×
×

Search in Mata Mata Musik

Ticketmaster dan AEG Tawarkan Refund 30-Hari Untuk Konser Tertunda

Posted on: 04/20/20 at 8:00 am

AEG Presents dan Ticketmaster.

Telah diperkirakan bahwa hampir 18,000 konser dan acara telah ditunda atau dibatalkan karena pandemi Covid-19 atau virus Corona. Meskipun itu merupakan pukulan yang sangat telak bagi industri hiburan live, itu juga membuat penggemar menjadi tidak yakin tentang uang yang telah mereka habiskan untuk tiket.

Saat menanggapi pandemi ini, Ticketmaster secara diam-diam mengubah kebijakan refund atau pengembalian dana mereka hanya untuk mencakup konser yang dibatalkan, yang telah membuat marah banyak orang. Namun sekarang, platform yang dimiliki oleh perusahaan promotor Live Nation itu memiliki rencana terperinci untuk menawarkan refund bagi acara yang tertunda.

Menurut laporan dari Billboard, para pemegang tiket dapat mulai melihat email dari Ticketmaster mengenai kebijakan tersebut pada 1 Mei mendatang. Setelah sebuah acara dijadwal ulang, penggemar akan diberi tanggal baru dan dua opsi: meminta refund dalam waktu 30 hari atau, untuk acara yang dipromosikan Live Nation, menerima kredit 150% untuk nilai tiket itu. Jika tidak ada tindakan yang diambil, tiket akan berlaku untuk tanggal konser yang baru.

Baca Juga: BTS Tunda Tur ‘Map of the Soul’ Di Amerika Utara Karena Pandemi COVID-19

Jika pemegang tiket memilih rute refund, mereka juga akan ditawari kesempatan untuk menyumbangkan nilai tunai itu ke badan amal yang menyediakan tiket konser kepada para profesional kesehatan. Live Nation akan menyocokkan setiap donasinya. Terlebih lagi, jika acara yang ditunda tersebut disajikan oleh pesaing Live Nation, yaitu AEG, penonton konser akan memiliki opsi yang sama berkat upaya koordinasi besar-besaran antara kedua perusahaan raksasa itu.

Langkah ini dilakukan setelah Ticketmaster dikecam karena menahan opsi refund dan tampaknya mengubah kebijakannya untuk tidak lagi mencakup konser yang ditunda. Bahkan beberapa anggota kongres juga terlibat, saat Anggota Kongres New Jersey, Amerika Serikat (AS) Bill Pascrell mengatakan kepada Billboard, “Mari kita perjelas: mereka dapat [menawarkan refund] tanpa tindakan dari pemerintah, dan mereka dapat melakukannya hari ini. Ticketmaster harus melakukan hal yang benar dan berhenti berusaha untuk mengambil keuntungan dari pandemi ini”.

Live Nation, bagaimanapun, menyatakan bahwa kebijakan tersebut tidak pernah benar-benar berubah, hanya saja keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini membuat penawaran refund yang mendadak menjadi agak sulit. Rencana baru ini mengambil upaya bersama yang besar-besaran antara Live Nation, talent agency utama (WME, Paradigm, CAA, ICM, dan UTA), liga olahraga profesional, dan berbagai venue. Stadion dan arena yang sering menampung tur dari Taylor Swift dan Pearl Jam juga menjadi tuan rumah pertandingan NFL dan NBA, dan untuk mengatur ulang jadwal konser dan olahraga secara sekaligus terbukti sangat menantang. Itu membuat semuanya sulit untuk membedakan perbedaan antara acara yang “dibatalkan” dan yang “ditunda”, karena yang terakhir disebut sering kali disertai dengan kata “tanpa batas waktu yang jelas”.

Masalah selanjutnya yang lebih rumit adalah fakta bahwa Ticketmaster tidak benar-benar menyimpan semua uang yang mereka terima dari hasil penjualan. Hasil penjualan diberikan kepada promotor seperti Live Nation dan AEG, yang kemudian menggunakan uang tunai itu untuk membayar talent agency sebagai deposit untuk artis yang telah dibooking. Itu berarti sebagian uang yang para penggemar harapkan sebagai refund telah dibayarkan sebagai jaminan. Ini biasanya bukan masalah ketika hanya ada beberapa pertunjukan yang dijadwal ulang, tetapi Live Nation dan AEG kali ini harus berurusan dengan ribuan kontrak dalam berbagai kasus penundaan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Ini juga bukan akhir dari segalanya, karena masih ada klien promotor dan venue individu untuk bekerja sama. Pada akhirnya, entitas-entitas tersebut memiliki keputusan akhir tentang mengeluarkan refund (karena mereka telah menerima pendapatannya), meskipun sebuah sumber menyatakan bahwa Ticketmaster akan mendorong penawaran peluang yang sama terbatasnya dengan kebijakan mereka sendiri.

Live Nation dan Ticketmaster bisa menyelamatkan diri dari banyak masalah dengan mengungkapkan rencana ini sebelumnya. Para eksekutif utama Live Nation telah melakukan pemotongan gaji yang cukup besar agar para staf tetap bisa bekerja sementara ribuan orang harus mengurus permasalahan logistik yang kompleks untuk menangani krisis virus Corona ini. Perusahaan ini juga meluncurkan dana dukungan sebesar US$ 10 juta (Rp 154 miliar) untuk kru touring yang terkena dampak dari semua tur yang dibatalkan. Namun, ketika sampai kepada hal kebijakan refund, perusahaan ini malah bermain diam-diam. Seperti yang dikatakan oleh seorang sumber kepada Billboard, “…Live Nation ragu untuk merinci upaya refund mereka karena tidak ingin bernegosiasi dengan artis dan klien di media”.

Sampai sekarang, kebijakan baru itu akan dimulai pada 1 Mei dan berlaku untuk semua konser yang ditunda pada bulan Februari, Maret, dan April. Live Nation mengharapkan sebagian besar acara hingga Juli akan dibahas mendatang, sementara yang dijadwalkan untuk Agustus atau musim gugur 2020 akan ditangani ketika waktunya sudah tiba. Ticketmaster memperkirakan ada 55,000 acara di platformnya sepanjang tahun 2020, dan mewakili sekitar US$ 2 miliar (Rp 30 triliun) dalam hasil penjualan tiket.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    The Weeknd

    The Weeknd Donasikan Rp 4 Miliar Lebih Untuk Korban Ledakan Di Beirut,...

    The Weeknd. (Foto: Pari Dukovic for Variety). The Weeknd telah terlibat dalam banyak aktivitas filantropi yang mulia dalam beberapa bulan terakhir ini, deng

    on Aug 14, 2020
    Live Nation

    CEO Live Nation Tetap Yakin Konser Musik Live Akan Kembali Pada 2021

    Meskipun eksekutif industri musik lainnya merasa sebaliknya, CEO Live Nation, Michael Rapino tetap yakin konser musik live dapat kembali digelar di Amerika

    on Aug 10, 2020
    Konser Musik

    Jaga Jarak Penonton Dalam Konser Merugikan Promotor, Inggris Kasih Sol...

    Acungan 'Devil Horn Sign' di konser musik cadas. (Foto: via Unsplash/Luuk-Wouters). Karena semakin banyak konser musik live yang dibatalkan atau ditunda hin

    on Jun 25, 2020
    BTS dan Big Hit Entertainment

    BTS dan Big Hit Entertainment Donasikan Rp 14 Miliar Lebih Untuk Crew ...

    BTS. (Foto: Cindy Ord/Wireimage). BTS dan Big Hit Entertainment telah menyumbangkan US$ 1 juta atau sekitar Rp 14 miliar lebih untuk Crew Nation, membantu p

    on Jun 24, 2020