×
×

Search in Mata Mata Musik

Tunes From Tomorrow, Anak Hasil Kolaborasi Dua Kolektif Keren

Posted on: 12/4/18 at 1:58 am

Album kompilasi kolaborasi antara Double Deer Academy dengan Cul De Sac

Oleh Andi F

Industri musik dunia telah berkembang dengan pesat. Banyak strategi dan dinamika musik yang sebelumnya tak pernah terbayangkan, sekarang malah menjadi hal yang sangat umum. Double Deer Academy, sebuah kolektif yang berbasis di Jakarta merespons isu ini dengan serangkaian lokakarya yang mereka sebut Frequency Factory. Bekerja sama dengan Cul De Sac yang juga berbasis di Jakarta, mereka menyatukan visi untuk membangun kreativitas dari seniman dan kolektif lokal.

Laze, frontman dari kolektif hip-hop yang sedang naik daun, ONAR, yang juga bagian dari Double Deer bersama dengan DJ Hogi telah mengadakan ‘Workshop Music Production dan Self-Branding’, yang kemudian diikuti dengan sesi rekaman dengan berkolaborasi bersama artis dari kolektif Cul De Sac, Kara Chenoa (penyanyi/rapper) dan Radya Bagaskara (DJ/produser). Ini bukan pertama kalinya kedua kekuatan kreatif ini bekerja bersama dalam sebuah proyek.

Frequency Factory kali ini bertujuan untuk mengumpulkan musisi muda yang mungkin masih under the radar dari seluruh penjuru negeri untuk diajak berkolaborasi. Program ini telah berhasil mengumpulkan enam musisi dari enam kota berbeda di Indonesia. Para peserta telah menyelesaikan pelatihan ketat mereka dari 23-26 Oktober 2018. Keenam musisi tersebut adalah Rizvir penyanyi asal Samarinda, Raja Tyrone (DJ/produser) dari Bandung, Soltice dari Bali, Gatra (DJ/produser) dari Surabaya, Fuxxzodiac (rapper) dari Yogyakarta, serta Abi Dizzy (rapper) dari Medan.

Dengan bergabung dengan Frequency Factory, keenam musisi ini diharapkan dapat menghasilkan lagu mereka sendiri yang output-nya nanti semua lagu yang mereka ciptakan akan dimasukkan ke dalam album kompilasi yang disebut Tunes From Tomorrow. Frequency Factory memungkinkan keenam musisi ini mendapatkan pengetahuan dan perspektif baru dari para ahli di bidangnya masing-masing. Pada edisi sebelumnya dari Double Deer Academy, program ini telah melahirkan beberapa musisi berbakat di Indonesia seperti Afghan, Diskoria, Nino RAN, Mataharibisu, Mantra Vutura, dan masih banyak lagi.

Tags:

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Album Klasik

    14 Album Klasik & Esensial Yang Merayakan Ulang Tahun Di Bulan Juni

    Album Klasik & Esensial. Yup, usia album-album ini memang sudah cukup dewasa, bahkan tua alias lawas banget! Usianya dihitung sejak tanggal dirilisnya

    on Jun 9, 2021
    Featured Cover Jasad

    Jasad "5": Death Metal Album Of The Year

    Cover mini album Jasad '5'. (Gambar: Rottrevore Records). JASAD5(2019, Rottrevore) Oleh Dharma Samyayogi Fakta: Jasad adalah salah satu sesepuh death

    on Dec 17, 2019
    10 Penjualan Album K-Pop Pria Terlaris 2019

    10 Penjualan Album K-Pop Pria Terlaris pada 2019

    Beberapa tahun ke belakang, termasuk 2019, penjualan album sangat sulit. Peristiwa ini terjadi di seluruh dunia. Akan tetapi, terdapat fenomena abnormal. Terny

    on Oct 19, 2019

    Persembahan Terbaru dari Mantra Vutura dan Elda Suryani

    Single berjudul Bank of the River menjadi single keempat dari Mantra Vutura setelah single kolaborasi dengan Bam Mastro, Danilla, dan Luise Najib Mantra

    on Oct 1, 2019