×
×

Search in Mata Mata Musik

The Weeknd Ajak Major Label Donasi Besar-Besaran Untuk Melawan Rasisme

Posted on: 06/4/20 at 5:30 am

The Weeknd.
The Weeknd. (Foto: WENN/Instar).

The Weeknd, yang pada hari Senin lalu menyumbangkan US$ 500.000 alias sekitar Rp 7 miliar untuk organisasi pemberdayaan orang kulit hitam, mendesak tiga major label musik utama, Sony, Universal dan Warner, dan dua layanan streaming teratas, Spotify dan Apple, untuk beraksi “besar-besaran secara publik” dengan sumbangan mereka minggu ini.

“Kepada rekan-rekan dan eksekutif industri musik yang terhormat,” tulis The Weeknd dalam sebuah postingan di media sosial. “Tidak ada yang mengambil keuntungan dari musik orang berkulit hitam lebih dari label dan layanan streaming. Aku telah berdonasi kemarin dan aku mendesak kalian untuk beraksi besar-besaran secara publik dengan donasi kalian minggu ini. Itu akan sangat sangat berarti bagi aku dan komunitas kami jika kalian dapat bergabung dengan kami dalam hal ini”.

Pada hari Senin, penyanyi R&B yang bernama asli Abel Tesfaye ini memposting struk untuk sumbangannya yang masing-masing US$ 200 ribu (Rp 2,8 miliar) untuk organisasi Black Lives Matter Global Network dan untuk The Colin Kaepernick Know Your Rights Camp Legal Defense Initiative, dan US$ 100 ribu (Rp 1,4 miliar) kepada National Bail Out.

Penempatan waktu untuk pesan ini jelas bukan kebetulan, karena pada Selasa (2 Juni) ada kampanye “Blackout Tuesday” – di mana industri musik pada dasarnya akan menghentikan operasi sehari-hari mereka untuk memprotes kekerasan polisi terhadap komunitas kulit hitam, dan menyusun strategi tentang cara-cara untuk mendukung komunitas serta artis dan eksekutif musik berkulit hitam yang telah banyak berkontribusi kepada industri dan kultur musik.

#TheShowMustBePaused, sebuah inisiatif yang dibentuk oleh eksekutif Atlantic Records Jamila Thomas dan Brianna Agyemang dari Platoon, telah memposting beberapa panggilan untuk bertindak yang tercantum di bawah ini, termasuk daftar bacaan yang berjudul “Sumber Daya Anti-Rasisme”.

“Selasa, 2 Juni dimaksudkan untuk dengan sengaja mengganggu pekan kerja (pada umumnya),” tulis mereka. “Industri musik adalah industri multi-miliar dolar. Sebuah industri yang sebagian besar diuntungkan oleh seni ciptaan orang kulit hitam. Misi kami adalah untuk meminta pertanggung jawaban industri pada umumnya, termasuk perusahaan besar dan mitra mereka yang mendapat manfaat dari upaya, perjuangan dan keberhasilan dari orang kulit hitam…. Ini bukan hanya inisiatif 24 jam. Kami sedang dan akan berada dalam pertarungan ini untuk jangka panjang. Rencana untuk aksi selanjutnya akan diumumkan”.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Warner Music Group

    Warner Music Group Menjalin Kemitraan Dengan Twitch

    Di tengah maraknya industri musik yang secara masif sudah memasuki ranah digital, Warner Music Group (WMG) selaku perusahaan rekaman skala dunia menjalin k

    on Sep 28, 2021
    David Bowie

    Hak Global Seluruh Katalog Musik David Bowie Dipegang Warner

    Suatu pengumuman datang dari Warner Music Group (WMG), mereka menyatakan bahwa seluruh album David Bowie sejak tahun 2000 hingga akhir hayatnya di tahun 20

    on Sep 17, 2021
    kehlani

    Kehlani Suguhkan Pop R&B Segar Via Lagu 'Altar' Dari Album Mendatang

    Kehlani (Foto: Brianna Alysse). Tiap ketukan dram yang terdengar renyah diiringi synthsizer dan gitar yang turut membangun nuansa lagu. Sampailah di penggal

    on Sep 16, 2021
    Kanye West

    Kanye West Bilang Universal Music Merilis Album "Donda" Tanpa Izinnya

    Kanye West (Foto: Getty Images). Masih terdengar keras kabar dari Kanye West mengenai rilisan album terbarunya, Donda, yang dirilis secara digital. Album in

    on Aug 30, 2021