×
×

Search in Mata Mata Musik

The Strokes “The New Abnormal”: Bernuansa dan Mood Yang Abnormal

Posted on: 04/13/20 at 11:00 am

The New Abnormal oleh The Strokes.
Cover album ‘The New Abnormal’ oleh The Strokes. (Gambar: RCA Records).

THE STROKES
The New Abnormal

(2020, RCA)

Oleh Daniel Mardhany

Fakta: Band yang sempat menjadi petanda jaman ini kembali lagi lewat album terbaru berjudul The New Abnormal. Jika kita kilas balik ke hulu abad 21 selain musik post-hardcore atau sebut saja emo yang sempat menjadi trend global, garage rock juga menjadi musik yang mendominasi era radio dan TV masih berjaya sebagai media arus utama. Album perdana mereka, Is This It (2001) yang sangat fenomenal itu berhasil membuka jalan untuk band-band dengan genre dan outfit yang sejenis seperti; The Vines, The Datsun, The White Stripes sampai band lokal seperti The Brandals, dan band garage rock retrospektif dengan nama depan “the” lainnya.

Baca juga: Album Baru The Strokes ‘The New Abnormal’ Rampung

Formula The New Abnormal menurut saya merupakan pengembangan dari dua album pertama mereka, Is This It dan Room on Fire (2003). Tidak terlalu banyak eksperimen seperti di album Angles (2011) dan Comedown Machine (2013). Sound di album ini tidak se-modern dua album sebelumnya walaupun tidak sementah album pertama yang merupakan “blueprint” band asal New York, Amerika Serikat ini.

Kelebihan: Riff di album ini catchy, banyak kejutan di departemen dawai 6 senar. Sahut-sahutan petikan dan genjrengan duo gitaris flamboyan Nick Valensi – Albert Hammond Jr membentuk “wall of sound” yang indah kadang terdengar cukup mewah. Pattern vokal Julian Casablancas banyak yang baru di album ini contohnya seperti di salah satu lagu dengan tata suara dan struktur lagu yang “tidak normal” untuk ukuran The Strokes, yaitu ‘At the Door’. Vokalis yang menjadi ikon garage rock ini terdengar lebih bernyanyi. Sektor ritem tetap tradisional, masih banyak pengaruh dari Neu!, band jadul 1970-an yang bergenre krautrock (rock eksperimental).

Kekurangan: Mood antar lagu terdengar serupa yaitu gloomy seperti kondisi bumi saat ini. Rasanya seperti naik mobil di tol jor sedang lancar saat ini. Tidak seperti naik mobil saat Jakarta sedang dalam keadaan “normal” dengan segala macam kompleksitasnya seperti macet dan tersendat. Mood lagu tidak sevariatif pilihan nada dan sound gitar album ke-6 mereka ini.

Baca juga: The Strokes Siap Rilis Album Baru di 2020

Kesimpulan: The New Abnormal merupakan oplosan dari minimalistik album pertama dan kedua, percobaan eksplorasi sound yang dimulai sejak  album ketiga dan kelima yang eksperimental. Ini merupakan album “tergelap” The Strokes walaupun cover album ini didominasi warna terang. Jarang lagu up beat yang menjadi ciri khas hits mereka. Album dengan mood dan nuansa yang sesuai kondisi global yang “abnormal” dan dirundung kesedihan yang maksimal sejak perang dunia kedua.

Verdict: 8/10

Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    600 Musisi

    600 Musisi (RATM, Serj Tankian) Serukan Boikot Israel Dukung Palestina

    Lebih dari 600 musisi menyerukan kepada rekan-rekan sesama musisi mereka untuk memboikot pertunjukan apapun di Israel sebagai bentuk dukungan untuk Palesti

    on May 27, 2021
    Julian Casablancas

    Julian Casablancas (The Strokes) Jadi Kurator & Penyiar Radio Game Onl...

    Julian Casablancas (The Strokes). (Foto: Getty Images). Buat elo-elo pade game mania khususnya Grand Theft Auto, atau pun penggemar The Stokes, ada kabar bu

    on Dec 11, 2020
    Band Rock Metal

    18 Band Rock & Metal Yang Stabil: Nggak Pernah Ganti Formasi Selama Ka...

    Foto: Mark Tremonti, Tom Morello. Bagi kamu yang pernah main band serius, atau hanya sebagai pengamat musik, umumnya punya pemikiran sama. Bahwa sepertinya

    on May 4, 2020
    Fuji Rock Festival 2020

    Festival Fuji Rock Umumkan Tame Impala dan The Strokes Sebagai Headlin...

    Fuji Rock Festival 2020 (Foto: Instagram.com/@fujirock_jp). Fuji Rock Festival 2020 edisi ke 24, acara musik rock musim panas tertua di Jepang, telah mengum

    on Mar 20, 2020