×
×

Search in Mata Mata Musik

Ulasan Asli Konser Debut Foo Fighters di Inggris 25 Tahun Lalu Dari NME

Posted on: 06/10/20 at 8:30 am

Foo Fighters konser 1995.
Foo Fighters konser 1995. (Foto: Mick Hutson/Redferns).

Dua puluh lima tahun yang lalu, jawara alternative rock Foo Fighters melakukan perjalanan ke tanah Inggris untuk pertama kalinya, bermain konser di King’s College London Students Union pada hari Sabtu, 3 Juni 1995.

Baca juga: Dave Grohl Ingat Dulu Disuruh Oleh Manajernya “Lebih Baik Dari Metallica”

Hanya dengan membayar 7 Poundsterling atau sekitar Rp 125 ribu kalian dulu dapat melihat penampilan pertama Dave Grohl di atas panggung di Inggris sejak konser headliner Nirvana pada tahun 1992 di Reading Festival, dan sebulan sebelum album debut Foo Fighters diperkenalkan ke dunia.

Inilah komentar langsung Keith Cameron dari NME tentang konser klasik itu dalam sebuah ulasan orisinil NME dari 25 tahun yang lalu, bersama dengan cuplikan video bajakan dan daftar set lengkap konser itu.

King Foo

Foo Fighters, King’s College London Students Union

Benar saja, fakta bahwa aula (yang menjadi venue konser) itu dibaptis dengan nama “Tutu’s” adalah suatu pertanda yang sudah jelas, karena memang tarif minuman di barnya sangat murah. Tetapi jika kelompok pemberontak transatlantik yang namanya aneh ini menyembunyikan keraguan yang masih terasa sehubungan dengan identitas host acara mereka, keraguan itu sudah tidak terasa begitu DJ kami yang keren menyatukan lagu hit global oleh pelopor grunge terkenal, Bush ke lagu ‘Smells Like Teen Spirit’, sebuah lagu hit kecil tahun lalu dari para oportunis bernama Nirvana… hanya untuk membatalkan lagu yang terakhir setelah intro generiknya yang menggelikan. Ha!

Ya, dalam sebuah wasiat atas kepercayaan diri mereka yang tinggi atau kebodohan mereka yang total, Foo Fighters akan membuat debut live mereka di Inggris pada Sabtu malam di sebuah venue yang dijalankan oleh orang-orang yang saat ini terlibat dalam pendidikan lebih lanjut. Yang juga jelas diragukan, adalah rasa antisipasi yang tajam. Sementara ini terjadi tentu saja sebagian karena kewajiban melakukan tur bagi sang penyanyi utama band sebagai dramer di band rock paling penting dalam dekade ini, telegraf ibukota telah heboh memberitakan ini selama tujuh hari terakhir, penuh dengan laporan awal yang menunjukkan bahwa semua laporan sebelumnya ternyata cukup benar: ini bukan waktunya berprasangka. Bocah itu (Dave Grohl) benar-benar jago.

Memang, pada Jum’at sore, ada desas-desus muncul bahwa akan ada bintang tamu kejutan yang tanpa pemberitahuan dan sangat istimewa yang akan membuka konser untuk Teenage Fanclub malam itu; waspada dengan berbagai penonton yang menatap sedih ke ruangan bar histrionik lumpuh dari Goo Goo Dolls. Goo, Foo… mungkin ini semua hanyalah omong kosong paling populer minggu ini dari para siswa-siswi. Mungkin The Boo Radley akan berjalan di atas panggung di Tutu’s dan menyatakan dukungan mereka untuk kebangkitan (musik) grunge yang akan segera terjadi.

Tetapi, ketika gelombang delirium mulai membuat suasananya buram, kehadiran sang gitaris dan roadie sementara Nirvana yang luar biasa di atas panggung, Big John Duncan memberikan kepastian bagi para penonton. Kemudian Dave Grohl muncul, diikuti oleh mantan anggota Nirvana, Pat Smear plus sang dramer William Goldsmith dan bassis Nate Mendel, keduanya sedang cuti dari grup sub-pop Sunny Day Real Estate. Dave Grohl memberi sedikit senyuman, sedikit mengangguk, dan lalu terdengar ‘This Is A Call’, sebuah lagu pop ceria yang bikin senang dan patut diakui bahwa lagu itu ditakdirkan untuk menjadi salah satu single terbaik tahun ini. Rasanya sesederhana itu.

Momen yang rasanya emosional ini, mengingat bahwa terakhir kali siapa pun yang hadir bisa melihat Dave Grohl di sebuah panggung di Inggris terjadi hampir tiga tahun sebelumnya, di Reading Festival. Pada saat itu, Nirvana memancarkan perasaan yang terasa suram yang diiringi dengan performa yang apik, dan sekarang Foo Fighters muncul dengan serangkaian emosi campur aduk yang diiringi dengan performa yang tanpa sadar terasa sangat luar biasa.

Sesuai harapan, Dave Grohl membantah rumor terbesar bahkan sebelum itu benar-benar dimulai. “Tidak ada lagu yang membahas tentang Kurt (Cobain),” tuturnya dengan tegas, ketika nada empatik yang groovy dari lagu ‘This Is A Call’ masih bergema di otak. “Aku bahkan tidak akan mempermalukannya seperti itu”. Itu hal yang tepat untuk dikatakan. Dia jelas adalah pria yang baik dan sopan.

Yang kebetulan adalah seorang penulis lagu yang sangat jago dengan vokal bernada tinggi yang enak didengar dan seorang gitaris yang handal… um dan yang pasti dramer yang hebat juga. Di album (Foo Fighters) Dave Grohl memainkan segalanya (instrumen), tetapi di sini teman-temannya membantunya membentuk tim live yang hebat. Pat Smear terlihat keren dengan potongan rambut pirang ala Collymore-nya dan, dalam bentuk ini, dia mungkin bisa memiliki peluang mencetak gol lebih banyak daripada jagoan sepak bola Inggris yang sekarang. Cuplikan live dari periode akhir Nirvana memberi kesan bahwa dia bersenang-senang lebih daripada yang lainnya, jadi tidak mengejutkan saat melihat dia menyengir lebih lebar daripada para remaja yang terlihat sangat bahagia di depan panggung. Gaya bermainnya yang manic memberikan lagu-lagu yang tenang dengan kesan yang mendalam, sementara para bocah The Real Estate tidak melakukan kesalahan. Tidak heran Dave Grohl terlihat sangat santai.

Atau, setidaknya, santai seperti orang yang hanya sibuk headbanging melalui lagu-lagu yang sangat catchy ini. Premisnya mendasar dan jujur: meskipun banyaknya dugaan mengenai keturunan mereka (ahem), secara virtual hampir tidak ada band lain dari generasi pasca-Nirvana yang dapat memanfaatkan benih dasar musik pop yang muncul dari kejeniusan band itu. Kebanyakan telah mengabaikan The Beatles dan langsung menuju Black Sabbath. Sekarang Foo Fighters bergabung dengan Rocket From The Crypt yang sudah legendaris sebagai sekutu spiritual mereka, pelaku dari sensasi unik yang penuh adrenalin yang hanya datang dari campuran deras antara kecepatan, volume, dan melodi termanis di Bumi.

Baca juga: Dave Grohl (Foo Fighters) Akui Punya Masalah Serius Dengan Kepribadiannya

Mereka menutup dengan lagu yang penuh omelan berlarut-larut, ‘Exhausted’ dan Dave Grohl berkata kita akan melihat mereka lagi di musim panas. Tidak ada drama, tidak ada krisis. Foo Fighters pergi dan dunia pada dasarnya terus bergerak dari porosnya. Tapi dengarkan ini dengan serius – itu adalah salah satu konser terhebat yang pernah ada.

Oleh Keith Cameron

Lagu yang dimainkan oleh Foo Fighters:

This Is A Call
I’ll Stick Around
Winnebago (Late! cover)
Wattershed
For All The Cows
Weenie Beenie
Butterflies
Floaty
Big Me
Podunk
Good Grief
X-Static
Alone + Easy Target
Exhausted

Penerjemah: Mohamad Shaba El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Linkin Park

266 Musisi dari 35 Negara Cover Lagu ‘In The End’ Linkin Park Seba...

Aksi live Chester Bennington yang penuh energi. (Foto: Getty Images). Video musik ‘In the End’ oleh Linkin Park baru saja melampaui satu miliar views di

on Jul 9, 2020
Album Foo Fighters

Urutan Peringkat 9 Album Foo Fighters Berdasarkan Musikalitasnya

Foo Fighters. Ketika Dave Grohl pertama kali masuk ke Shoreline Robert Lang Studios pada Oktober 1994, dia masih berduka setelah kematian teman satu bandnya

on Jul 8, 2020
Tom Meighan

Tom Meighan Cabut Dari Kasabian Setelah Terbukti Bersalah Kasus KDRT

Tom Meighan. Mantan vokalis band alt-rock Kasabian, Tom Meighan mengaku bersalah atas penyerangan terhadap mantan tunangannya, Vikki Ager. Musisi berusia

on Jul 8, 2020
Bring Me The Horizon

Bring Me The Horizon Ungkap Cara Pembuatan MV ‘Parasite Eve’

Oli Sykes di tengah penggarapan MV 'Parasite Eve'. Setelah merilis single baru mereka yang keren banget, ‘Parasite Eve’, Bring Me The Horizon (BMTH) kin

on Jul 7, 2020