×
×

Search in Mata Mata Musik

Universitas Trisakti Sukses Gelar Jazz Song Of Earth Festival 2020

Posted on: 02/23/20 at 11:00 am

Final Jazz Song of Earth Festival Universitas Trisaksi Jakarta
Universitas Trisaksi Jakarta sukses menyelenggarakan event Lomba Cipta Lagu Bumi dan Lingkungan yang bertajuk “Jazz Song of Earth Festival”. Final Jazz Song of Earth Festival dilaksanakan di Auditorium Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi (FTKE), Universitas Trisakti, Jakarta , Sabtu, 22 Februari 2020.

Universitas Trisaksi Jakarta, sukses menyelenggarakan event Lomba Cipta Lagu Bumi dan Lingkungan yang bertajuk “Jazz Song of Earth Festival”. Final Jazz Song of Earth Festival dilaksanakan di Auditorium Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi (FTKE), Universitas Trisakti, Jakarta, Sabtu (22/2/2020) sore.

Setelah proses penjurian yang dilakukan oleh juri Candra Darusaman dan Andre Hehanusa, maka diputuskan kategori pemenang untuk lagu favorit ‘Rumah Bersama’, ciptaan Agus Guntoro dan Arief Mooyoto dengan penyanyi Grace Kathrine dari Universitas Trisakti Jakarta. Sedangkan penyanyi favorit diraih Grace Kathrine dari Universitas Trisakti Jakarta.

Selanjutnya juara 1 judul lagu ‘Saatnya’, ciptaan Stevanie June Jonas, penyanyi Stevanie June Jonas dari Universitas Hasanudin Makassar. Juara 2 judul lagu ‘Niscaya’, ciptaan Enci Madjid, penyanyi Sherly Novita dari Universitas Trisakti Jakarta, dan juara 3 judul lagu ‘Bumi Kita’, ciptaan D’bijou group dengan penyanyi Indah Puspitasari dari Universitas Trisakti Jakarta.

Selain didukung lembaga budaya Universitas Trisakti, Ikatan Alumni Geologi Trisakti, Himpunan Mahasiswa Tehnik Geologi FTKE-Usakti, dan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF), acara ini didukung penuh oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Dalam sambutan tertulis, Dirjen PPKL-KLHK RM Karliansyah mengatakan sangat mendukung Universitas Trisakti untuk menggali kreativitas peningkatan kesadaran lingkungan ini dengan lomba lagu-lagu bertema lingkungan hidup.

Momen ini, katanya, sangat tepat karena baru saja kita memperingati musibah bencana longsoran tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Leuwigajah yang terjadi pada 21 Februari 2005 .

“Semoga lagu-lagu dan kreativitas kaum milenial yang lain ini dapat menjadi inspirasi mendorong terciptanya lingkungan menjadi lebih baik,” ujar Karliansyah.

Sebelumnya pada 6 Februari 2020 di Coffee Club Plaza Senayan telah diumumkan finalis Jazz Song of Earth Song Festival. Lomba cipta lagu bergenre jazz bertemakan lingkungan hidup ini dilakukan oleh Andre Hehanussa melalui live streaming channel YouTube GM_Channel. Penjurian dilakukan oleh juri Candra Darusman dan Andre Hehanusa yang menilai berdasarkan penampilan peserta yang dikirimkan dalam bentuk video ke channel YouTube tersebut.

Tim Juri menilai berdasarkan kriteria meliputi harmoni yaitu antara musik pengiring, notasi dan lirik dengan kemampuan bercerita tentang konten yang dimaksud ke dalam notasi lagu.

Kemudian berdasarkan lirik yakni mengiaskan kekuatan alam Indonesia dan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab selama ini . Lalu berdasarkan notasi yaitu kekuatan melodi lagu untuk memperkuat kedalaman lirik yang tercipta .

Penilaian juga berdasarkan notasi jazz yang dalam penjurian kali ini bobotnya disesuaikan dengan ekspresi dan musikalitas penciptanya. Dan terakhir penilaian berdasarkan cara mempersentasikannya dalam YouTube sehingga viewers-nya semakin besar Jakarta.

Dari penilaian kedua juri tersebut, maka diperoleh 10 finalis yang kemudian berlomba di acara final . Sepuluh finalis Jazz Song of Earth Festival ini adalah:

  1. Senandung Lirih Kemarau, pencipta Agus Guntoro dan Arief Mooyoto, penyanyi Puspita Dinda dari Universitas Trisakti Jakarta.
  2. Niscaya, pencipta Enci Madjid Penyanyi Sherly Novita dari Universitas Trisakti Jakarta.
  3. Rumah Bersama, pencipta Agus Guntoro dan Arief Mooyoto dengan penyanyi Grace Khatrine dari Universitas Trisakti Jakarta.
  4. Saatnya, pencipta Stevani June Jonas , penyanyi Stevani June Jonas dari Universitas Hasanuddin Makasar.
  5. Impian Generasi, pencipta Zim’s Uki dan Sabila Begum, penyanyi Sabila Begum dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
  6. Indahkan Bumi, pencipta lirik Tjandrawati (Ichan), penyanyi Nisa Nurlatifa Rahma dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.
  7. Kabut Asap Hutanku, pencipta Irawan Wijayanto, penyanyi Yoga Pristiadinata dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  8. Lihatlah, pencipta Ismail Irianto dan Yollanda, penyanyi Yollanda Wulandari dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang.
  9. Di Atas Segalanya, pencipta Enci Madjid, penyanyi Sofwan Idris, Universitas Trisakti Jakarta
  10. Bumi Kita, pencipta d’bijou group, Yohanes Chandra, Christian Koresy, Dehan Hizkia. Penyanyi Indah Aprilianti dari Universitas Trisakti Jakarta.
Jazz Song of Earth Festival

Editor: Dharma Samyayogi
Sumber: Beritasatu.com

Mata Mata Musik's Newsletter