×
×

Search in Mata Mata Musik

Todung Pandjaitan, Musisi Multi Talenta Berpulang Dengan Damai

Posted on: 04/11/21 at 3:00 pm

Todung Pandjaitan, Musisi Multi Talenta Berpulang Dengan Damai

Musisi lawas bernama lengkap Harlal Todung Pandjaitan atau yang kenal sebagai Todung Pandjaitan berpulang ke rumah Tuhan. Todung dilaporkan anval sehari sebelumnya karena serangan jantung. Beliau mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 9.57 pagi WIB, 11 April 2021 di Rumah Sakit Medistra, Jakarta di usia 62 tahun.

Baca juga: Tony Iommi Beda Pendapat Dengan Gene Simmons Soal “Rock Is Dead”

Berita wafatnya Todung Pandjaitan yang dikenal sebagai sosok ramah dan sederhana itu dengan cepat menyebar di berbagai platform sosial media.

Ucapan duka mengalir deras dari para sahabat dan kerabat serta para musisi terkenal yang sebagian pernah menjadi anak didiknya.

Di kalangan pemusik tahun 1980-an, nama Todung Pandjaitan melekat dengan genre rock, khususnya progressive rock.

Todung Pandjaitan yang lahir di Jakarta, Indonesia, 24 September 1958 merupakan alumnus Dick Grove School Of Music, Los Angeles 1989, spesialisasi Bass Instruction Programme.

Selain bermusik, Todung juga merupakan sarjana Desain Grafis lulusan Woodbury University di Los Angeles 1988.

Pelopor Manajemen Artis

Di bidang musik Todung enggak hanya dibekali kemampuan bermain bass, tetapi juga berbagai segi yang menyangkut penerapan bisnis yang baik dalam industri musik.

Todung juga mendirikan perusahaan manajemen artis, melakukan produksi rekaman, serta berbagai kegiatan menyangkut bisnis di industri musik.

Mengawali karier di industri musik sejak masih di bangku kuliah, Todung Pandjaitan memproduksi master rekaman album solo Indra Lesmana yang pertama, Tragedi pada tahun 1980-an.

Tahun 1990 Todung kembali ke Tanah Air, mendirikan perusahaan manajemen artis yang pertama di Indonesia, yaitu PT Art Circle Network (ARCI).

Perusahaan ini masih aktif hingga kini dengan berbagai keberhasilan terutama dalam memasyarakatkan kontrak antara artis dan klien.

Cynomadeus

Perkembangan karier Todung Pandjaitan terus meningkat. Sebagai musisi, Todung merupakan salah satu anggota band Cynomadeus. Cynomadeus mengusung genre hard rock. Dibentuk pada tahun 1990 oleh Iwan Madjid (kibord) dan Eet Syahranie (gitar). Yang kemudian merekrut Arry Syaff (vokal) dan Fajar Satritama (dram). Hingga akhirnya dilengkapi dengan kehadiran Todung Panjaitan (bass). Ini sebelum Eet dan Fajar mendirikan band heavy metal Edane yang eksis hingga kini.

Di bawah label rekaman JEPS Records, Cynomadeus merilis album perdana dan satu-satunya yang mereka miliki, Cynomadeus (1990). Materi album ini menampilkan 10 lagu rock yang orisinil dan disambut hangat oleh publik musik Indonesia. Elemen funk-nya cukup kental melalui kepiawaian permainan bass Todung.

Cynomadeus (1990).

Todung juga melengkapi pengalaman bermain di cafe dan arena musik lain dengan membentuk grup Catfunk serta grup musik blues, C4 Blues.

Beberapa penyanyi terkenal pernah bergabung bersama di antaranya Hari Moekti, Nicky Astria, Syaharanie.

Tahun 2000, Todung Pandjaitan menulis buku berjudul “BoomBassTech” yang berisi pengetahuan tentang instrumen musik bass. Buku ini diterbitkan oleh majalah remaja Hai.

Pada 24 September 2005, dibantu Gilang Ramadhan, Benny Likumahuwa, Donny Suhendra, Annette Frambach, Krisna Prameswara, Todung Pandjaitan mendirikan dan meresmikan sebuah Lab Musik yang diberi nama GladiResik Music Lab (GRML).

Baca juga: Selamat Datang Di Turnamen 32 Lagu Hard Rock & Heavy Metal Indonesia Klasik!

RIP Om Todung Pandjaitan, pemusik hebat yang lebih mementingkan karya dibandingkan popularitas. Beristirahatlah dalam damai.

Sumber: Fajar Satritama (dramer God Bless dan Edane, eks-Cynomadeus)
Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    God Bless rocks

    God Bless Ungkap Arti Rayakan 48 Tahun Karier Via Lagu 'Mulai Hari Ini...

    Tonggak awal bagi legenda hidup rock Indonesia God Bless dimulai pada tanggal 4 dan 5 Mei 1973. Pada 5 Mei, nama God Bless disepakati oleh para personelnya

    on May 5, 2021
    Greta Van Fleet

    Greta Van Fleet Patahkan Tudingan 'Rock Sudah Mati' Gene Simmons

    Greta Van Fleet / Gene Simmons (Foto: Kevin RC Wilson). Bagi para pecinta musik generasi millenial dan Z, Greta Van Fleet selama ini dielu-elukan sebagai ro

    on Apr 28, 2021
    Hubert Henry

    Hubert Henry, Bassis & Pendiri Boomerang Meninggal Setelah Kritis

    Hubert Henry Limahelu (Foto: Instagram/Boomerang_official). Kabar duka kembali menyelimuti kancah musik Tanah Air. Bassis sekaligus pendiri band hard rock l

    on Apr 24, 2021
    Queen

    Queen: 15 Urutan Peringkat Album Dari Terendah Hingga Tertinggi

    Queen. Salah satu ikon rock yang menjadi penanda kedigdayaan musik Inggris selama dekade 1970-an dan 1980-an. Melanjutkan warisan gegar 'British Invasion'

    on Apr 21, 2021