×
×

Search in Mata Mata Musik

Universal Music Buka Markas di Asia Tenggara, Fokus ke Musik Rap

Posted on: 09/18/19 at 3:00 pm

Korea punya K-Pop. India punya musik Bollywood. Mungkinkah kawasan Asia Tenggara yang terkenal padat dan tumbuh cepat menjadi sarang baru bagi hip-hop?

Baca Juga: Soundgarden Tuntut UMG Kasih Bukti Rekaman Master yang Hilang!

Universal Music Group (UMG) berharap demikian.

Peresmian kantor pusatnya di Asia Tenggara, tepatnya di Singapura, pada hari Selasa (17/9) kemarin diramaikan dengan penampilan dari enam rapper yang baru saja dikontrak—yang rambut pirang, perhiasan emas dan pakaian gombrohnya sedikit kontras dengan latar ruangan yang terkesan profesional.

“Kami bertaruh pada musik hip-hop tapi saya rasa ini adalah taruhan yang cukup aman,” kata Adam Granite, yang mengawasi perkembangan pasar Universal Music Group di Asia.

“Hip-hop sering kali bercerita tentang perjuangan dan jalanan, dan Asia Tenggara memiliki beberapa komponen yang menantang. Ada banyak kemiskinan di beberapa tempat … beberapa situasi kehidupan yang sulit, dan di mana kamu melihat hip-hop benar-benar terasa adalah saat genre itu bisa seautentik mungkin.”

Dari sejumlah artis yang tergabung dalam label hip-hop andalan UMG, Def Jam, rapper asal Thailand Daboyway adalah yang paling terkenal di wilayah ini dengan satu juta pengikut di Instagram.

Dia mengatakan, minat terhadap hip-hop di Asia Tenggara telah “menggila” dalam beberapa tahun terakhir karena pendengarnya berpaling dari artis-artis AS yang sudah lama beken untuk fokus pada talenta dari negara asal mereka.

Karena itu, mulai banyak artis-artis dari wilayah ini yang bernyanyi dalam bahasa ibu mereka untuk memperkuat dukungan di negara asalnya.

Tapi Granite dari UMG percaya, hal ini bukan lagi menjadi penghalang yang serius bagi audiens internasional, sebagaimana dicontohkan oleh penyanyi asal Puerto Rico Luis Fonsi lewat lagu hitnya di 2017, “Despacito,” dan “Gangnam Style” milik Psy di 2012.

Tantangan untuk musik rap di wilayah ini mungkin berasal dari masing-masing negara itu sendiri. Genre yang sering membahas masalah sosial yang kontroversial dapat menjadi tantangan di negara-negara di mana kebebasan mengutarakan pendapat masih dibatasi, bahkan di Singapura sekalipun.

Baca Juga: Rapper Dwagie Dukung Protes Hong Kong Lewat “Raise My Fist”

“Kita semua pernah menghadapi situasi di mana stasiun radio mengatakan, ‘kami rasa kami tidak bisa memainkan lagu ini,’” kata rapper dari Negeri Jiran, Joe Flizzow. “Kami berusaha peka tetapi pada saat yang sama, sebagai artis hip-hop kamu harus blak-blakan karena orang-orang tahu kalau kamu hanya pura-pura.”

Markas baru UMG di Singapura dirancang untuk menjadi pelabuhan bagi bisnisnya di Asia Tenggara, yang sekarang mencakup kantor di Vietnam. Menemukan ‘K-Pop’ yang baru akan menjadi bonus.

“[K-Pop] benar-benar kelas dunia, kualitas seninya, lagu-lagunya, tariannya, pakaiannya,” jelas Granite. “Apa yang perlu kita lakukan adalah meningkatkan usaha di banyak pasar lain ini untuk membawanya ke level di mana mereka dapat bersaing.”

Keterangan Foto Utama: Rapper asal Malaysia, Joe Flizzow, menghadiri peresmian kantor pusat UMG Asia Tenggara di Singapura pada 17 September 2019. (Foto:UMG/Handout via REUTERS).

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

chance the rapper we go high

Video Musik “We Go High” Dihadirkan Chance the Rapper

Lagu dari album debut Chance, The Big Day, kini dilengkapi dengan video musik baru. Chance the Rapper meluncurkan video musik baru untuk lagu “We Go High,

on Oct 14, 2019
Zico

Zico Mengaku Pernah Alami Rambut Rontok Karena Stres

Zico buka-bukaan tentang musik dan kekhawatirannya saat menjadi tamu di acara Kim Shin Young‘s Hope Song At Noon pada 8 Oktober kemarin. Baca juga: Crush

on Oct 10, 2019
Drake

Dituduh Sang Ayah Bohong Agar Albumnya Laris, Drake Buka Suara

“Menyedihkan ketika keluarga menjadi seperti ini tapi apa yang bisa kita lakukan... setiap baris yang pernah saya nyanyikan itu benar dan kebenaran itu sulit

on Oct 10, 2019
Rich Brian

Rich Brian Tanggapi Reaksi ‘Menarik’ Soal Kolaborasinya dengan Chu...

Tidak semua orang suka dengan suara rapper kelahiran Jakarta tersebut di lagu “These Nights”, dan dia tahu itu. Baca juga: Spotify On Stage 2019 Makin S

on Oct 9, 2019