×
×

Search in Mata Mata Musik

Twisted Sister Terima Rp 16,9 M Dari Politisi Australia Pelanggar Hak Cipta

Posted on: 05/3/21 at 10:00 am

Twisted Sister Terima Rp 16,9 M Dari Politisi Australia Yang Langgar Hak Cipta
Dee Snider (tengah) bersama Twisted Sister circa 1984. (Foto: Mark Weiss/Getty Images).

Seorang Politisi Australia, Clive Palmer dikabarkan harus merogoh kocek sebesar AUS$ 1,5 juta (sekitar US$ 1,17 juta atau sekitar Rp 16,9 miliar) sebagai biaya ganti rugi setelah kalah dalam kasus hak cipta yang melibatkan lagu hit rock klasik ‘We’re Not Gonna Take It’ dari Twisted Sister.

Baca juga: Led Zeppelin Menangkan Hak Cipta Bagian Riff Lagu ‘Stairway To Heaven’

Kasus ini bermula dari pengubahan tanpa izin Clive Palmer dan penggunaan melodi lagu tersebut untuk iklan politik yang mendukung Partai United Australia. Dalam iklannya, bagian chorus vokal asli yang dinyanyikan Dee Snider diubah menjadi: “Australia ain’t gonna cop it, no Australia’s not gonna cop it, Aussies not gonna cop it any more”.

ABC News Australia melaporkan bahwa pada hari Jum’at (30 April), pengadilan federal Australia memihak Dee Snider dan Universal Music Group (UMG), yang memperoleh hak penerbitan lagu ‘We’re Not Gonna Take It’ dari Snider pada tahun 2015.

Snider posting ke Twitter untuk berbagi berita: “HALLELUJAH !! Baru saja mengetahui bahwa pelanggaran hak cipta ‘We are Not Gonna Take It’ oleh “politisi” Clive Palmer di Australia telah diputuskan UTAMA untuk gue sebagai penulis lagu dan @UMG sebagai penerbit! KAMI TIDAK AKAN MENERIMA PELANGGARAN HAK CIPTA LAGI!! ”. Yes, “We’re Not Take It Any More!’.

Dituduh Menjiplak Lagu Natal

Selama persidangan, pengacara Clive Palmer mencoba untuk membuktikan bahwa ‘We’re Not Gonna Take It’ didasarkan pada lagu Natal. Menuduh Twisted Sister menjiplak dari lagu Natal ‘Oh Come, All Ye Faithful‘. Pengacara tersebut bahkan memainkan ‘mashup‘ dari dua lagu tersebut dari “Dee Snider’s Rock & Roll Christmas Tale“. Sebuah panggung musikal garapan Dee Snider bertema Natal yang diadakan di Chicago pada tahun 2014.

Dee Snider sebelumnya mengutip band glam-rock Slade dan lagu Natal yang disebutkan di atas sebagai inspirasi untuk lagu ‘We’re Not Gonna Take It’. Sang pentolan Twisted Sister mengatakan bahwa lagu-lagu itu “berbeda secara ritmis, dan itu adalah inspirasi bukan duplikasi”. Belum lagi mereka tampil dalam gaya dan genre musik yang sangat berbeda.

Twisted Sister Bikin Politisi Australia K.O.

Terlebih lagi, Clive Palmer menolak untuk membayar biaya hak cipta awal sebesar AUS$ 150.000. Alih-alih menawarkan AUS$ 35.000, menurut pengacara UMG Patrick Flynn, sebelum menggunakan lagu itu. Hakim Pengadilan Federal Australia, Anna Katzmann memberikan keputusan bersalah yang blak-blakan. Hakim ini menghukum Palmer atas pelanggaran hak cipta pada konten lirik dan musik lagu ‘We’re Not Gonna Take It’.

“Penggunaan (lagu) oleh Tuan Palmer bersifat oportunistik. Dia melihat keuntungan politik dan pribadi baik dalam ketenaran atau popularitas dan pesan yang disampaikannya. Dan dia berpikir bahwa dia bisa lolos dengan menggunakannya hanya dengan mengubah beberapa kata. Dia salah”.

Baca juga: Royalti Musik PP No. 56 Saja Heboh, Indonesia Ketinggalan Zaman!

Selamat Dee Snider dan Twisted Sister atas kemenangan hak cipta kalian. Makan-makan dong! Yuk kita dengarkan lagi lagu kebangsaan kaum rock sedunia ini!

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Nattmaran

    Nattmaran, Band NWOBHM Lintas Indonesia-Swedia-Jepang Rilis Album

    Formasi Nattmaran, gabungan personil antar 3 negara Berterimakasihlah kepada kemudahan yang dipersembahkan oleh teknologi kepada seluruh umat manusia. Setid

    on Sep 16, 2021
    Mike Patton

    Mike Patton Batalkan Tur Faith No More Karena Isu Kesehatan Mental

    Foto: dok. Mike Patton. Mike Patton baru-baru ini mengumumkan pembatalan sebagian tanggal turnya yang akan datang dengan Faith No More dan Mr. Bungle. Sang

    on Sep 15, 2021
    Khemmis

    Khemmis Kembali Via MV 'Living Pyre' Dari "Deceiver", Album Mendatang

    Khemmis 2021 (Foto: dok. Nuclear Blast). Khemmis, pengibar doom metal kelahiran Denver, Colorado, Amerika Serikat ini mempersiapkan comeback mereka yang tel

    on Sep 12, 2021
    Mastodon

    Mastodon Umumkan Album Baru "Hushed And Grim" Seraya Lepas Single

    Mastodon (Foto: Clay McBride). Mastodon, dedengkot metal kelahiran Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan album full-length pertama mereka

    on Sep 11, 2021