persoalan status imigrasi yang pernah dialami oleh 21 Savage. Got a full clip, don’t even carry no guns/Don’t need no ICE, feel like I’m 21/ Breakfast and lunch, she gon’ swallow my sons/Dinner, dessert, eat these rappers for fun/Don’t give no fucks if you don’t fuck with my shit/Rock fifty stages in all fifty states, bitch/I did it all without no citizenship/To show the whole world you just got to imagine.

“Drive Safe”

Rich Brian kembali mengeksplorasi kemampuan bernyanyinya di lagu ini, seperti yang dilakukannya di “Yellow”. Berada di urutan kelima di album, buat saya pribadi, “Drive Safe” merupakan lagu yang paling memikat dari The Sailor.

Selain itu, lagu ini juga mampu menjawab berbagai tantangan di segi produksinya. Salah satu kekuatan di “Drive Safe” adalah chord gitarnya yang dimainkan atau dinyanyikan berurutan, satu per satu, dan diulang beberapa kali. Sangat menarik!

All these thoughts I have in my head/Got me blinded from the sunset/I’m tryin’ hard to stop the rain/Cause smilin’ doesn’t feel the same/I just called to tell you, “Drive safe”/Will I see you in the mornin’?/’Cause I just wanna feel your touch/’Cause I don’t think I had enough. Lewat penggalan lirik melankolisnya tersebut, kira-kira Rich Brian mengacu pada pertemanan masa lalu yang memudar, atau secara spesifik membicarakan tentang kekasih lama?

“Kids”

Dosa rasanya kalau lagu keempat dari The Sailor tidak disinggung di sini. Lagu yang di beberapa detik pertamanya mengingatkan akan hip hop 90-an lewat ketukannya, mampu menangkap berbagai emosi yang dituangkan Rich Brian.

Mulai dari rasa bangga sampai rasa sentimental. Seorang Rich Brian menggambarkan hubungannya dengan keluarga, teman-teman bahkan dengan Sean Miyashiro, pendiri 88rising di “Kids”. Selain itu, Rich Brian berusaha memberi tahu kalau siapa pun bisa menghidupi mimpinya. Asalkan tetap memusatkan perhatian dan memberikan usaha yang memang sepadan.

They told me I ain’t welcome, I’m here to stay, and my visa says so/Just wait and see who’s songs they gon’ blast up in they headphones/Come back like every couple years to destroy like tornadoes/Victorious tropical flow coming straight from Indo’/These plants only grow to just get cut and disposed/Their spotlight is dimming, my future’s so bright that it glows.

Rich Chigga yang dulu berceloteh sambil mengenakan polo shirt pink dan fanny pack, bertransformasi menjadi salah satu rapper paling menarik di panggung rap sekarang. Tentunya dengan karier yang melesat dan akan sulit untuk dihentikan!

Verdict: 7.7/10.
Bersama The Sailor, Rich Brian meningkatkan level permainannya di dunia rap Amerika Serikat.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Ulasan Album: Grayscale-Diskoteq

Diskoteq, pertama mengetahui mereka lewat seorang teman. Dalam bayangan saya, Diskoteq adalah band elektronic disco yang sarat dengan keribetan perkabelan sana

on Aug 20, 2019
Head In The Clouds 2019

Rich Brian & NIKI Kibarkan Merah Putih di Head In The Clouds 2019!

Dua musisi muda ini makin menjadi salah satu kebanggaan Indonesia dan inspirasi untuk semua remaja di Asia dan dunia! Baca Juga: Stephanie Poetri Jajal Pang

on Aug 19, 2019
Stephanie Poetri

Stephanie Poetri Jajal Panggung Head In The Clouds 2019!

Pertama kali daratkan kaki ke Los Angeles, Stephanie Poetri sukses bawakan “I Love You 3000” di Head In The Clouds Festival 2019 Sabtu kemarin dan daratkan

on Aug 19, 2019
Drake Muncul di “Won’t Be Late”, Salah Satu Single Baru Swae Lee

Drake Muncul di “Won’t Be Late”, Salah Satu Single Baru Swae Lee

Mundur dari aktivitasnya sebagai bagian duo Rae Sremmurd, Swae Lee baru-baru ini meluncurkan “Sextasy” dan “Won’t Be Late” (ft. Drake) menjelang peri

on Aug 18, 2019