×
×

Search in Mata Mata Musik

Tujuh Fakta Tentang ‘Setan Kali’, Lagu Baru Umar Haen Yang Bikin Lo Ngeri!

Posted on: 08/27/20 at 7:00 am

Tujuh Fakta Tentang 'Setan Kali', Lagu Baru Umar Haen Yang Bikin Lo Ngeri!

Situasi lockdown selama pandemi membawa hikmah bagi Umar Haen yang tinggal di dusunnya di Temanggung, Jawa Tengah. Keterbatasan mobilisasi membuatnya makin getol melakoni hobi memancing di kali dekat rumah. Siapa sangka, sambil melempar joran dan siaga mencari ikan, ia juga doi menciptakan ‘Setan Kali’, single terbarunya.

Jangan bergidik ngeri dulu. Meski kali (baca = sungai kecil) tempatnya memancing memang singup (angker) karena banyak ditumbuhi pohon-pohon raksasa, ‘Setan Kali’ bukan lagu soal mahkluk halus, apalagi cerita horor stensilan. ‘Setan Kali’ adalah karya terbaru yang masih mengungkapkan kegelisahannya soal kehidupan desa-kota dan pengembaraan masa mudanya.

Simak tujuh fakta tentang ‘Setan Kali’ di bawah ini:

Rilis di YouTube Sabtu Pon, 15 Agustus 2020

Setelah mencari wangsit di kali yang sama, Umar Haen mantap merilis single ‘Setan Kali’ pada Sabtu Pon, 15 Agustus 2020. YouTube dipilih jadi kanal rilis pertama karena Umar Haen ingin publik turut menikmati video klip ‘Setan Kali’.

Idenya Lahir Saat Mancing Di Kali Dusunnya

Kegiatan memancing yang doi lakoni sebagai rutinitas sehari-hari membuat Umar Haen lebih jeli mengamati situasi kali dusunnya. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah masalah sampah yang dibuang warga di kali. Ketiadaan pengelolaan sampah di dusun membuat warga rutin membuang sampah di penampungan sampah dekat kali setempat.

Pernah suatu kali Umar Haen melihat kawannya tertimpa bungkusan plastik berisi popok bayi dan sampah busuk saat memancing di spot bawah jembatan. Selama memancing, doi juga kerap melihat aneka macam sampah mengapung dan berakhir jadi kemacetan berbau busuk di pojok-pojok kelokan kalinya.

“Sejak pandemi, menurutku kegiatan mancing itu jadi makin relevan. Saya bisa berjemur sendirian sambil mencukupi kebutuhan protein harian. Tapi kadang malah bikin stress sih, karena bukannya dapat ikan malah dapatnya yang lain,” ujarnya. Iya, sampah-sampah itu juga kerap menyamar jadi ikan di ujung kail pancing dan membuatnya misuh-misuh.

Pengalaman dan pengamatan inilah yang akhirnya doi tuangkan dalam lagu ‘Setan Kali’. Lagu dari pengalaman pribadi yang dibumbui sedikit fiksi.

Produksi Musik Menggandeng Setyawan (Cello) dan Seto Brahmana (Audio Engineer)

Demi memperkaya suara musik di lagunya, Umar Haen menggandeng Setyawan Agung yang mengisi ‘Setan Kali’ dengan gesekan cello yang apik. Ini adalah kolaborasi pertama mereka dan dieksekusi tanpa banyak sesi latihan. Sesi rekaman, mixing, dan mastering dilakukan di DS Record Studio, Yogyakarta dengan melibatkan Seto Brahmana sebagai audio engineer.

Video Klip Setan Kali Diperankan Otniel Tasman, Koreografer/Lengger asal Banyumas

Alih-alih dibuat jadi rekaman visual dengan citarasa horor rural, ‘Setan Kali’ digarap sebagai video klip kolaboratif yang cukup konseptual. Untuk video klip, Umar Haen menggandeng Otniel Tasman, koreografer muda yang kerap mengangkat Lengger Banyumasan sebagai karya. Otniel Tasman sebelumnya telah tampil mewakili Indonesia di Europalia 2017 dan Asia Topa 2020.

Disutradarai oleh Titah AW, video klip ini menampilkan interpretasi tentang sungai dan pertanyaan tentang siapa setan yang sesungguhnya? Arwah gentayangan penghuni pohon-pohon raksasa, atau manusia yang membuang sampah seenaknya. Syuting dilakukan di sungai dekat rumah Umar Haen di Temanggung. “Kami syuting video di kali dusun saya. Jadi apa yang tampak di video adalah hal yang sama yang membuat saya bisa melahirkan Setan Kali,” ujar Umar.

Single Pertama Setelah Album

‘Setan Kali’ adalah single pertama yang dirilis Umar Haen pasca mengeluarkan album pertamanya, Gumam Sepertiga Malam pada November 2018 lalu. Meski sebenarnya terus aktif membuat lagu, baru ‘Setan Kali’ yang akhirnya digarap secara serius dan dirilis.

Masih dengan gitar dan Arok -instrumen kayu yang berperan jadi cajon dan tamborin sekaligus-, Umar kini juga sedang mempersiapkan lagu-lagu baru lainnya. Single ini merupakan langkah awal Umar Haen untuk kembali menggarap album kedua. Isu soal laku hidup dan kebijaksanaan lokal tentang desa-kota dan pencarian masa muda masih menjadi fokus utama di lagunya.

Setan Kali Adalah Kita Semua yang Buang Sampah di Kali

Meski mengaku nggak punya narasi muluk nan heroik soal masalah sampah, Umar Haen ingin agar lagu ini paling nggak mengingatkan pendengarnya kepada perilaku buruk yang bisa menerbitkan pisuhan dari orang lain, juga setan betulan dan alam. “Saya berharap orang ingat saja lagu ini ketika mau melempar bungkusan hitam yang berbau tajam itu ke kali,” ujarnya.

Doi juga mengaku memilih diksi ‘Setan Kali’ di judul karena kata itu paling pas digunakan ketika membahas sampah. “Karena pelaku pembuang sampah sembarangan itu kayak setan, sudah nggak jelas siapa, bisa ngilang pula,” sambungnya sambil terkekeh.

Siap Gentayangan di Telinga Kalian Semua

Setelah proses penggarapan sedemikian rupa, hari ini ‘Setan Kali’ telah diunggah di kanal YouTube untuk ditonton. ‘Setan Kali’ juga segera dirilis di Spotify, Joox, dan kanal streaming daring lainnya. Nggak usah buru-buru baca ayat kursi atau bakar menyan, kalau pas lewat sungai ketemu Setan Kali, titip jotos ya!

Dah lo tonton deh nih video musik ‘Setan Kali’… jangan marah ya kalau lo nggak merasa ngeri, hihihi.

Tentang Umar Haen

Umar Haen adalah solois multi-instrumen asal Temanggung, Jawa Tengah. Memangku gitar dan memainkan Arok, Umar menyanyikan lagu-lagu tentang isu rural, kegelisahan anak muda, dan pergulatan hidup. Musisi yang satu ini biasa menyebut dirinya Pemuda Desa.

Sejak 2019 lalu doi memutuskan pulang dari Yogyakarta dan berusaha melakoni hidup yang sahaja di desa. Hingga kini, doi mengaku menjalani hubungan cinta sekaligus benci dengan desa kelahirannya. Umar Haen merilis album perdana Gumam Sepertiga Malam pada November 2018 lalu.

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Manjakani

    Manjakani Luncurkan Album "Saura" Sebagai Geliat Kreasi Dari Pontianak

    Manjakani adalah duo pengusung folk yang terdiri dari sepasang suami istri, Muhammad Taufan Eka Prasetya dan Nabilla Syafani. Eksistensi mereka mungkin men

    on Sep 23, 2021
    Sekaranggi

    Sekaranggi Rilis Album Kedua, "Delapan" Sebagai Introspeksi Diri

    Tampilan Sekaranggi di album keduanya Pada 8 September 2021 resmi dirilis album kedua dari Sekaranggi yang berjudul Delapan. Salah satu lagu dalam album in

    on Sep 9, 2021
    Big Red Machine

    Big Red Machine Tampilkan Banyak Kolaborator Top Di Album Keduanya

    Kolase dan vocert album terbaru Big Red Machine Big Red Machine, band alternative folk asal Amerika berangotakan Aaron Dessner dan Justin Vernon merilis alb

    on Aug 31, 2021
    Shortly band

    Shortly Grup Solo Alexandria Maniak Rilis The Reaper Dari Album Dancer

    Alexandria Maniak dan dua rekannya di Shortly (Foto: Jake Mulka). Shortly adalah proyek musik solo Alexandria Maniak yang lahir dan besar di Detroit, Amerik

    on Aug 13, 2021