×
×

Search in Mata Mata Musik

Truk Es Krim Dari Neraka “Nge-Prank” Anak-Anak Dengan Musik Extreme Metal

Posted on: 05/27/20 at 10:00 am

Extreme Metal Truck yang menghantui Minneapolis.

Jika kamu kebetulan berada di Timur Laut negara bagian Minneapolis, Amerika Serikat (AS), berdiri di tempat yang tepat pada waktu yang tepat, kamu mungkin cukup beruntung untuk melihat sekilas sebuah truk es krim hitam mengkilap yang melaju ke arahmu.

Kamu akan dengan cepat menduga bahwa ini bukan kendaraan es krim biasa. Truk ini memainkan lagu-lagu ceria yang familiar yang dimainkan truk es krim pada umumnya…tetapi truk ini juga menggeber lagu-lagu extreme metal seperti Slayer, Lamb of God, 1349, Dimmu Borgir, Misery Index, haha. Dan semua gambar es krim lezat yang terpampang di samping truk itu ternyata adalah logo-logo band metal yang menempel di tongkat es loli atau biasa disebut Lolipop.

Gambar es Lolipop logo-logo band metal.

Dan ketika truk hitam demonik ini mendekat, kamu akan melihat satu hal lagi. Itu tidak akan berhenti. Ketika truk itu menjauh, meninggalkanmu berdiri di trotoar dengan uang di tanganmu, kamu mungkin sekilas bisa melihat sang pengemudi yang bernama Matt Peterson. Nama truknya adalah Hell General. Satu-satunya hal yang disediakan oleh truk itu adalah musik metal dan kekecewaan karena ternyata tidak ada sama sekali es kirim yang dijual.

Matt Peterson mengatakan bahwa ide kendaraan demonik ini muncul di dirinya setelah pengalaman buruknya dengan seorang penjual es krim jahat bagaikan musuhnya Batman. Ketika dia berusia 10 tahun, Matt Peterson cerita, dia memanggil truk es krim yang sedang lewat, bersemangat untuk mendapatkan es krim lezat yang lembut, dan menyadari bahwa dia tidak punya uang di celana renang Ninja Turtle-nya. Dia berjanji akan kembali dengan uangnya dan berlari kembali ke rumah untuk mengambil uang.

Pada saat dia mencapai teras depan, truk es krim itu sudah siap-siap pergi. Dia menggedor jendela rumahnya untuk mencoba membuatnya berhenti, tetapi malah menghancurkan gelas kaca itu berkeping-keping dan pergelangan tangannya pun tersayat.

“Aku menyadari satu hal pada saat itu,” tulis Matt Peterson di situs web Hell General. “Supir truk es krim itu adalah seorang bajingan yang gila”.

Seperti yang terjadi dalam begitu banyak latar belakang terlahirnya seorang penjahat, Matt Peterson persis menjadi seseorang yang dulu menghantui dan melukai dirinya sebagai anak kecil: seorang penjual es krim jahat yang tidak menyediakan es krim. Dia mendapatkan truknya pada tahun 2009, menghabiskan beberapa tahun untuk memperbaikinya, berinvestasi dan menginvestasikan kembali untuk memperbaiki kerusakan dan bagian-bagian yang dicuri. Bahkan sampai hari ini, dia tidak bisa mengemudi truk itu ketika hujan, karena wiper kaca depannya rusak.

Setiap kali dia merasa ingin beraksi, dia berkeliling sekitar lingkungan, menceriakan hari-hari orang yang dilewatinya… dan juga menghancurkan harapan mereka ingin menikmati es krim.

Dia juga telah mengalami berbagai keajaiban. Orang-orang dewasa telah mencoba untuk memaksakan uang mereka ke tangannya sementara mereka – dan Matt Peterson – melaju dengan kecepatan 40 km per jam. Dia hanya tersenyum dan lanjut berjalan. Para ayah memintanya untuk menjelaskan kepada anak-anak mereka yang berusia “balita” mengapa mereka tidak bisa membeli es loli yang mereka inginkan. Sambil tersenyum, dia menolak. Dia melihat anak berusia 12 tahun menontonnya pergi, menyaksikan mulut mereka membentuk kata-kata, “What the fuck”.

Meskipun menyebalkan dengan aksi “PRANK”-nya, sebagian orang menganggapnya keren. Dan itu membuat Matt Peterson menjadi semacam selebriti di wilayah Timur Laut. Beberapa orang berpikir aksi kocaknya ini adalah hal terlucu yang pernah mereka lihat. Yang lain masih berharap, dia sekali-sekali harus coba berhenti bercanda dan membawa cooler box berisi penuh es krim.

Dia sama sekali tidak punya niat untuk melakukan hal itu, meskipun dia telah mempertimbangkan untuk membagikan “Lolipop yang terbungkus dalam paket kecil penuh udara” alias “kosong-zonk”. Bangke, hahaha.

Bahkan ketika orang-orang marah dengannya, Matt Peterson mengatakan bahwa dia mencoba untuk tetap bersikap ramah. Dia membalas acungan jari tengah mereka dengan dua jari damai. Dia memberi tahu kepada orang-orang yang berteriak-teriak untuk bersenang-senang. Tidak perlu kesal karena kehilangan es krim yang kamu tidak pernah dapatkan sejak awal. Dan ini, katanya, semuanya terasa menyenangkan.

Sebagai catatan, dia juga merupakan otak di balik akun fanpage Facebook “I Hate the Pedal Pub”, yang telah menyatukan ribuan warga Minneapolis yang sepenuh hati setuju, dan secara umum marah dengan perusahaan pedal pub (semacam pub keliling di atas mobil khusus).

Nih tersangkanya, seorang metalhead usil, Matt Peterson.

Matt Peterson.
Foto: dok. Matt Peterson via Citypages.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Deathgasm

    Studi Baru: Selera Musik Bisa Menentukan Kepribadian Seseorang

    Adegan ikonik film "Deathgasm" (2015). Artikel ini cukup menarik, terutama bagi lo yang sedang mencari pasangan tambatan hati alias pacar. Atau bahkan jodoh

    on Apr 6, 2021
    Sang Juara Thrash

    Sang Juara Turnamen 32 Lagu Thrash Metal Klasik Internasional

    Akhirnya setelah Babak Final Megadeth Vs Metallica kita tiba di penghujung Turnamen 32 Lagu Thrash Metal Klasik Internasional. Untuk mengumumkan Sang Juara

    on Apr 4, 2021
    Tony Iommi

    Tony Iommi Beda Pendapat Dengan Gene Simmons Soal "Rock Is Dead"

    Tony Iommi. (Foto: Future / Olly Curtis). Selama bertahun-tahun, Gene Simmons dari KISS telah menyuarakan pendapatnya - dalam beberapa kesempatan berbeda -

    on Apr 2, 2021
    Megadeth Vs Metallica

    Turnamen Babak Final – Side A: Megadeth Vs Metallica. Yuk Vote!

    Megadeth Vs Metallica, sounds killer, huh? Vote dengan tulis di kolom komentar di bawah! Caranya gampang, login terlebih dahulu ke akun Facebook atau

    on Apr 1, 2021