×
×

Search in Mata Mata Musik

Warkvlt “Horde”: Invasi Mencekam Gerombolan Penebar Kegelapan

Posted on: 03/16/20 at 11:00 am

Warkvlt "Horde": Invasi Mencekam Gerombolan Bestial War Metal
Cover mini album Warkvlt Horde. (Gambar: Sadist Records).

WARKVLT
Horde
(2020, Sadist)

Oleh Dharma Samyayogi

Fakta: Invasi mencekam Warkvlt melalui EP Horde bermuatan 5 lagu ini sebenarnya sudah diciptakan oleh formasi lama kuartet black metal asal Bandung tersebut setelah perilisan album Merdeka (2015). Musik dan lirik dalam EP ini awalnya memiliki konsep dan gaya “war metal” yang menonjolkan tema perang dengan unsur nasionalisme dan patriotisme. Namun materi EP tersebut lantas dire-eksekusi oleh formasi baru yang terdiri dari D (vokal), E (bass), D (gitar) dan A (dram) dengan mengubah temanya menjadi lebih gelap seperti hal-hal mistis dan sisi gelap manusia.

Kelebihan: Meski memiliki intensitas dan brutalitas yang sama, trek pertama, ‘Infectoremus Regima’ dan kedua, ‘Horde’ nggak memiliki bobot kualitas yang sama seperti pada trek ketiga, ‘Bloodhound’ yang dimulai dengan petikan gitar kemudian tempo sedang banger yang singkat sebelum masuk ke bar yang penuh serangan blast beat dan diteror oleh vokal scream hampir di sepanjang lagu. Begitu juga pada dua trek berikutnya, ‘Khaoz’ dan ‘Requiem (Enigma)’ yang terdengar gemar membantai kuping dengan dominasi tempo ngebut namun memiliki variasi aransemen yang proporsional seperti aneka perubahan tempo dengan transisi bar yang nggak bertele-tele, hajar bleh, barbar as fuck! Dan yang paling penting adalah riff. Ketiga lagu tersebut memiliki riff bernada suram yang memorable. Selain harmonis antara instrumen satu dengan lainnya, gue jadi mudah membedakan lagu satu dengan lainnya. Gue nggak mau menyebut Warkvlt mirip band si A atau si B, percuma kalau pembaca belum pernah dengar band yang disebutkan, kecuali bandnya sudah sangat beken, hehe.

Kekurangan: Trek keenam dan ketujuh, yakni versi rekaman demo ‘Infectoremus Regima’ dan ‘Horde’ serta trek kedelapan, ‘A.N.T.I’ seharusnya nggak perlu dimasukkan ke EP ini lantaran kualitas sound yang “belang” dan “jomplang”. EP ini akan terasa lebih “gangar” (gagah nan sangar) apabila hanya fokus kepada lima lagu utamanya saja. Kegangaran ini telah dirusak suasananya oleh kehadiran rekaman parasit tersebut. Selain itu, isian dram “human” dengan sound yang organik pasti bakal jauh lebih baik dan enak didengar walau harus menurunkan temponya sedikit. Daripada editan software yang sempurna dengan ropel, double kick, blast beat yang terlalu cepat nan rapih namun terkesan robot.

Kesimpulan: Bersama formasi barunya, Warkvlt telah menunjukkan musikalitas yang direksinya mengarah ke “bestial” ketimbang sebelumnya walau tetap dengan vokal scream, bukan growl death metal layaknya para jawara bestial black metal seperti Blasphemy atau Archgoat. Meski masih ada beberapa hal yang mengganjal, perjalanan musikal Warkvlt cukup progresif (bukan progressive metal ya! -Ed.) dari album ke album.

Verdict: 6,5

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Glora Nexus

    Glora Nexus Siap Muntahkan EP "A Grand Monument To Mortality"

    Svarte. (Foto: Dimas Budi AP). Glora Nexus, begitu sang mastermind dengan pseudonym Svarte menyebut proyek musikal kelamnya. Glora Nexus didirikan di Jakart

    on Mar 30, 2021
    Skincare Corpse Paint

    Corpse Paint Masker Wajah, Produk Skincare Dari Kaamos Cosmetics!

    Corpse Paint Facial Masks (Foto: via Kaamos Cosmetics). Ingin terlihat gahar nan jahat dan sekaligus merawat kulit Anda? Ya, Anda bisa segera mendapatkannya

    on Mar 23, 2021
    Choria

    Jelang Album "A Dismal Repertoire", Pasukan Kegelapan Choria Lepas Sin...

    Choria. (Foto: Rio Blaze). Menyusuri malam yang sunyi dan dingin, menembus halimun dalam penantian panjang yang berujung pengorbanan. Itulah lanskap yang co

    on Feb 21, 2021
    Nergal

    Pentolan Behemoth, Nergal Kembali Terseret Kasus Penistaan Agama Di Po...

    Nergal (Behemoth). (Foto: via NME). Vokalis merangkap gitaris Behemoth, Adam Darski yang beken dengan nama panggung Nergal, telah kembali terseret ke dalam

    on Feb 17, 2021