×
×

Search in Mata Mata Musik

Voice Of Baceprot: Trio Metal Yang Meroket Diserang Netizen Lebay

Posted on: 05/6/20 at 10:00 am

Dunia ini penuh warna-warni alias kemajemukan dan sudah sepatutnya manusia hidup berdampingan secara rukun di tengah banyaknya perbedaan. Tapi nyatanya tidak semua manusia demikian. Isu musik haram atau tidak masih menjadi perdebatan sengit di dunia religiusitas. Itulah penyebab kenapa individu atau kelompok Muslim yang memainkan musik, terutama musik cadas yang walau eksistensinya sudah lebih dari 50 tahun, punk rock dan heavy metal, selalu mendapat sorotan khusus. Punk rocker seorang Muslim dianggap aneh, Metalhead seorang Muslimah apalagi, selain bernuansa patriarkis, juga memasung hak asasi secara berlebihan alias lebay.

Voice of Baceprot, kika: Euis, Firda, Widi.
Voice of Baceprot, ki-ka: Widi, Firda, Euis. (Foto: Amity Asia).

Nama Voice of Baceprot (VOB) kembali ramai diperbincangkan di media sosial dan media online dalam dan luar negeri baru-baru ini setelah band ini mendapat perhatian khusus dari Flea, bassis band funk rock legendaris Red Hot Chili Peppers yang men-tweet video penampilan live VOB dan kemudian di-repost oleh semua akun media sosial VOB dengan ungkapan kalimat terkejut bahagia bukan main.

Publik sudah mulai mendengar nama VOB sejak viral di media sosial pada awal 2017 lalu. Mereka disebut unik. Berhijab, tapi tergabung dalam band yang mengusung musik metal. Hijaber metal lah, ini lah itu lah, hehe.

VOB yang terdiri dari trio gadis: Firda Kurnia (vokal/gitar), Euis Siti Aisah (dram) dan Widi Rahmawati (bass) disatukan di sekolah yang sama sejak Sekolah Dasar (SD). Mereka membentuk Voice of Baceprot saat sama-sama sekolah di Madrasah Tsanawiyah Al-Baqiyatussolihat.

Trio VOB pulang sekolah mau latihan band.
Trio VOB pulang sekolah mau latihan band. (Foto: Twitter).

Ketiga gadis ini merasa viral hanya bonus dari kegiatan musik yang mereka lakukan secara konsisten. Tidak ada hubungannya dengan penampilan. Mereka pun sudah jengah karena sering dianggap sebagai band penuh “gimmick”. Disadari atau tidak, nama mereka besar karena itu. Tapi sejak menyadari hal itu, mereka seterusnya lebih ingin fokuskan energi buat berkarya.

Mereka bahkan sempat takut bermusik setelah mendapat banyak ulasan dari media internasional. Dari sana mereka memang banyak menerima hujatan dan komentar sadis. Salah satu komentar yang terparah adalah ada yang akan beli album mereka kalau keluar. Bukan untuk didengarkan, tapi untuk dibakar.

Komentar warganet Indonesia tak kalah kejam. Ada yang menyebut bahwa musik itu haram. Apalagi mereka memainkan musik metal. Padahal ketiga remaja perempuan anggotanya berhijab.

Mereka mulai menerima ancaman yang tak terhitung jumlahnya di media sosial dari para fanatik agama yang memandang heavy metal sebagai musik setan dan berpikir itu tidak cocok untuk wanita.

Bahkan pada suatu malam, setelah VOB pulang dari studio rekaman, mereka pernah disambut oleh serangan batu yang dibungkus kertas dengan pesan menghina. Mereka nyaris tidak bisa melarikan diri dengan sepeda mereka.

Dalam wawancara dengan South China Morning Post, Firda mengatakan, “Mereka mengatakan bahwa saya harus melepas jilbab saya. Mereka mengatakan bahwa orang kafir mengenakan jilbab saat bermain musik metal”.

Firda mengatakan bahwa bermain musik metal tidak mengubah perasaannya tentang kepercayaan Islamnya. “Metal hanyalah jenis musik bagi kami. Kami melakukan musik tetapi kami tidak berhenti sholat; kami terus mengenakan hijab, karena kami tidak meninggalkan kewajiban (agama) kami yang lain”.

Perasaan itu perlahan menghilang karena band asal Garut, Jawa Barat itu dibimbing oleh Cep Ersa Ekasusila Satia atau akrab disapa Abah. Kata Firda, Abah menenangkan dengan meyakinkan mereka bahwa tidak ada yang salah dengan Muslim dengan musik metal.

Menurut Firda, Muslim itu tidak marah seperti warganet, sebagai Muslim VOB bisa berkarya dengan merdeka. Muslim identitas mereka dan bukan halangan berkarya. Mereka sudah berhijab sebelum membentuk band metal, dan bermain musik karena hasrat dan hobi. Ketika orang heboh metal dan hijab mereka menanggapinya dengan biasa saja karena merasa tidak ada yang salah dari itu.

“Intinya kalian berkegiatan harus tulus dan berani jujur apapun yang akan menimpa kalian. Tulus dan jujur harus jadi langkah awal dari kalian, kalian harus merdeka dan adil mulai dari alam pikiran. Tentang isu negatif, pro dan kontra, itu hal lumrah, justru kalian akan besar dengan itu. Cara menangkalnya, cukup diabaikan saja, anggap saja ketika ada banyak orang yang menghujat kalian, mereka sedang sakit, dan kalian sehat, biarkan mereka mengobati diri sendiri, kalian yang sehat, terus saja berkarya. Ketika kalian sudah bisa memberikan pembuktian dengan karya, hal-hal negatif itu selesai, membuktikan bahwa sampai hari ini VOB baik-baik saja,” tutur Abah menjelaskan saat memberikan dukungan moril kepada ketiga personil VOB selaku manager. Selengkapnya ada di video yang diunggah pada 2017 lalu ini.

Sebagai bentuk respons dari banyak isu negatif yang menerpa VOB, mereka lantas membuat film dokumenter pendek bertajuk Musik – Haram + Halal = Damai yang diunggah di kanal YouTube VOB pada pertengahan April 2020 lalu yang terbagi dua video. Percakapan antara personil VOB menggunakan bahasa Sunda sehar-hari mereka namun memiliki subtitel bahasa Inggris sehingga dapat dimengerti secara internasional. Di balik musik VOB yang cadas, aslina teh katiga awewe iye lucu dan sederhana. Tonton saja sendiri.

The Other Side Of Metalism

VOB.
VOB. (Foto: YouTube).

Nama Voice of Baceprot sendiri diambil dari bahasa Sunda. “Baceprot’ yang berarti berisik, mereka sekaligus ingin mengubah pandangan terhadap musik metal yang selalu dianggap negatif. Mereka ingin menyajikan metal yang positif. The other side of metalism, istilah mereka.

Abah turut berperan dalam pembentukan metal positif itu. Salah satunya dengan membuat lirik lagu yang tepat. Ia menjadi tempat konsultasi saat VOB hendak menulis lirik lagu. Terkadang lirik mereka terlalu sarkas dan kasar. Menurut Abah, metal bukan kasar dalam bunyi, tapi dalam arti.

Meskipun ketiga gadis ini baru belajar tentang musik heavy metal pada 2014, namun waktu yang belum terlalu lama itu tetap berdampak besar terhadap mereka. Mereka pertama kali secara tidak sengaja mendengar musik cadas itu di laptopnya guru pelajaran musiknya. Firda mengatakan, “Kami jatuh cinta ketika pertama kali mendengar tentang musik metal. Bagi kami, metal adalah alat untuk membuat suara kritis kami didengar. Musik metal cocok dengan tekad dalam jiwa kami”.

Sejak itu VOB berlatih hampir setiap hari dan mulai tampil di banyak gigs dan festival lokal. Mereka melihat musik mereka sebagai bentuk perlawanan dengan menyanyikan hal-hal yang penting bagi mereka seperti sistem pendidikan, toleransi beragama dan perubahan iklim.

Sejauh ini VOB telah memiliki materi yang cukup sebagai album untuk dirilis. Enam di antaranya adalah ‘Rumah Tanah Tidak Dijual’, ‘Age Oriented’, ‘The Enemy Of Earth Is You’, ‘Jalan Kebenaran’ dan ‘You’ll Never Walk Alone’ dan single perdana bertajuk ‘School Revolution’ yang dirilis pada Mei 2018 lalu.

Hantam Stigma & Radikalisme Virus Corona

Pada 28 April 2020 lalu, VOB mengunggah video lagu barunya berupa versi akustik berjudul ‘Hardcore (Hantam Stigma & Radikalisme Virus Corona)’. Di caption videonya mereka menulis:

Akhir-akhir ini, virus Corona sepertinya kian banyak merampas hal-hal menyenangkan dari keseharian kita. Seperti menjadi tahanan rumah saja rasanya. Raga terkurung, aktifitas terbatas dan beragam ketakutan berkeliaran seperti hantu menebar ancaman.

Tiba-tiba jadi rindu hal-hal yang sebelumnya dianggap biasa. Jalan-jalan, nongkrong di studio, latihan, membuat lagu atau sekedar ngobrol membahas hal-hal absurd kehidupan.

Corona memang menyebalkan. Sama menyebalkannya dengan keserakahan kita sebagai manusia yang senantiasa lalai dan abai menjaga keseimbangan alam sebagai benteng penjaga kesehatan kita. Sekarang kita berhadapan langsung dengan ancaman virus Corona yang bebal.

Hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk melindungi diri adalah dengan tetap menjaga kewarasan agar bisa berpikir sehat dan tanggap. Mari berusaha tetap berbahagia menjalani masa-masa sulit ini. Kebahagian akan memperkuat intuisi untuk memilah dengan akal sehat cara-cara paling relevan dan efektif melawan virus Corona. Jangan biarkan kita dijajah ketakutan, jangan biarkan ketakutan membunuh kita sebelum sempat melawan musuh sesungguhnya.

Keren. Tapi ngomong-ngomong, kok syutingnya seperti ada di gudang toko sepatu? Kapan-kapan tanya langsung ke mereka deh. Tonton saja videonya dahulu ya, gaes.

Sumber: Berbagai Literatur, YouTube VOB
Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Trivium

    Trivium 'In The Court Of The Dragon' Salah Satu Single Metal Terepik 2...

    Trivium (Foto: dok. Roadrunner Records). Trivium memenuhi janjinya untuk merilis lagu baru di tahun ini. Band metal nominasi Grammy yang berbasis di Orlando

    on Jul 9, 2021
    Once Human

    Once Human Muntahkan Single Groove-Brutal 'Deadlock' Fitur Rob Flynn

    Once Human (Foto: dok. earMUSIC). Once Human baru saja memuntahkan single barunya yang berjudul 'Deadlock'. Sebagai "tester" yang diambil dari album mendata

    on Jul 2, 2021
    Voice Of Baceprot

    Voice Of Baceprot, Dari Garut Melesat Ke Wacken Open Air Jerman 2022!

    Voice of Baceprot yang biasa disingkat VOB telah mengumumkan berita besar. Band metal remaja Indonesia ini telah dikonfirmasi akan tampil di ajang festival

    on Jun 28, 2021
    Gelora Saparua

    Gelora Saparua: Episentrum Sejarah Geliat Rock & Metal Indonesia

    Gelora Saparua. Sesuai namanya, Gelora adalah akronim dari Gelanggang Olahraga. Selain lapangan atletik dan taman sarana umum, salah satu tempat di dalam a

    on Jun 7, 2021