×
×

Search in Mata Mata Musik

Unit Post-Punk Beta Daemon Lepas Double-Single ‘PSBB’ dan ‘Resonansi Sinar Gama’

Posted on: 09/22/20 at 7:00 am

Unit Post-Punk Beta Daemon Lepas Double-Single 'PSBB' dan 'Resonansi Sinar Gama'
Beta Daemon.

Beta Daemon mungkin nama yang asing di telinga lo. Ya iyalah, namanya juga band baru. Band ini dihuni oleh dua orang, yang satu tinggal di Jakarta dan yang satu lagi di Parung. Dibentuk pada pertengahan 2020. Kalau lo pernah dengar band yang namanya Tarrkam, ya ini vokalisnya, si Ape. Di sampingnya ada Banone yang dikenal dengan proyek solonya, Meet the Doppelganger. Secara garis besar Beta Daemon memainkan musik post punk yang menyebutkan nama-nama lawas seperti Devo, Can, dan Minutemen sebagai influence terbesar mereka.

Baca juga: Truedy Duality Memukau Lewat Single Debut Yang Melebur Estetika Mozart dan Punk

Dan sejak 20 september 2020 lalu, Beta Daemon merilis ‘Double-Single’ yang terdiri dari dua lagu, yang judulnya ‘PSBB’ dan ‘Resonansi Sinar Gama’. Kedua lagu tersebut sudah tersedia di platform bandcamp (betadamon.bandcamp.com). Link-nya ada di bawah artikel ini.

Lagu ‘PSBB’ bercerita tentang kegamangan seseorang di tengah wabah yang
semua orang hadapi di tahun 2020 ini. “Mood pada lagu ini pun variatif, dimulai dengan intro dan spoken word yang motorik, disambung dengan bridge yang bising dan penuh dengan noise, hingga ke bagian reffrain yang terdengar melankolis,” ungkap Banone sebagai pencipta lagu ini. Doi menggambarkan sesuatu yang gamang dan chaotic, seperti halnya isi lirik di lagu ‘PSBB’ .

Cover double single Beta Daemon 'PSBB' dan 'Resonansi Sinar Gama'.
Cover double single Beta Daemon ‘PSBB’ dan ‘Resonansi Sinar Gama’.

Baca juga: Single ‘Happy Birthday’ Jadi Kado Ulang Tahun Pop-Punk Dari Midtown Carousel

Serta lagu ‘Resonansi Sinar Gama’ bercerita tentang suatu fiksi, di mana manusia menghadapi hari akhir. Digambarkan dengan pertarungan antara robot dan monster. Dari segi musik pada lagu ‘Resonansi Sinar Gama’, Beta Daemon memainkan riff-riff yang terpengaruh oleh band-band seperti Devo ataupun Kraftwerk. Dengan riff gitar ala punk dan sentuhan synthesizer di sepanjang lagu. Ok selamat mendengarkan, bray.

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Kuasa

Selain Eksplorasi Secara Massif, Album KAUSA "Una In Perpetuum" Bertam...

Sebagai band yang berbasis heavy metal dan punk rock, KAUSA termasuk band yang gemar berpetualang secara musikal. Dan kini mereka menganalogikan diri merek

on Oct 13, 2020
Turnamen Lagu Punk

Inilah Sang Juara Turnamen 24 Lagu Punk Rock Indonesia Terbaik 2020!

Ok guys, usai sudah, Turnamen 24 Lagu Punk Rock Indonesia Terbaik 2020 persembahan MataMata Musik yang digelar selama bulan September. Tibalah sa

on Oct 1, 2020
Waiting Room

Pionir Skacore Waiting Room Hidup Kembali Via Reissue Album Debutnya

Waiting Room circa 1998. (Foto: via Facebook/Waiting Room). Band veteran pengusung skacore (kombinasi ska, punk rock dan hardcore), Waiting Room telah meril

on Sep 30, 2020
Time Bomb and The Gangs

Lewat 'One Roots', Time Bomb and The Gangs Ajak Bersatu Semua Perbedaa...

Time Bomb and The Gangs. Dari zaman ke zaman perkembangan musik rock cukup signifikan penyebaran dan pengaruhnya di dunia. Nggak sedikit musik ini melahirka

on Sep 29, 2020