<-- Google Tag Manager -->
×
×

Search in Mata Mata Musik

Vokalis Lamb Of God Bahas Kondisi Musik di 2019

Posted on: 10/21/19 at 3:00 pm

Menurut vokalis Lamb of God, Randy Blythe, “Kalau kamu duduk di belakang komputer untuk mencela dan menghakimi orang lain, itu bertentangan dengan segala sesuatu yang menjadi tujuan musik.”

Randy Blythe dari Lamb of God mengutarakan pandangannya terkait kondisi musik saat ini, khususnya soal apakah band-band sekarang terlalu takut untuk mengatakan hal yang dapat mengancam prospek karier mereka.

Dalam wawancara eksklusif dengan Kerrang!, bersama Jason Aalon Butler dari FEVER 333, pentolan Lamb Of God ini meratapi budaya saling mempermalukan di depan umum yang kerap terjadi saat ini dan bagaimana hal itu berdampak negatif pada seni.

Baca Juga: Ariana Grande Ingin Sampel Meme “Rise and Shine” Kylie Jenner

“Zaman sekarang, ada budaya kemarahan,” kata Randy kepada Kerrang!

“Kalau ada orang yang melakukan sesuatu yang tidak disetujui orang lain, langsung ada mentalitas ‘pengeksekusian’, di mana orang tersebut akan dikeroyok orang banyak. Tapi saya tidak peduli! Saya besar sebelum zaman internet, dan saya pernah melakukan hal-hal yang membuat orang kesal dan saya toh masih di sini.

“Mentalitas ‘kemarahan’ ini tidak kondusif bagi pertumbuhan artistik dan menghambat orang untuk mengambil peluang nyata. Lakukan apa yang kamu ingin lakukan, dan kalau kamu serius menekuninya, hal itu akan menang. Kalau saya khawatir dengan apa yang orang lain pikirkan, saya mungkin sudah menyerah jauh sebelum sekarang.”

Ia melanjutkan, “Saya tidak ingin melakukan apa yang kamu perintahkan. Saya tidak ingin terlihat seperti yang kamu suruh. Saya tidak percaya dengan apa yang kamu yakini. Saya tidak ingin berada dalam kelompok orang bodoh yang tidak punya pikiran atau yang suka ikut-ikut saja.

Baca Juga: Taylor Swift Pimpin Konser Amal We Can Survive 2019

“Saya ingin punya pikiran sendiri. Itulah yang saya temukan di ranah musik underground dan itulah mengapa saya awalnya terlibat, karena saya anak aneh di SMA. Kalau kamu duduk di belakang komputer untuk mencela dan menghakimi orang lain, itu bertentangan dengan segala sesuatu yang menjadi tujuan musik ini.”

“Mentalitas penyaringan informasi (gatekeeping) punk rock, metal dan hardcore adalah salah satu hal paling berbahaya dan terbelakang,” imbuh Jason dari FEVER 333.

“Ini kebalikan dari apa yang seharusnya menjadi inti dari punk dan metal. Saat kamu tidak bisa menjadi inklusif dengan hal-hal ini, kamu benar-benar bertentangan dengan apa yang menurut kami adalah pilar pendiri musik ini. Mentalitas ini lebih mirip dengan hal-hal yang kami tentang dan lawan, seperti rasisme, seksisme, dan ketidakpedulian.”

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Loudness

Loudness Sukses Getarkan Hard Rock Cafe Jakarta

Selasa malam (12/11), Hard Rock Cafe Jakarta dibanjiri oleh para diehard fans band metal kawakan dari Jepang, Loudness. Konser bertajuk Thunder in the East san

on Nov 14, 2019
Loudness

Eksklusif: Mata Mata Musik Ngobrol Bareng dengan Loudness

Band heavy metal legendaris asal Jepang, Loudness, baru saja mampir ke Jakarta untuk menggelar konser di Hard Rock Café Jakarta pada hari Selasa kemarin (12/1

on Nov 14, 2019

Vacant "E.M.I" Sex Pistols Cover #MMMCoverage

Band punk veteran asal Jakarta bermain di malam penghargaan untuk band punk legendaris, Sex Pistols #MMMCoverage kali ini merekam penampilan dari Vacant

on Oct 22, 2019
ice-t

Ice-T Bahas Keputusannya Mundur dari Panggung Rap

Menurut Ice-T, generasi lama hip-hop tidak akan pernah masuk rotasi lagi. Ketika diskusi tentang daftar rapper terbaik beredar di media sosial, banyak yang

on Oct 17, 2019