×
×

Search in Mata Mata Musik

Tool “Fear Inoculum”: Mahakarya Hasil Bertapa Selama Tiga Belas Tahun

Posted on: 12/10/19 at 1:42 pm

Cover album ‘Fear Inoculum’ milik Tool (dok. Tool)

TOOL
Fear Inoculum

(2019, Volcano/RCA)

Oleh Dharma Samyayogi

Fakta: Tiga belas tahun, bray. Terakhir saya mendengarkan album Tool ‘10.000 Days’ circa 2006 di kala saya masih jomblo luntang-lantung nggak jelas. Sekarang anak saya sudah tiga, yang dua sudah duduk di bangku Sekolah Dasar, satu lagi balita, hahaha. Anyway, di sepanjang periode tersebut memang sarat dengan spekulasi dan rumor perihal kapan dirilisnya album anyar band alternative/progressive metal ini yang terbentuk di Los Angeles, 1990 silam. Mungkin ini album paling misterius setelah ‘Chinese Democracy’-nya ‘Bedil Karo Mawar’ (GN’R) yang seperti ‘Oracle’ (dibaca: Orakel alias Ora kelar-kelar). Bagi fans semakin lama menunggu semakin besar pula ekspektasi terhadap sebuah album baru. ‘Fear Inoculum’ versi album fisiknya terdiri dari 6 lagu utama plus 1 selingan, sedangkan versi album digitalnya ada penambahan 3 lagu instrumental. Rilisan Volcano Entertaiment/RCA Records, sub-label Sony Music, 30 Agustus 2019 lalu. Mari kita fokus ke angka 7, the lucky seven.

Kelebihan: Tool terkenal piawai membangun drama dalam setiap album. Trek pembuka, ‘Fear Inoculum’, menyapa dengan lembut dan menggoda melalui olahan efek gitar Adam Jones yang mirip suara selo dan ditingkahi Danny Carey dengan aksi perkusif tabla India yang disusul dram sebelum akhirnya vokal lirih nan lembut Maynard James Keenan masuk dan membius secara halus. Dalam satu riff utama yang sama sejak beberapa detik pertama lagu berdurasi 10 menit 20 detik ini, biramanya hampir tidak pernah sama dan instrumentasinya begitu eksploratif sehingga memberikan nuansa berliku-liku sekaligus melayang-layang. Kendati demikian, sejak intro, verse hingga ke chorus tetap terdengar catchy. Termasuk lagu ini, semua lagu di sepanjang album bermain di tempo pelan namun mampu melebur kelembutan dan kegarangan dalam satu komposisi. Begitu impresif yang membuat saya lupa dengan durasi yang sebenarnya cukup panjang, larut dalam ekstasi.
Trek kedua, ‘Pneuma’ menggunakan pola yang sama. Dibuka oleh kocokan gitar clean Adam Jones yang lembut kemudian berubah mengentak dengan poli ritmik secara konstan. Namun tidak seperti trek pertama, peranan musik lebih terasa dominan ketimbang vokal sehingga lagu berdurasi 11 menit 53 detik ini benar-benar terasa lama walau tidak sampai membuat saya jengah.
Trek ketiga, ‘Invincible’ masih dengan pola yang sama. Dibuka oleh progresi kord gitar clean Adam Jones yang disusul oleh vokal melankolis Maynard James Keenan dan langsung menyayat hati. Terdengar megah dengan isian yang efisien pada bar-bar tertentu. Duet seksi ritem cabikan bass Justin Chancellor dan dram tribal Danny Carey memberikan nuansa groovy di sepanjang lagu yang lebih memiliki kadar metalnya ini. Catchy dari awal hingga akhir membuat lagu berdurasi 12 menit 44 detik ini bagaikan perjalanan panjang yang seru dan menyenangkan.
Trek keempat, ‘Descending’ dan kelima, ‘Culling Voices’ juga berpola sama, yaitu menggeber aransemen ‘the calm before the storm’. Sesuai dengan tema konsep album ini, yaitu menuju tua dan lebih bijaksana. Sebagaimana hidup, dari masa muda yang indah hingga masa tua yang penuh dialektika problematika.
Setelah trek keenam, ‘Chocolate Chip Trip’, nomor instrumentalia prog-metal tribalistik yang berbaur nuansa elektronik, lanjut trek ketujuh, ‘7empest’ menjadi penutup cerita drama kehidupan ini selama 15 menit 43 detik yang epik.

Kekurangan: Overall, boleh dibilang tidak ada sesuatu yang benar-benar baru alias berbeda di ‘Fear Inoculum’ jika menyimak katalog ke belakang Tool seperti ‘Undertow’, ‘AEnima’, ‘Lateralus’ dan ‘10.000 Days’. Tool hanya mampu menjaga konsistensi konsep kreatifitasnya karena sepertinya mereka tahu betul apa yang diharapkan oleh sebagian besar fansnya. Bagi yang belum familiar dengan Tool, mendengarkan album ini menuntut kesabaran dan jika perlu diputar berulang-ulang. Saya pun bukan seorang die hard fan Tool.

Kesimpulan: Tetap tidak bisa disangkal, ‘Fear Inoculum’ sekali lagi memberikan justifikasi bahwa dunia musik cadas seperti tidak pernah bosan dengan ide-ide musikal baru dari Tool. Namun hal itu masih meninggalkan teka-teki. Apakah kita harus menunggu sampai tahun 2032 untuk album selanjutnya dengan dosis kualitas yang sama? Jawabannya ada di dalam Kotak Pandora. Buka saja kalau berani.

Verdict: 9/10

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Linkin Park

Linkin Park Rilis Versi Demo 'In The End' Dari 20th Anniversary Hybrid...

Boleh dibilang Linkin Park adalah band nu-metal/alternative rock yang berhasil menguasai blantika musik rock di era awal millenium alias pada tahun 2000. A

on Oct 2, 2020
Mariah Carey

Mariah Carey Diam-Diam Pernah Membuat Album Alternative Rock!

Mariah Carey circa 1995. (Foto: via Frank Micelotta Archive/Getty Images). Hari ini, 29 September, Mariah Carey meluncurkan buku baru sekaligus buku memoar

on Sep 29, 2020
S0RRA foto band

Trio Noise Pop S0RRA Rilis Single 'The Day Thing Sees' Setelah Dipenda...

S0RRA. S0RRA adalah band pengusung alternative rock asal Bandung yang terbentuk pada 2008 oleh Ari (dram, perkusi, kibord, vokal), Dika (vokal, gitar) dan R

on Sep 27, 2020
BUZZ

Amarah Trio Grunge BUZZ Meledak Melalui 'Awas!!!', Lagu Tentang Kemerd...

BUZZ. Setelah beberapa waktu lalu single kedua BUZZ 'Tanah Semburat' mengudara, kali ini trio alternative rock kelahiran kota Malang ini kembali melancarkan

on Sep 17, 2020