×
×

Search in Mata Mata Musik

Ticketmaster dan Live Nation Siap Refund Tiket Konser Dengan Rencana Baru

Posted on: 04/27/20 at 7:00 am

Live Nation.
Live Nation. (Foto: Live Nation Entertainment).

Live Nation Entertainment telah menciptakan sebuah “rencana bantuan” untuk membantu penggemar musik dalam mendapatkan refund alias pengembalian uang atas tiket konser mereka.

Ratusan konser, festival, pertandingan olahraga, dan acara live lainnya telah ditunda atau dibatalkan karena pandemi Covid-19 atau virus Corona ini. Live Nation dan perusahaan saudaranya, Ticketmaster, telah meluncurkan program baru berjudul “Tiket Relief”, pada hari Jum’at lalu di livenation.com/ticketrelief.

Menurut situs web tersebut, para pemegang tiket akan menerima email mulai tanggal 1 Mei yang akan memberi mereka beberapa opsi:

Jika suatu acara dibatalkan, kamu akan secara otomatis menerima refund. Jika acaranya diadakan di venue milik Live Nation (seperti St. Joseph’s Health Amphitheater di New York, Amerika Serikat (AS)), kamu akan memiliki waktu 30 hari untuk “memilih” untuk menerima refund-nya sebagai kredit 150% dalam bentuk “uang tunai konser” untuk membeli tiket di masa mendatang. Live Nation mengatakan jika kamu memilih opsi yang terakhir, perusahaan akan mendonasikan satu tiket untuk setiap tiket yang awalnya kamu beli, kepada para petugas kesehatan melalui program Hero Nation milik mereka.

Baca Juga: Ticketmaster dan AEG Tawarkan Refund 30-Hari Untuk Konser Tertunda

Jika suatu acara dijadwal ulang, tiket akan diterima untuk tanggal yang baru. Kamu dapat “memilih refund” dalam waktu 30 hari terhitung sejak tanggal acara yang baru telah diumumkan, tetapi kamu tidak akan dapat memilih opsi refund sampai tanggal yang barunya sudah diumumkan.

Jika suatu acara ditunda dan tidak ada pengumuman tentang penjadwalan ulang dalam waktu 60 hari dari pengumuman penundaannya, kamu akan memiliki kesempatan waktu 30 hari untuk meminta refund.

Menurut Variety, program bantuan itu – yang awalnya bernama “Rock When You’re Ready” – adalah khusus untuk wilayah Amerika Utara. Banyak negara di Eropa yang telah memberikan waktu satu tahun untuk mendapatkan refund tiket.

AEG Presents, StubHub, dan perusahaan lainnya juga telah meluncurkan kebijakan refund yang serupa. AEG mengatakan bahwa para penggemar akan memiliki waktu 30 hari untuk mendapatkan refund bagi konser yang telah dijadwal ulang mulai 1 Mei. StubHub, salah satu penjual tiket terbesar di AS, sebelumnya telah memberikan refund sebelum mengembalikan biaya dari para penjual tiket tetapi sekarang telah menawarkan kupon senilai 120% dari nilai tiket aslinya.

Ticketmaster dan Live Nation dikecam awal bulan ini setelah mereka mengubah kebijakan refund-nya. Situs penjualan tiket awalnya mengatakan bahwa refund akan tersedia hanya “jika suatu acara ditunda, dijadwal ulang atau dibatalkan”, tetapi mereka diam-diam mengubah aturan pada pertengahan Maret untuk mengatakan bahwa “refund hanya tersedia jika acara dibatalkan”, yang telah membuat penggemar bertanya-tanya kapan atau apakah mereka akan bisa mendapatkan uang mereka kembali untuk acara yang ditunda.

Terhitung sejak pertengahan bulan April, lebih dari 20,000 konser dan festival telah dibatalkan, ditunda atau dijadwal ulang karena perintah social distancing yang memaksa semua acara berkerumunan besar ditutup. The New York Times melaporkan bahwa industri konser live dapat rugi sebesar US$ 9 miliar (Rp 138 triliun) jika berbagai acara tidak dilanjutkan hingga 2021.

Masih belum jelas apakah berbagai konser musim panas, termasuk di New York State Fair, St. Joe’s Amp dan Saratoga Performing Arts Center, akan berlanjut. Negara bagian New York tetap berada di bawah perintah stay-at-home dan bisnis yang tidak penting telah ditutup hingga setidaknya 15 Mei.

Konser berprofil tinggi di New York yang telah dibatalkan termasuk:

  • Trey Anastasio Band bersama Jason Isbell & 400 Unit – 30 Mei di CMAC
  • Zac Brown Band – 31 Mei di St. Joseph’s Health Amphitheater
  • The Head & The Heart with Margo Price – 31 May di Beak & Skiff
  • Zac Brown Band – 13 Juni di SPAC (Saratoga Performing Arts Center)
  • Bright Eyes with Lucy Dacus – 13 Juni di Beak & Skiff
  • Zac Brown Band – 14 Juni di Darien Lake Amphitheater
  • Niall Horan – 19 Juli di CMAC
  • Dead & Company – 3 Agustus di SPAC (Saratoga Performing Arts Center)

Artis-artis lainnya, termasuk The Rolling Stones, Justin Bieber, James Taylor, Roger Waters, dan JoJo Siwa, juga telah menunda konser di New York tetapi belum mengumumkan tanggal barunya.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Live Nation

    Live Nation & Veeps Luncurkan Serial Live Streaming Di 60+ Venue

    Young Thug (foto: Philip Cosores), Freddie Gibbs (foto: Ben Kaye), dan Young M.A (foto: via artist’s Facebook). Live streaming telah digunakan secara inte

    on Apr 14, 2021
    Industri Hiburan

    Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi Tentang Lumpuhnya Industri Hiburan

    JogjaROCKarta Festival, salah satu ikon industri hiburan kota Yogyakarta. (Foto: dok. Rajawali Indonesia). Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Setahun

    on Mar 3, 2021
    Live Nation

    Saham Live Nation Capai Titik Tertinggi Saat Pendapatannya Capai Titik...

    Live Nation Entertainment baru-baru ini mempublikasikan hasil laporan finansial tutup tahun 2020 mereka. Pendapatannya menurun 92% pada kuartal keempat dib

    on Feb 26, 2021
    Konser

    Uji Konser Tanpa Social Distancing Primavera Sound Hasilkan 0% Terinfe...

    PRIMA-CoV. (Foto: via Primavera Sound). Pakar penyakit menular Dr. Anthony Fauci berharap konser di Amerika Serikat (AS) bisa kembali digelar pada musim gug

    on Jan 19, 2021