×
×

Search in Mata Mata Musik

Tuai Tribute Pasca Riley Gale Wafat, Album Power Trip Melonjak #1 Di Apple Music

Posted on: 08/29/20 at 7:00 am

Tuai Tribute Pasca Riley Gale Wafat, Album Power Trip Melonjak #1 Di Apple Music
Power Trip, Riley Gale berdiri paling kiri. (Foto: Kevin Estrada).

Terus terang saja, gue cukup terpukul mendengar kabar vokalis Power Trip, Riley Gale meninggal sebelum waktunya alias terlalu cepat. Riley cuma beberapa tahun lebih muda dari gue, dan meskipun gue nggak mengenalnya secara pribadi, gue merasa ada banyak hal yang akan kita sepakati bersama sebagai sesama penggemar doi dan band thrash metal-nya yang super keren itu.

Baca juga: Langit Thrash Metal Berubah Gelap, Vokalis Power Trip, Riley Gale Meninggal

Gue sempat bertemu langsung dengan Riley Gale di back stage ketika Power Trip konser tunggal di Depok Fantasy Waterpark, Depok, 22 Februari 2020 lalu. Pertemuan yang singkat namun berkesan. Pertama, sebelum konser, sekian menit sebelum Riley naik ke panggung. “Hey Riley, goodluck bro, go kick some asses!” sapa gue. “Thanks, man! We will!” jawab Riley sambil tersenyum dan salam “hi-5” alias toast ke gue. Setelah itu gue langsung merangsek ke depan panggung, tapi duh, susah untuk maju ke depan karena sudah penuh sesak oleh kerumunan penonton, akhirnya gue nonton dari samping FOH. Tapi karena saking kerennya performa Power Trip, gue kembali mencoba merangsek ke depan walau harus bilang “permisi, numpang lewat” berkali-kali hingga gue tiba di bagian tengah tepat sebelum area mosh pit.

Dan kedua, di penghujung konser, sekian menit setelah Riley turun dari panggung di saat jeda konser sebelum bandnya lanjut dengan set list encore-nya. Gue sengaja nunggu doi untuk menemuinya sekali lagi. “Hey Riley, what a killer show! You guys are amazing!” seru gue ketika menyapanya. “Thanks, man, I really appreciate it!” jawabnya ramah. “Hey Riley, actually I’m a journalist who’s on duty to make this show reportage and I’d like to do interview with your band as well, what do you say?” tanya gue. “Sure, man, let’s do it. But after the show, okay? You can come back to us a couple of minutes after the show is over” jawab Riley antusias. “Deal!” jawab gue girang. Setelah itu gue langsung kirim pesan whatsapp ke rekan gue, si videografer, tapi nggak ada balasan. Gue mau telepon tapi percuma karena masih sangat berisik konser masih berlangsung. Usai konser, gue telepon lagi tapi nggak diangkat. Gue mutar-mutar cari ke sana-ke mari rekan gue itu nggak ketemu. Terus gue keluar venue ke parkiran motor, dan akhirnya masuk balasan pesan whatsapp dari rekan gue itu yang bilang, doi sudah pulang duluan tanpa pamit karena kelaparan. Tiba-tiba langsung naik darah gue, tapi bisa gue rem, nggak gue lampiaskan amarah gue. Gue memang nggak ada kesepakatan pasti untuk melakukan interview Power Trip, karena gue mau melihat situasi di sana terlebih dahulu. Panitia juga mempersilakan saja selama bandnya nggak merasa terganggu alias welcome. Ya wes, gue pulang saja kalau begitu. Pupus sudah harapan gue untuk mengenal lebih dekat Riley dan kawan-kawannya serta menampilkannya sebagai “special feature” di MataMata Musik.

Sangat menyedihkan ketika gue mendengarkan lagu-lagu Power Trip dan menonton kembali video-video hasil liputan kami dalam minggu ini sebagai cara untuk mengingat betapa hebatnya doi sebagai seorang frontman. Pastinya gue bukan satu-satunya orang yang mengalami hal ini.

Baca juga: POWER TRIP – Firing Squad (Live at Depok Fantasi Waterpark)

Dan kabar terakhir pasca viralnya berita duka dari Riley Gale, album penuh terakhir mereka, Nightmare Logic, rilisan 2017, duduk di posisi #1 di dua chart Apple Music secara terpisah.

Dalam kategori metal, Nightmare Logic berada di peringkat #1 dan album sebelumnya, Manifest Decimation berada di posisi #2. Kedua rilisan ini mengungguli album-album band besar seperti Metallica dan Tool.

Jelas semua ini tetap nggak akan membawa Riley Gale kembali atau mengobati rasa sakit orang-orang yang mencintainya, tetapi ini merupakan penghargaan yang tinggi untuk Riley dan bandnya yang luar biasa bahwa orang-orang mendengar karya-karya doi dan mendengarkan apa yang doi teriakkan dalam lirik lagu-lagunya dalam beberapa hari terakhir dalam minggu ini. Doi pergi meninggalkan warisan yang tak ternilai kepada sisa rekan bandnya.

Baca juga: Ekshibisi Gergaji Beton POWER TRIP Memecah Moshpit Depok

Metalhead pada umumnya pasti kaget dan sedih mendengar tiba-tiba vokalis Power Trip, Riley Gale meninggal dunia, Senin, 24 Agustus lalu. Hampir secara serentak, komunitas rock dan metal muncul ke media sosial untuk memberi penghormatan kepada vokalis yang pergi terlalu cepat ini.

Salah satu penghargaan yang patut diapresiasi lebih juga datang dari pembawa acara TV, The Five milik Fox News, Greg Gutfeld, yang siaran live sambil mengenakan t-shirt Power Trip dan memuji Riley Gale.

Greg Gutfield mengenang, doi dan Riley Gale awalnya berkonfrontasi pada 2017 ketika acara The Five memainkan lagu Power Trip on air tanpa izin band. Riley, yang sangat condong ke kiri pada spektrum politik, nggak senang tentang hal itu dan menyerukan protes untuk penghentian pemutaran lagunya. Akhirnya sampai terjadi suatu percakapan telepon antara Greg Gutfeld dan Riley Gale, seperti yang diingat Greg dalam penghormatan terakhirnya melalui video siaran live doi.

Rest in Power, Riley Gale, you’re a legend \m/

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Extreme Moshpit Awards

Daftar Pemenang Penghargaan Spesial Musik Cadas: Extreme Moshpit Award...

Extreme Moshpit adalah media musik cadas Indonesia yang bergerak sejak 2007. Selain mewujudkan gerakan baru tradisi fanzine dan media di ranah musik ekstri

on Dec 3, 2020
Nick Menza

Film Dokumenter Resmi Nick Menza, Alm. Mantan Dramer Megadeth Siap Dil...

Nick Menza. (Foto: Facebook/Megadeth). Screaming Butterfly Entertainment yang berbasis di West Virginia, Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan sebuah film

on Dec 1, 2020
12 Kolaborasi Lagu Cover Rock & Metal Terbaik

12 Kolaborasi Lagu Cover Rock & Metal Secara Social Distancing Terbaik

Tahun 2020 memang penuh tragedi dan menyebalkan tentunya, terutama sejak dimulainya pandemi Covid-19 alias Kopad-Kopid Kagak Jelas ini, di mana seluruh sek

on Nov 23, 2020
Anthrax Graphic Novels

Komik Antologi Novel Grafis Album Anthrax "Among The Living" Siap Dilu...

Anthrax Graphic Novels. (Gambar: courtesy of HERFitz PR and Z2 Comics). Anthrax bekerja sama dengan Z2 Comics, penerbit buku komik beken untuk merilis buku

on Nov 21, 2020