×
×

Search in Mata Mata Musik

Warga Israel Bodo Amat Dengan Protokol Kesehatan dan Gelar Konser Protes

Posted on: 05/24/20 at 7:30 am

Konser Protes Israel.
Konser protes di Tel Aviv, Israel. (Foto: Itay Blumental).

Sekitar 3.000 orang telah menghadiri sebuah acara yang digelar sebagai bentuk protes terhadap pemerintah negara Israel atas dilarangnya aktifitas konser musik live yang didukung seluruh warga kota.

Dalam aksi penolakan keras terhadap protokol kesehatan setempat, diperkirakan kerumunan sebesar 3.000 penonton hadir bersenang-senang dengan menari dan menyanyi bersama berbagai musisi lokal Israel pada hari Kamis (21 Mei) di konser yang digelar di kota Tel Aviv yang merupakan salah satu pertemuan musik live berskala besar pertama sejak industri musik global dikenakan status lockdown total sejak bulan Maret lalu karena pandemi virus Corona.

Lebih dari selusin musisi ternama dari Israel, termasuk alternative rocker Aviv Geffen dan diva pop Rita tampil di konser yang mengambil venue di taman umum Charles Clore sebagai bagian dari acara musik yang secara semantik dan legal bertajuk Behind the Scenes: an Assembly of Solidarity. Acara ini tidak disebut sebagai konser resmi. Sebaliknya, para penampil mengeksploitasi celah dalam peraturan kesehatan Israel, yang mengizinkan adanya aktifitas protes.

Baca Juga: Bersiaplah, Drive-in Konser Pertama Di Indonesia Akan Segera Digelar, Kapan?

Penonton acara diizinkan masuk ke taman memakai masker dan wajib menjaga jarak kurang lebih 2 meter. Tapi peraturan itu terbukti sulit dipatuhi. Kebanyakan orang pada awalnya tampak menyebar di seluruh halaman taman tetapi segera mendekati panggung dan tidak mematuhi peraturan kesehatan, menurut video acara itu dan dua penonton yang hadir. Ratusan orang tidak memakai masker dan berdiri berdampingan.

Sebagian besar penonton tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak
Sebagian besar penonton tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak. (Foto: Maya Cohen).

Acara protes atas nama budaya itu diadakan untuk mendukung kru touring yang hanya mengandalkan konser musik live untuk sumber penghasilan mereka. Protes itu mendapat dukungan dari Polisi Israel dan kota Tel Aviv. Pengusaha Israel, Inbar dan Marius Nacht adalah yang mengorganisir acara dadakan itu, yang hanya dipersiapkan dalam beberapa hari dan membentuk penggalangan dana untuk mendukung secara finansial sekitar 170.000 pekerja industri musik yang menganggur.

Promotor acara itu telah membayar semua anggota staf yang terlibat, sedangkan para artis alias musisinya, yang juga termasuk rocker veteran Shalom Hanoch, mengumumkan bahwa mereka akan tampil secara gratis.

“Itu sungguh mengharukan melihat ribuan orang yang datang ke sini, ini adalah periode waktu yang aneh dan psikotik, tetapi kami di sini untuk mendukung teman-teman kami dan anggota kru yang hebat, kami tidak tahu kami akan berada di mana tanpa mereka,” ujar Aviv Geffen. “Aku bertemu dengan Menteri baru (Kebudayaan dan Olahraga), yang menyadari besarnya kesusahan (yang harus dialami) dan tampaknya pertunjukan musik live akan segera dimulai kembali dan musik akan kembali ke Israel, karena musik itu bermakna. Musik adalah cara kami berdoa”.

Dengan lebih dari 16.680 kasus positif virus Corona yang dilaporkan dan 279 kematian, Israel secara bertahap telah membuka kembali aktiftas mereka selama tiga minggu terakhir. Sejak hari Minggu lalu, hampir seluruh sistem sekolah dipulihkan, pusat perbelanjaan dan tempat berdoa dibuka kembali sesuai dengan peraturan kesehatan, dengan pembukaan restoran yang akan menyusul minggu depan. Tempat hiburan live, termasuk pub dan teater, tetap ditutup, yang menyebabkan protes yang terjadi pada hari Kamis.

Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel yang baru diangkat, Hili Tropper telah bertemu dengan para artis dan pejabat industri musik dengan harapan mendapatkan solusi dan strategi yang dipikirkan secara matang mengenai masa ditutupnya acara di bidang musik dan hiburan.

Pandemi virus Corona “telah meninggalkan banyak penyanyi, aktor dan pekerja di belakang panggung tanpa penghasilan dan ketidakpastian tentang kapan mereka akan dapat mencari nafkah lagi”, ujar Walikota Tel Aviv, Ron Huldai di atas panggung di acara tersebut. “Ini adalah seruan dari seluruh industri musik yang perlu dijawab. Tanggung jawabnya terletak terutama di pemerintah Israel dan aku ingin memohon dari sini – Jangan lupakan budaya!”.

Warga, Polisi dan Walikota Israel keren! Lawan kebohongan skema Covid-19!

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Todung Panjaitan

    Todung Pandjaitan, Musisi Multi Talenta Berpulang Dengan Damai

    Musisi lawas bernama lengkap Harlal Todung Pandjaitan atau yang kenal sebagai Todung Pandjaitan berpulang ke rumah Tuhan. Todung dilaporkan anval sehari se

    on Apr 11, 2021
    Maltha

    Maltha, Mantan Dramer Metal Lepas Single Ballad Solonya, 'But Why'

    Perkenalkan penyanyi pendatang baru dari kota Jember, Jawa Timur. Nama Maltha Hilda atau cukup dipanggil Maltha saja. Belum lama ini, doi merilis single te

    on Apr 9, 2021
    Sindy Amani

    Sindy Amani Rilis EP "Never Good Enough" Setelah Sukses Di Spotify

    Setelah single 'Is It Wrong to Loving You' yang baru-baru ini meraih 1 juta streams di Spotify, Sindy Amani akhirnya melepas mini album alias EP perdananya

    on Apr 3, 2021
    Tony Iommi

    Tony Iommi Beda Pendapat Dengan Gene Simmons Soal "Rock Is Dead"

    Tony Iommi. (Foto: Future / Olly Curtis). Selama bertahun-tahun, Gene Simmons dari KISS telah menyuarakan pendapatnya - dalam beberapa kesempatan berbeda -

    on Apr 2, 2021