×
×

Search in Mata Mata Musik

Urutan Peringkat 9 Album Foo Fighters Berdasarkan Musikalitasnya

Posted on: 07/8/20 at 8:00 am

Urutan Peringkat 9 Album Foo Fighters Berdasarkan Musikalitasnya
Foo Fighters.

Ketika Dave Grohl pertama kali masuk ke Shoreline Robert Lang Studios pada Oktober 1994, dia masih berduka setelah kematian teman satu bandnya di Nirvana, sang ikon grunge Kurt Cobain sekitar enam bulan sebelumnya. Dave pasti tidak bisa membayangkan kesuksesan semacam apa yang menunggunya di masa depan untuk karier musiknya.

Bahkan sekarang pada peringatan 25 tahun perilisan album debut self-titled Foo Fighters, Dave Grohl mungkin masih berusaha mencari tahu semuanya. Tapi kerennya, setelah merevolusi kultur pop bersama Nirvana, dia entah bagaimana berhasil melampaui kesuksesan besar Nirvana dengan band berikutnya ini (setidaknya secara komersil).

Baca juga: Sebelum ‘Nevermind’ Rilis, Dave Grohl Akui Sempat Takut Dipecat Dari Nirvana

Untuk memperingati pencapaian spesial itu, inilah peringkat sembilan album Foo Fighters hingga saat ini versi majalah musik legendaris Inggris, NME.

9. One By One (2002)

Foo Fighters - One By One (2002)

Ini sedikit mengecewakan bagi band sekaliber Foo Fighters, karena album ini muncul hanya beberapa minggu setelah akang Dave Grohl dan kawan-kawan bandnya yang hampir selalu ceria mengguncang panggung Reading Festival, Leeds, Inggris perdana mereka sebagai headliner dengan performa gaya yang benar-benar keren. Yup, bagian intro yang catchy lagu ‘All My Life’ memang masih bisa bikin kita merinding, tetapi setelah beberapa single yang mantap, album yang satu ini dengan cepat seperti kehabisan tenaganya di pertengahan jalan. Sebuah album yang lahir dari sesi penulisan dan rekaman yang panjang dan bermasalah, sejak itu Dave Grohl telah mengklaim bahwa “empat lagu bagus, dan tujuh lagu lainnya nggak pernah gue mainkan lagi dalam hidup gue”. Boleh buat apa…eh… buat apa boleh…eh…apa boleh buat: kelar dah dan langsung ke yang berikutnya ye…

8. Echoes, Silence, Patience & Grace (2007)

Foo Fighters - Echoes, Silence, Patience & Grace (2007)

Ini mungkin adalah album yang mengangkat Foo Fighters menjadi band dengan konser dua malam yang sold out di Stadion Wembley di Inggris, tetapi ESP&G adalah album yang terlalu enteng dan halus yang membuat mereka tampak bergerak secara “auto-pilot”. Dave Grohl terdengar lelah pada lagu ‘Let It Die’ dan hampir siap untuk tidur di ‘Stranger Things Have Happened’ (sebuah lagu akustik yang benar-benar terlupakan, bikin ngantuk) dan ‘Cheer Up Boys (Your Make-Up Is Running)’ sama sekali tidak seunik judul lagunya. Single-single seperti ‘The Pretender’ dan ‘Long Road To Ruin’ berhasil memukau pendengar, tetapi secara umum rasanya seperti band ini telah kehabisan ide, setelah mencoba menyatukan sisi-sisi artistik mereka yang lebih keras dan lebih lembut dan malah terasa canggung di antaranya.

7. In Your Honor (2005)

Foo Fighters - In Your Honor (2005)

Di sini kita melihat Foo Fighters jatuh ke dalam perangkap klasik dari sebuah album dobel; yaitu tidak memiliki cukup lagu yang benar-benar hebat untuk membuat albumnya terasa “timeless”. Pada titik ini dalam karier band, sebagian besar akan setuju bahwa mereka lebih baik ketika mereka nge-rock total daripada ketika Dave Grohl merasa nyaman dengan gitar akustiknya, jadi mendengarkan CD ‘rock’ dan ‘akustik’ dari awal sampai akhir terasa agak seperti mengikuti sesi bermain ski air yang menyenangkan tapi diiringi dengan pembacaan puisi yang membosankan dari instruktur kalian. ‘No Way Back’ dan ‘Sign The Sign’ masih termasuk dalam salah satu lagu terbaik band, dan secara keseluruhan ada sebuah lagu yang bagus di dalam album ini di suatu tempat… tetapi lo harus mencarinya sendiri.

6. Sonic Highways (2014)

Foo Fighters - Sonic Highways (2014)

Sonic Highways awalnya tampak seperti proposisi yang sempurna: delapan lagu yang direkam di delapan kota Amerika Serikat (AS) yang berbeda, masing-masing dipengaruhi oleh sejarah musik yang berbobot dari lokasinya, dari Nashville hingga Seattle. Bagusnya lagi, album ini juga cocok untuk dibuat menjadi acara TV yang bagus, tetapi, dalam hal album itu sendiri, fakta yang mengatakan bahwa album itu telah direkam di delapan kota yang berbeda tampaknya tidak benar-benar mempengaruhi lagunya sama sekali selain dalam segi liriknya. Jadi sebagai buku panduan untuk sejarah musik Amerika, album ini kurang kredibel, tetapi itu tidak berarti ini secara total mengecewakan loh. Ada banyak aksi nge-rock Dave Grohl yang cukup bertenaga untuk membuat satu arena konser bergemuruh, dan di lagu terakhir ‘I Am A River’, direkam di New York, segalanya berubah menjadi emosional untuk sebuah hasil akhir yang benar-benar memuaskan.

Baca juga: Lagu Foo Fighters Yang Manakah Ditulis Dave Grohl Tentang Kurt Cobain?

5. Concrete and Gold (2017)

Foo Fighters - Concrete and Gold (2017)

Setelah secara tegas bertindak apolitis sepanjang karier mereka, inilah hal terdekat yang mungkin pernah dilakukan Foo Fighters untuk mengkritik pemerintah. Dirlis kurang dari setahun setelah pelantikan mengejutkan Presiden Donald Trump, album ini, menurut pengakuan Dave Grohl sendiri, adalah sebuah album yang lahir dari “harapan dan keputusasaan”. Liriknya mungkin tetap halus seperti biasa, tetapi ada kemarahan yang teraba saat mereka membawakan beberapa lagu paling galak dalam karier mereka. Pada lagu ‘Run’ Dave Grohl dkk menukar musik rock arena yang aman dengan nuansa enerjik yang menggelegar, sementara ‘Line The Line’ mengeksplorasi pentingnya harapan di America yang baru versi Trump: “we fight for our lives ’cause everything’s on the line,” gerutu Dave Grohl dengan tabah. Ini adalah proklamasi yang halus, tetapi juga yang menampilkan Foo Fighters saat mereka memamerkan sound baru yang tidak terduga dan relevan ketika mereka menuju ke suatu era baru.

4. Wasting Light (2011)

Foo Fighters - Wasting Light (2011)

Ada suatu perasaan déjà-vu pada album ini; sebagian karena sound yang sedikit lebih mentah (Dave Grohl bersikeras menggunakan peralatan rekaman analog), tetapi juga karena kembalinya sang gitaris Pat Smear ke line-up band. Apa pun itu, itu berhasil: dalam Wasting Light Foo Fighters terdengar lebih lapar dan lebih bersemangat daripada sebelumnya selama lebih dari satu dekade, dengan Dave Grohl yang membawakan jeritannya yang paling gila sejak lagu ‘Enough Space’ dan ‘White Limo’. Di bagian lainnya, riff unik pada lagu ‘Rope’ dan nuansa power-pop yang melodik di lagu ‘Arlandria’ masuk di antara sorotan utama dari sebuah album yang dibuat oleh band veteran yang tampaknya menemukan kembali kegembiraan sederhana dalam mengatur instrumen mereka, menyolok kabel jack-nya dan nge-rock sepuas-puasnya. Semoga Foo Fighters tidak kehilangan semangat yang membara semacam ini lagi ya.

3. There is Nothing Left To Lose (1999)

Foo Fighters - There is Nothing Left To Lose (1999)

Ini memang bukan perpindahan yang bagus dari album The Colour And The Shape, tetapi itu bukan masalah besar ketika lo mengingat bahwa sentuhan ajaib Dave Grohl dan rekan-rekannya dalam hal penulisan lagu masih sangat efektif. Lagu yang (diduga) membahas Courtney Love, ‘Stacked Actors’ tampaknya dibuat khusus untuk kerumunan besar penonton yang jejingkrakan di festival musik. Kemudian lagu ‘Generator’ adalah lagu pop-rock melodik yang sempurna, dan mereka membawakan apa yang bisa dibilang sebagai lagu balada terbaik mereka hingga saat ini di lagu ‘Next Year’. Sebagai bonus, band ini semakin memanjakan kegemaran mereka terhadap konsep video lucu di promo lagu ‘Learn To Fly’ (di mana Dave Grohl berperan sebagai enam orang berbeda, sedikit fun fact untuk penggemar Foo Fighters!).

2. Foo Fighters (1995)

Foo Fighters - Foo Fighters (1995)

Ini dirilis tahun 1995, di mana Britpop berkuasa di Inggris, suasana musik Amerika Serikat dipenuhi dengan berbagai artis grunge baru yang karbitan, semuanya mengundang kami untuk merasakan rasa SAKIT mereka. Ada yang ingat gerombolan rocker Kanada, Moist? Tidak? Baguslah. Tapi ada apa nih? Bekas dramer Nirvana, Dave Grohl, tiba-tiba terbang keluar dengan kostum Superman-nya, dipersenjatai dengan beberapa nada yang sangat adiktif. Pada dasarnya masih sebuah one-man band pada tahap ini, kekuatan album self-titled alias Foo Fighters terletak pada betapa sangat vitalnya sound mereka yang penuh adrenalin. Dave Grohl sudah menyimpan lagu-lagu ini selama beberapa waktu, dan rasanya senang untuk akhirnya bisa merilis semuanya. Tentu saja, lagu ‘Big Me’ yang agak nge-pop adalah antitesis dari lagu apa pun yang ada di In Utero. Album ini belum sempurna namun cukup mendekati tentu saja (namanya juga album jem…eh…debut), yang pasti merupakan karya perdana yang mengesankan.

1. The Colour and The Shape (1997)

Foo Fighters - The Colour and The Shape (1997)

Banyak yang akan berpendapat bahwa jika lo nggak pernah jatuh pingsan diiringi lagu ‘Everlong’, loncat-loncat konyol mendengarkan lagu ‘Enough Spcae’ atau hampir kehilangan suara lo ketika mencoba untuk berteriak-teriak menyerupai Dave Grohl pada bagian bridgeone last thing before I quit…” di lagu ‘Monkey Wrench’, maka lo bukan “Foos” sejati. Mereka mungkin benar. Karya kolektif pertama Foo Fighters adalah sesuatu yang lebih dipoles daripada album debutnya, tetapi sebenarnya, fokus utama dalam TCATS adalah lebih tentang dampak lagu-lagunya, banyak di antaranya sekarang sudah terprogram dalam DNA, darah, dan daging para penggemar rock pada usia tertentu. Jika kita mau bertele-tele, ‘See You’ dan lagu sentimental ‘Walking After You’ bukanlah karya Foo Fighters yang esensial, tetapi hasilnya berbicara sendiri karena TCATS adalah album pertama mereka yang dalam rangka ulang tahunnya ke-10 diterbitkan kembali. 23 tahun kemudian, masih belum ada yang melebihi kualitasnya.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Che Cupumanik dan Robi Navicula

Che Cupumanik & Robi Navicula Rilis 'Jiwa Yang Berani' Untuk Rock Memb...

Robi (Navicula) dan Che (Cupumanik). Pada saat menjelang proses perilisan buku Rock Memberontak, sekitar tahun 2015. Vokalis Cupumanik, Che mengusulkan ide

on Oct 27, 2020
Foo Fighters live

Konser Pertama Foo Fighters Sejak Pandemi Di #SOSFest, Troubadour, Los...

Pada hari Sabtu, 17 Oktober, anggota Foo Fighters bersatu kembali untuk pertunjukan pertama mereka sejak awal pandemi kopad-kopid ora jelas. Sebagai bagian

on Oct 19, 2020
Stevie Nicks

Stevie Nicks Rilis ‘Show Them The Way’, Lagu Solo Barunya Fitur Da...

Stevie Nicks. Stevie Nicks baru saja merilis lagu solo baru pertamanya dalam hampir satu dekade terakhir. Lagu baru itu berjudul ‘Show Them The Way’ dan

on Oct 9, 2020
Linkin Park

Linkin Park Rilis Versi Demo 'In The End' Dari 20th Anniversary Hybrid...

Boleh dibilang Linkin Park adalah band nu-metal/alternative rock yang berhasil menguasai blantika musik rock di era awal millenium alias pada tahun 2000. A

on Oct 2, 2020