×
×

Search in Mata Mata Musik

Uji Konser Tanpa Social Distancing Primavera Sound Hasilkan 0% Terinfeksi Covid

Posted on: 01/19/21 at 10:00 am

Uji Konser Tanpa Social Distancing Primevera Sound Hasilkan 0% Terinfeksi Covid
PRIMA-CoV. (Foto: via Primavera Sound).

Pakar penyakit menular Dr. Anthony Fauci berharap konser di Amerika Serikat (AS) bisa kembali digelar pada musim gugur (pertengahan) tahun 2021 ini jika 70% dari populasi negaranya telah berhasil mendapatkan vaksinasi Covid-19. Tetapi bagi mereka yang berada di Eropa, di mana langkah-langkah yang diambil lebih ketat sebagai tanggapan terhadap lonjakan statistik pandemi, justru menemukan solusi yang lebih cepat. Menurut uji coba konser live baru-baru ini yang digelar oleh Primavera Sound memperlihatkan hasil tingkat infeksi Covid-19 sebesar 0%, sehingga memberikan harapan mereka bisa mencapai tujuannya untuk membuka konser kembali dengan aman.

Baca juga: Pakar Penyakit Menular Dr. Fauci Optimis Konser Kembali Digelar Pada Tahun 2021

Dinamakan PRIMA-CoV, uji klinis berupa konser gelaran Primavera Sound tersebut dilakukan dengan bantuan Fight AIDS and Infectious Diseases Foundation dan University Hospital Germans Trias i Pujol di Badalona, Barcelona, Spanyol. Tujuannya adalah untuk melihat apakah acara musik live yang diadakan di venue dalam ruangan dengan tindakan pencegahan yang tepat tetapi enggak ada pedoman jarak sosial (social distancing) bisa aman dari penularan virus Corona. Hasilnya, ternyata, adalah YES, karena enggak ada orang yang menghadiri konser tersebut dinyatakan positif terpapar Covid-19 delapan hari setelah acara tersebut.

Pada 12 Desember 2020 lalu, 1.047 peserta diundang ke venue Sala Apolo di Barcelona untuk konser yang menampilkan dua set DJ dan dua live band. Para peserta berusia antara 18 dan 59 tahun, dan enggak ada yang menerima hasil positif dari tes Covid-19 dalam 14 hari sebelumnya. Pada hari pelaksanaan, setiap orang diberikan tes rapid dan mendapatkan hasil negatif dalam waktu 15 menit. Pada akhirnya, 463 orang memasuki venue tersebut, sementara kelompok yang masih dalam pengawasan yang terdiri dari 496 orang dilarang menghadiri area pertunjukan

Mereka yang menghadiri pertunjukan masing-masing diberi masker N95 di pintu masuk venue. Minuman beralkohol disajikan di area bar berkapasitas 1.600 yang terpisah dari ruang konser berkapasitas 900, yang masing-masing memiliki aliran udara dan ventilasi yang optimal, dan peserta hanya diizinkan untuk melepas masker saat minum. Area merokok di luar ruangan memiliki kapasitas terbatas, dan bahkan kamar mandi dipantau untuk mengurangi antrian. Namun, begitu berada di dalam aula konser, enggak ada batasan jarak sosial sama sekali, dan segala tarian serta nyanyian diperbolehkan.

Acara ini berlangsung selama lima jam, dengan waktu kehadiran rata-rata dua jam 40 menit. Delapan hari kemudian, semua 959 peserta uji coba kembali untuk tes rt-PCR dan antigen, dan hasilnya enggak ada anggota kelompok aktif yang dinyatakan positif, sementara dua dari kelompok dalam pengawasan positif.

“Oleh karena itu, menghadiri konser musik yang dipentaskan dengan serangkaian langkah pengamanan termasuk tes antigen (dengan hasil) negatif untuk SARS-CoV-2 yang dilakukan pada hari yang sama, enggak (akan) terkait dengan peningkatan infeksi COVID-19,” kata pihak peneliti.

“Itulah, tepatnya, tujuan dari studi ini: untuk memvalidasi tes semacam ini sebagai alat yang sangat berguna untuk dapat melakukan semua jenis acara, baik musik maupun bukan, tanpa jarak sosial,” imbuh peneliti dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari NME.

Hasilnya tentu sangat menggembirakan bagi promotor festival musik yang berharap mereka dapat menghidupkan kembali acara-acara musik ikonik di Eropa musim panas tahun ini. “Saya merasa sangat positif karena saya tahu itu mungkin,” ujar direktur pengelola Festival Republic (Reading & Leeds, Download Festival) Melvin Benn belum lama ini kepada NME. “Saya sangat yakin dengan akhir musim panas, saya sangat yakin tentang awal musim panas. Jika setiap orang yang berusia di atas 60 tahun, atau sudah pasti berusia 50 tahun, divaksinasi pada akhir Mei, maka Yesus, enggak akan ada yang bisa menghentikan kami”.

Baca juga: Kongres AS Alokasikan Rp 212,7 Triliun Untuk Gedung Teater & Venue Konser Indie

Tes rapid di pintu masuk venue hanyalah salah satu cara para peneliti berharap untuk memastikan tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 karena industri konser harus segera kembali. Suatu penelitian di Jerman baru-baru ini menemukan bahwa “penularan aerosol hampir dapat dikesampingkan” di acara-acara dalam ruangan selama semua orang memakai masker dan venue tersebut memiliki ventilasi dan aliran udara yang baik. Untuk itu, Klub 100 London bersiap-siap untuk menjalankan sistem ventilasi baru yang dirancang untuk memberantas hingga 99,99% patogen di udara, termasuk virus Corona.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Nicki Minaj

    Nicki Minaj Menolak Undangan Met Gala Karena Wajibkan Sertifikat Vaksi...

    Nicki Minaj (Foto: Frazer Harrison/Getty Images). Nicki Minaj, si ratu bokong "geal-geol", kembali menyentak kancah musik arus utama. Menyusul acara prestis

    on Sep 15, 2021
    Jonathan Davis

    Jonathan Davis Melanjutkan Tur Korn Pasca Isoman Penyembuhan Covid

    Jonathan Davis lebih banyak duduk di kursi selama konser berlangsung. Sebelumnya dikabarkan secara resmi oleh pihak Korn bahwa Jonathan Davis positif mengid

    on Aug 31, 2021
    Eric Clapton dan Brian May

    Brian May Sebut Eric Clapton dan Para Anti-Vaksin Lainnya 'Gila'

    Eric Clapton (Foto: Gareth Cattermole/Getty Images) / Brian May (Foto: Cole Bennetts/Getty Images). Brian May, sang gitaris Queen telah mengomentari pengumu

    on Aug 8, 2021
    Madball

    Madball Menolak Konser Di Mana Pun Yang Wajibkan Paspor Vaksin

    Madball circa 2018 (Foto: Gatorfood). Madball adalah salah satu dari artis dan band yang lantang bersikap berseberangan dengan arus mayoritas dunia. Veteran

    on Aug 6, 2021