×
×

Search in Mata Mata Musik

Ulasan Album: Grayscale-Diskoteq

Posted on: 08/20/19 at 3:00 pm

Diskoteq, pertama mengetahui mereka lewat seorang teman. Dalam bayangan saya, Diskoteq adalah band elektronic disco yang sarat dengan keribetan perkabelan sana sini.

Oleh: Amien.

Dan ternyata saya salah. Diskoteq yang lahir dari skena Bogor ini, mengingatkan saya akan tahun 2005 ketika saya sedang berada di Bandung. Sedikit cerita, masa itu adalah perkenalan pertama saya dengan musik-musik seperti The Rapture dan Moving Units, juga satu nama band lokal, Inspirational Joni. Saat itu, memang cukup marak band-band bernuansa disko yang menghadirkan musik dalam format band, maksud saya gitar, bass, drum, dan keyboard.

Diskoteq menawarkan dance-punk yang sudah cukup lama tidak saya dengar. Saya merasa sekarang musik-musik bergaya seperti itu sedang ‘kosong.’ Band ini muncul disaat yang tepat menurut saya!

Beranggotakan Dwi Azni (vocal), Melly Aprianty (gitar), Dhani Ramdhani (bass/vocal), Ahmad Fauzan (synthesizer), dan Prayoga Setiawan (drum) terbentuk ditahun 2018. Cukup kaget bahwa band ini lahir di skena Bogor, yang saya tahu Bogor banyak menghasilkan band-band Hardcore, dan Pop Punk. Munculnya Diskoteq mungkin juga jawaban bahwa Bogor juga bisa memiliki variasi dalam genre musik.

Diskoteq persembahkan lima lagu yang akan membuat bahu bergoyang di Grayscale.
(Foto: Pramedya Nataprawira)

Pada Record Store Day 2019, Diskoteq sudah merilis mini album ini dalam format pita kaset, dibawah bendera La Munai Records. Yang kini sudah bisa kalian nikmati di portal musik digital favorit kalian!

Trek pertama yang diberi judul sama dengan mini album mereka ini, akan langsung membuat kalian langsung menggoyangkan bahu! “Grayscale” memang tepat untuk dijadikan pembuka. Diskoteq seperti langsung memberikan gambaran penuh suguhan materi dance-punk di mini album ini. Dan percaya atau tidak, kadang menyenangkan untuk menikmati sebuah rilisan tanpa harus banyak berpikir, menebak-nebak dan akhirnya berasumsi.

“Shout!” mengingatkan saya akan bunyi gitar dari The Rapture. Sejak awal, saya memang langsung fokus dengan bunyi gitarnya yang begitu minimalis, sekaligus renyah. Lanjut ke trek “Song 23” yang terdengar sedikit lebih santai. Temponya yang lebih lamban mungkin berfungsi sebagai tanda jeda untuk masuk ke trek berikutnya.

Ajakan untuk bergoyang dimulai kembali lewat “Graph”. Single ini merupakan single pertama dari Diskoteq, yang sudah dirilis sebelum format kaset Grayscale hadir di perayaan Record Store Day April kemarin. Lagu keempat di mini album ini merupakan lagu paling cepat dan hentakannya lebih terasa dibandingkan dengan lagu lainnya. Di trek terakhir berjudul “Betsie”, tempo dipelankan kembali untuk menutup keseluruhan lagu. Sebuah penutup manis!

Ah satu lagi, saya merasakan nuansa The Rapture dan Moving Units yang sangat kental di Grayscale ini!

Verdict: 8/10.
Tidak bohong, begitu mendengarkan Grayscale, rasanya saya kembali mendengarkan The Rapture dan Moving Units, dan membuat saya menggoyang bahu saya selama mendengarkannya.

Mini album ini patut kalian dengarkan untuk sedikit bergoyang sejenak disaat jam kantor, mengendurkan otot-otot kalian yang kaku. Semoga Diskoteq tetap mengambil jalur ini, karena sedang sepi dan belum ada saingan, bisa membuat mereka mencuat sendiri di ranah dance-punk.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Jason Ranti

Ulasan Album: Sekilas Info - Jason Ranti

“Iwan fals tak perlu cemas lagi karena (dirinya) telah teregenerasi,” cetus seorang warganet di kolom komentar Youtube. Baca Juga: 3 Musisi 3 Kota Berka

on Sep 3, 2019
Jamie Aditya

Ulasan Album: LMNOPOP! - Jamie Aditya

Do you have soul? Oleh: Rio Tantomo. Terakhir kali saya berbincang dengan Jamie Aditya, dia mengaku mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (

on Sep 2, 2019
Ulasan Album" The Sailor-Rich Brian

Ulasan Album: The Sailor-Rich Brian

Rich Brian atau Brian Imanuel Soewarno di tahun ke-19 hidupnya; melepas ‘Chigga’-nya dan tidak lagi mencari kontroversi demi jumlah klik di Youtube. Ol

on Aug 14, 2019
De La Show

De La Show Edisi Ke-3 Akan Digelar 8 Agustus 2019

Kali ini Mooner akan menjadi penampil utama di serial gigs helatan Lamunai Records tersebut. Baca Juga: Komunal Rilis Album Live Dalam Format CD Setela

on Aug 6, 2019