×
×

Search in Mata Mata Musik

The Weeknd Tidak Mampu Meraih Kembali Kemunculannya yang Luar Biasa pada Mini Album My Dear Melancholy

Posted on: 08/1/18 at 5:44 am

Abel Tesfaye terdengar asing dan tidak berkomitmen di kumpulan lagu terbarunya.

Oleh: David Sackllah. (Consequence Of sound)

Intisari: Untuk seniman yang biasa dikenal memberikan lebih, mini album (EP) terbaru The Weeknd yang berdurasi 22 menit ini merupakan percobaan yang terbilang sangat berhati-hati dan suatu langkah nyata yang mengejutkan ke arah yang baru. Dibandingkan dengan single papan atas dari dua album terakhirnya, My Dear Melancholy, mundur selangkah menuju kemunculannya dengan menampilkan enam lagu bertemakan patah hati dan kemarahan.

Plus: Salah satu sisi utama The Weeknd — atau dalam hal ini, Abel Tesfaye — adalah estetika muram yang menggambarkan apa pun yang ia lakukan, dan tingkat konsistensi yang ditampilkan sangat mengagumkan. Tesfaye sepenuhnya memiliki persona “si brengsek yang patah hati” dengan lirik yang sangat personal dan cenderung berlebihan, dan EP ini semakin bersinar ketika Tesfaye benar-benar menunjukkan rasa sakit hati tersebut ketimbang orang lain yang memainkannya. Meskipun familiar, durasinya yang singkat membuat EP ini menjadi album Tesfaye yang sangat terfokus sejak House of Balloons.

Minus: Kemiripan yang menarik perhatian dari peluncuran ini pada akhirnya menjadi penopang bagi Tesfaye. Gayanya bisa begitu kuat sehingga mematikan kontribusi dari kolaborator khusus seperti Nicolas Jaar dan Gesaffelstein. Lagu-lagu dalam album ini mungkin dapat membuat pendengarnya teringat akan nuansa teduh dan pahit dari mixtape terdahulunya, tetapi dengan cara yang lebih halus, sebagaimana Tesfaye terlihat asing. Segala sesuatu tentang album ini, seperti durasi lagu yang singkat, bagaimana album ini diumumkan selayaknya pengumuman musim pra-festival, dan kenyataan bahwa tidak ada dalam album ini yang terdengar sebagai single yang dapat menjadi hits, menunjukkan tidak adanya komitmen.

Kesimpulan: Jika mini album ini dimaksudkan sebagai cara untuk mendengarkan kembali  “mixtape Abel”, album ini terasa kurang, tidak memiliki ketegangan yang membuat lagu-lagu tersebut sangat menarik pada awalnya. My Dear Melancholy, memiliki kohesi, tetapi itu adalah suara yang tidak beraturan dan suram yang tidak pernah melenceng seperti yang Anda inginkan. Kalau saja ia berusaha lebih baik, album ini bisa menjadi sesuatu yang lebih berarti, daripada berjalan ke titik puncak dan kemudian mundur.

Lagu Utama: “Wasted Times”, “Call Our My Name”

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Ulasan Album: Grayscale-Diskoteq

Diskoteq, pertama mengetahui mereka lewat seorang teman. Dalam bayangan saya, Diskoteq adalah band elektronic disco yang sarat dengan keribetan perkabelan sana

on Aug 20, 2019
Ulasan Album" The Sailor-Rich Brian

Ulasan Album: The Sailor-Rich Brian

Rich Brian atau Brian Imanuel Soewarno di tahun ke-19 hidupnya; melepas ‘Chigga’-nya dan tidak lagi mencari kontroversi demi jumlah klik di Youtube. Ol

on Aug 14, 2019
Duara

Flights Of Imagination - Duara

Imajinasi manis Duara! Baca Juga: Setelah Rilis EP, Duara Rencanakan Mini Tur ke Inggris Oleh: Amien. Tidak sengaja menemukan nama mereka di sebuah arti

on Aug 6, 2019
Kausa

Corvus Corvidae - Kausa

Sang Gagak datang untuk membakar semangat mereka yang lemah. Baca Juga: Synchronize Umumkan Daftar Line Up Gelombang Pertama Oleh: Amien. Beberapa bulan

on Jul 29, 2019