×
×

Search in Mata Mata Musik

Ulasan Album Everyday Life, Anomali Menarik dalam Katalog Musik Coldplay

Posted on: 11/25/19 at 6:38 pm

Resmi mengakhiri era A Head Full of Dreams di 2018, Coldplay mengukuhkan diri sebagai salah satu band terbesar di dunia dalam dekade ini. Berkeliling dunia dan mengadakan konser di stadion, mereka menyerap banyak suara dan kisah dari penggemar di seluruh dunia, yang membantu merangkai EP eksperimental mereka, Global Citizen.

Semangat itu terus mengalir di studio, melahirkan double album yang bisa dibilang ambisius tahun ini, Everyday Life. Sebagai band pengembara yang telah banyak melintasi benua dan lautan, Coldplay menangkap sebagian dari semangat revolusioner sonik itu yang bisa kita temukan di lagu “Viva La Vida” (2008) sambil mendorong positivitas rasa pop di A Head Full of Dreams.

Baca juga: Coldplay Berencana Rilis Lanjutan Everyday Life ‘Sesegera Mungkin’

Meski begitu, Everyday Life tinggal di dunianya sendiri yang unik dan tak tersentuh, yang digambarkan Chris Martin “benar-benar realistis” dan murni. Album yang paling tidak spontan atau mainstream-friendly dari Coldplay sejauh ini, Everyday Life menyelami beberapa genre dan berbagai arah, yang mengharuskan pendengar menyerah pada pengalaman.

Melangkah lebih jauh dari gaya khas Coldplay, Everyday Life juga bertindak sebagai pernyataan paling politis mereka hingga saat ini, mengutuk kebrutalan polisi di “Trouble in Town,” menyinggung kontrol senjata api di lagu yang sinis “Guns” (yang mendapat kehormatan sebagai lagu studio pertama Coldplay yang menampilkan kata umpatan), dan menguraikan krisis pengungsi global dengan lagu yang justru ceria, “Orphans.”

Coldplay Everyday Life
Sampul double album Coldplay, Everyday Life. (Foto: Parlophone)

Meskipun terasa intens (setidaknya untuk Coldplay), momen-momen ini tidak sepenuhnya membuat album ini berlebihan. Sebaliknya, dengan cara khas mereka, harapan, kegigihan dan kehidupan berhasil menyinari kegelapan.

Baca juga: Mendarat di Yordania, Coldplay Rilis 2 Lagu Baru

Menghadirkan penyair asal Pakistan dan Iran, suara Femi Kuti, Tiwa Savage dan Alice Coltrane, serta paduan suara gereja dari Nigeria, Everyday Life mengangkat jiwa dalam skala duniawi yang penuh ritme, sama seperti saat lonceng geraja dan penyanyi injil menawarkan momen intim seperti di “BrokEn” dan “When I Need a Friend.”

Sementara setiap lagu menawarkan momen spesialnya sendiri, lagu-lagu yang paling menonjol mencakup “Daddy,” lagu pedih yang berdasar iringan piano yang terdengar seperti karya awal Keane; “Champion of the World,” lagu penuh semangat yang menyisipkan ciptaan Scott Hutchison “Los Angeles, Be Kind”; dan “Arabesque,” lagu epik yang didominasi bunyi alat musik tiup dan menampilkan Femi Kuti dan bandnya serta rapper asal Belgia, Stromae.

Kalau ini semua terdengar terlalu abstrak, itu karena demikian kenyataannya—yang menjadikan album ini anomali unik namun menarik dalam diskografi mereka yang perlu diputar beberapa kali untuk membuat pendengar jatuh cinta.

Menutup dekade yang didefinisikan dengan hits besar penuh optimisme, Coldplay berhasil tumbuh lebih besar dengan Everyday Life, menyerap rasa dari seluruh dunia dengan album mereka yang paling memanjakan dan mungkin juga sarat kepedihan.

Baca juga: Coldplay Bagikan Cuplikan dari Lagu Baru Berjudul “Guns”

Untuk kalian yang ketinggalan menyaksikan aksi panggung Coldplay membawakan Everyday Life secara penuh di Amman, Yordania, tonton rekamannya di sini dan streaming albumnya di bawah.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Kesalahan dalam Lagu

7 Kesalahan Tidak Sengaja Dalam Lagu Yang Hasilnya Malah Keren

Pink Floyd, The Police, Led Zeppelin. (Foto: kolase). Merekam musik di studio adalah proses yang rumit dan menantang. Beberapa musisi kadang harus berkali-k

on May 29, 2020
Matt Healy (The 1975) dan Greta Thunberg.

The 1975 Rilis Video Fitur Greta Thunberg Gugah Kesadaran Perubahan Ik...

Matt Healy (The 1975) dan Greta Thunberg. (Foto: Jordan Hughes). The 1975 telah merilis video baru lagu kolaborasi self-titled mereka dengan aktivis muda as

on May 29, 2020
Jon Steingard

Vokalis Band Christian Rock Umumkan Dia Sudah Tidak Lagi Percaya Tuhan

Jon Steingard saat Hawk Nelson konser. (Foto: Rick Diamond/Getty Images). Jon Steingard, vokalis/gitaris band Christian Rock, Hawk Nelson telah mencabut ke

on May 27, 2020
Karen O

Karen O (Yeah Yeah Yeahs) Live Virtual Nyanyikan ‘Phenomena’ Dari ...

Karen O (Yeah Yeah Yeahs) saat tampil di KROQ Weenie Roast - Verizon Wireless, Amphitheater, Irvine, California, AS, 16 Mei 2009. (Foto: Kevin Baldes). Bula

on May 26, 2020