<-- Google Tag Manager -->
×
×

Search in Mata Mata Musik

Walk The Talk – Ben Pamungkas

Posted on: 11/11/18 at 2:00 pm

Pam menghias musiknya dengan sangat baik dan jelas membuatnya tidak bisa diremehkan.

Oleh: Mudours.

Talenta muda lokal yang sedang hangat dibicarakan di berbagai pergaulan lintas media sosial. Pamungkas atau akrab disapa Pam (sok akrab, hhe) muncul ke panggung musik Indonesia hampir tanpa membawa pasukan. 

Walk The Talk ia konstruksi secara mandiri, bahkan hingga di sektor teknis. Fakta yang mengejutkan menilik hasil akhirnya yang mendekati kata sempurna. Album yang kaya akan bebunyian cantik dan dipoles bak hasil karya audio engineer profesional.

Pam menghias musiknya dengan sangat baik dan jelas membuatnya tidak bisa diremehkan, menyejajarkannya dengan karya elitis audio modern macam Taifun atau Senses milik Scaller.

Itu secara teknis audio, kini mari kita bahas konsepnya. Mengusung nyawa folk dengan sentuhan elektro pop, Pam sebagian besar melantunkan karya-karyanya dengan gaya baroque ala Rufus Wainwright sambil sesekali disisipi kecuekan khas Luke Pitchard dan syahdunya Ben Gibbard. Cukup dimaklumi dalam album perdana ketika seorang penyanyi berganti-ganti aksen di antara ketiganya. Untuk sebuah album pop perdana yang ingin menggaet pendengar sebanyak-banyaknya, Walk The Talk agaknya masih kurang fokus dan straightforward. Layaknya pemain bola yang terlalu banyak menggocek saat hendak mencetak gol.

Baca Juga: Nominasi Rock Hall of Fame 2019!

Total 16 tracks (termasuk 2 intro dan 1 monolog) yang diciptakan Pam hampir semuanya tanpa cela (huhuhu) namun absennya pengikat dan penyusunan daftar lagu yang apik membuat mood yang dihasilkan tidak stabil. Mungkin Pam terlalu bersemangat saat proses pembuatan album ini hingga akhirnya ia lupa dengan slogan “pack only the essentials” dan koper berlabel Walk The Talk ini pun kesulitan masuk ke bagasi telinga pemirsa.

Verdict: 8/10.
Dalam berdagang biasanya ada pragmatisme yang menahan diri untuk jadi orang yang royal. Taktik yang berguna nantinya untuk kesinambungan usaha dan mempertahankan permintaan pasar. Intinya, pelan-pelan, Pam! (Sok akrab lagi, hhe).

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Synchronize Fest 2019

Kolaborasi Misi Green Movement di Synchronize Fest 2019

Kampanye sustainability di Synchronize Fest 2019 mengambil tema “Memanusiakan Alam, Mengalamikan Manusia”. Baca Juga: Synchronize Umumkan Daftar Lin

on Sep 27, 2019
Hodgepodge Superfest 2019

Hodgepodge Superfest 2019 X Mata Mata Musik After Movie

Di gelaran keduanya tahun ini, Hodgepodge berhasil suguhkan pengalaman berfestival yang menyenangkan. Baca Juga: Prophets of Rage Tutup Hodgepodge Superf

on Sep 20, 2019
Soundrenaline 2019

Suede Jadi Salah Satu Headliner di Soundrenaline 2019

Baru saja diumumkan Soundrenaline 2019 akan diadakan pada 7 dan 8 September 2019 di Garuda Wisnu Kencana, Bali. Baca Juga: Soundrenaline 2018 X Mata Mata Mus

on Jul 31, 2019
Keterangan Foto Utama: Travis at WTF2019 (kredit foto: Nareend via rilis press)

Barasuara, Sabrina Claudio, Hingga Travis, Meriahkan We The Fest 2019 ...

Panggung We The fest 2019 juga menjadi kali pertama Hindia tampil secara live Di hari kedua We The Fest 2019 yang berlangsung di JIEXPO Kemayo

on Jul 23, 2019