×
×

Search in Mata Mata Musik

Vinyl Revival: Akhirnya Mengalahkan Penjualan CD Sejak 34 Tahun Silam Di AS

Posted on: 09/11/20 at 7:00 am

Vinyl Revival: Akhirnya Mengalahkan Penjualan CD Sejak 34 Tahun Silam Di AS
Foto: Andrey Danilovich/Getty Images/iStockphoto.

Setelah vinyl sempat lama punah digantikan oleh CD dan kemudian semua album rekaman fisik tersebut tergerus oleh format digital, namun berkat persatuan para musisi dan pelaku industri musik independen, format rekaman fisik seperti kaset, vinyl dan CD terus dilestarikan melalui gencarnya kampanye penyadaran tentang pentingnya melestarikan rekaman fisik serta pergelaran acara tahunan Record Store Day dan beragam acara serupa lainnya yang cukup ekstensif. Dan perjuangan tersebut lantas terbukti sukses menciptakan geliat “Cassette Revival” atau “Vinyl Revival” di banyak negara termasuk Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Persediaan Vinyl Sedunia Terancam Setelah Pabrik Manufaktur Utamanya Terbakar

Kabar yang menggembirakan datang dari negeri Paman Trump, yang menyatakan bahwa penjualan vinyl kini telah melampaui penjualan CD di pasar AS. Menurut laporan terbaru dari The Recording Industry Association of America (RIAA), vinyl telah menyumbang US$ 232,1 juta (sekitar Rp 3,46 miliar) dari penjualannya dalam enam bulan pertama tahun 2020, sedangkan CD hanya menghasilkan US$ 129,9 juta (sekitar Rp 194 miliar). Ini pertama kalinya terjadi sejak tahun 1986 di saat vinyl terjual lebih banyak dari CD.

Penjualan fisik secara keseluruhan turun 23% pada paruh pertama tahun ini, kemungkinan karena lebih sedikit orang yang meninggalkan rumah, apalagi mengunjungi toko rekaman musik. Namun, penjualan CD menurun sebesar 48%, sedangkan penjualan vinyl mulai naik, terutama sejak berubahnya jadwal digelarnya Record Store Day (RSD) yang menjadi terpisah berjarak tiap bulan, yaitu 29 Agustus, 26 September dan 24 Oktober. Laporan dari acara RSD pertama pada minggu lalu, penjualan CD mencapai 802.000 kopi. Serta nggak mengherankan lagi, penjualan digital juga terus menurun hingga 22%, meraup US$ 351 juta (sekitar Rp 5,24 miliar).

Secara keseluruhan, industri musik mengalami lonjakan laba sebesar 5,6%, menjadi US$ 5,7 miliar (sekitar Rp 85,2 triliun) pada paruh pertama tahun 2020. Streaming digital menyumbang sebagian besar dari jumlah tersebut, 85% dari total pendapatan. Kabar baiknya, langganan layanan streaming berbayar meningkat 24%. Sungguh menggembirakan mengetahui bahwa, setidaknya, pendengar menyadari bahwa mungkin bermanfaat untuk membayar musik yang mereka dengarkan, betapapun kecil nominalnya.

Tentu saja, semua ini terasa seperti cambuk mengingat penjualan album mengalami minggu terburuk dalam 60 tahun. Di bulan Maret, ketika karantina baru saja dimulai karena COVID-19. Dengan pembatalan tur dan artis yang menunda perilisan album, industri musik terhenti secara virtual awal tahun ini, dan baru sekarang mulai kembali beraksi. Mengingat hal itu, sungguh hal yang menggembirakan mengetahui bahwa industri nggak hanya mencapai titik impas, tetapi menghasilkan keuntungan, walaupun tergolong kecil persentasenya.

Album rekaman terlaris selama satu dekade terakhir (tahun 2010-an) sebagian besar adalah album klasik yang lebih lawas, kami sarankan untuk memulai dekade baru ini dengan membeli beberapa album terbaik tahun 2010-an dalam format vinyl, memilih album-album favorit lo dari tahun 2020 sejauh ini, misalnya Taylor Swift Folklore, Katy Perry Smile atau bagi penikmat musik cadas ya yang paling kami rekomendasikan adalah Metallica S&M2.

Baca juga: Suka Berburu Vinyl? Ini Perbedaan Antara Mono & Stereo!

Meski kita hidup di era yang serba digital, please deh, jangan lupakan rekaman fisik, kalau lo mau industri musik tetap hidup dan langgeng, dukung rekaman fisik. Jangan maunya serba gratisan, artisnya nggak dapat apa-apa, sekalipun dapat cuma nggak seberapa, ujung-ujungnya jadi YouTuber demi pundi-pundi AdSense. Beli rekaman fisik sangat menyenangkan dan punya nilai artistik lebih, karena bisa lo pegang, koleksi, dipajang menciptakan pemandangan yang indah dari artwork covernya yang nyata (bukan cuma dilihat dari HP atau laptop lo), bisa menjadi aset lo, dan kalau ketemu artis favorit lo, lo bisa minta tanda tangan (otograf) dan lain sebagainya, intinya rekaman fisik memiliki kepuasaan yang lebih dan menunjukkan level apreasiasi yang lebih tinggi.

Mari kita rayakan “Vinyl Revival” mengulang kejayaan 34 tahun silam!

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Nominasi Grammy 2021

Yuk Intip Daftar Nominasi Grammy 2021: Taylor Swift, Beyonce, Fiona Ap...

Grammy 2021 nominator: Phoebe Bridgers, Beyoncé, Fiona Apple, and Taylor Swift. Daftar nominasi Grammy Awards 2021 telah diumumkan. Sekarang di tahun ke-63

on Nov 25, 2020

Persediaan Vinyl Sedunia Terancam Setelah Pabrik Manufaktur Utamanya T...

Gawat! Sang co-founder dari label indie Third Man Records, Ben Blackwell, mengatakan bahwa kehancuran fasilitas Apollo Masters di California “akan mengha

on Feb 11, 2020
Pearl Jam

Sesi Pearl Jam di MTV Unplugged Akan Perdana Rilis dalam Versi Vinyl

Set berisi tujuh lagu ini akan dirilis untuk acara Black Friday Record Store Day. Penampilan Pearl Jam di MTV Unplugged pada tahun 1992 akan segera bisa d

on Nov 7, 2019
Lil Nas X

Lagu Lil Nas X “Old Town Road” Kantongi Sertifikat Diamond RIAA

Lagu country-trap milik Lil Nas X bersama Billy Ray Cyrus menjadi salah satu dari hanya 32 lagu yang mendapat sertifikat Diamond dari Recording Industry Associ

on Oct 25, 2019